GlobalMaluku.ID,Piru-Usai lantik pada Jumat(24/5/2024) jam 20. 00.Wit,sebagai Penjabat(PJ)Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB) , Dr. Achmad Jais Ely, ST.M.Si, langsung menghadiri rapat Paripurna Serah Terima Jabatan dan penyampaian pidato perdana pada Senin(27/5/2024) di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD)Kabupaten SBB.
Pada paripurna tersebut,Dr.A.Jais Ely,ST.M.Si,menyoroti minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) dikabupaten bertajuk Saka Mese Nusa, terutama Aparatur Sipil Negara (ASN) pada birokrasi yang akan dipimpinnya. Dimana presentasi ASN pada bidang pendidikan (gelar) memiliki presentasi yang rendah diantaranya gelar S3, dan S2.
“Pidato perdana yang disampaikan Dr. Achmad Jais Ely, dalam sidang paripurna yang berlangsung di gedung DPRD SBB, ini mengatakan,Tantangan kita sekarang di kabupaten SBB adalah upaya melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik, memajukan kualitas SDM.” Apalagi tadi saya baca data dari biro kepegawaian bahwa tidak ada satupun aparatur sipil negara dalam pemerintahan kabupaten SBB yang bergelar S3, dan hanya 1,3% (persen) yang bergelar S2 atau sebanyak 65 orang saja,” ujarnya.
Kata dia,hal ini menjadi program dan tantangan besar, bagaimana mengelola SDA di kabupaten yang cukup besar ini kalau hanya SDM-nya begitu-begitu saja.
Menurutnya”Inti dari pada permasalahan ini semua adalah bagaimana kita memajukan kualitas dari SDM masyarakat Seram Bagian Barat bahwa ada S2 dan S3 lebih banyak lagi. Supaya SDA yang ada bisa dikelola oleh putra putri asli daerah SBB,”
Ia mengatakan, kemajuan kualitas SDM menjadi salah satu prioritas yang harus dilakukan. Bahkan untuk hal tersebut, dirinya akan berkoordinasi atau bekerja sama dengan universitas-universitas di Indonesia,tuturnya.
Lanjutnya”tata kelola pemerintahan yang baik serta memajukan sumber daya manusia dan mengelola sumber daya alam serta kualitas lingkungan hidup yang berdaya saing mendorong pertumbuhan ekonomi yang berbasis potensi lokal, mengurangi angka kemiskinan, angka stunting dan pengangguran serta pengendalian inflasi peningkatan inovasi, memudahkan investasi, belanja APBD bagi produk dalam negeri, dan pencepatan pembangunan infrastruktur, penguatan birokrasi serta stabilitas politik dan keamanan.
Selain itu, masalah utama yang perlu dituntaskan adalah pengelolaan barang milik daerah atau aset bergerak dan tidak bergerak,” tandas Ely.
Tambahnya ,semua tugas dan tanggung jawab tersebut, bukan hal yang mudah, terkhusus untuk mewujudkan arahan Presiden dan Mendagri yakni pengendalian inflasi, penurunan angka stunting, kemiskinan ekstrim, belanja APBD bagi produk dalam negeri serta menjaga politik dan keamanan menyongsong Pilkada serentak tahun 2024 yang akan berlangsung di Kabupaten SBB.
Untuk itu dirinya memohon dan meminta dukungan dari penjabat Gubernur Maluku, selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah untuk memberikan arahan, motivasi serta melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerjanya selaku Pj bupati sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.






































