MASOHI–Wakil Ketua DPRD Maluku Tengah, Arman Mualo, menyoroti kondisi memprihatinkan Program Studi di Luar Domisili (PDD) Politeknik Negeri Ambon di Banda. Kampus tersebut sudah dua tahun tidak menerima mahasiswa baru, padahal masih ada sekitar 50 mahasiswa aktif.
“Kampus ini dulu jadi harapan besar masyarakat, terutama keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah karena biaya kuliahnya terjangkau. Tapi sekarang justru tidak ada penerimaan mahasiswa baru. Ini masalah serius,” ungkap Arman di ruang kerjanya, Selasa (10/02/2026).
Arman menilai persoalan ini bukan semata-mata masalah teknis, tetapi menyangkut tanggung jawab bersama antara Pemerintah Daerah dan Politeknik Negeri Ambon. Ia meminta Politeknik Negeri Ambon lebih proaktif melakukan evaluasi, pembinaan, dan pendampingan.
“Sebagai induk, jangan biarkan anak-anaknya mati perlahan. Harus ada monitoring, harus ada solusi. Kampus ini jangan ditinggalkan begitu saja,” katanya.
Arman berharap kampus PDD Banda bisa kembali hidup dan menjadi pusat pendidikan vokasi yang kuat di wilayah kepulauan. “Anak-anak di pulau juga punya mimpi yang sama. Tugas kita memastikan mereka tidak kehilangan kesempatan hanya karena sistem yang tidak berjalan,” tutupnya.


























