GLOBALMALUKU.ID – Nama Marlatu Laurence Leleury tidak lagi asing, utamanya di kalangan bankir. Ia layak menjadi Komut PT Bank Maluku-Malut.
Pria yang pernah 10 tahun menjabat sebagai orang ‘Nomor Dua’ di Kabupaten Maluku Tengah itu pernah menduduki beberapa jabatan penting di sejumlah bank Nasional.
Bahkan pernah dipersiapkan menjadi Direktur Utama Bank Maluku-Maluku Utara.
Marlatu Leleury yang juga adalah penggagas berdirinya asosiasi pasar keuangan Association Cambiste Internationale Financial Market Association (ACI-FMA) Indonesia yang merupakan wadah para profesional keuangan di seluruh dunia.
Pada 1981, Atus nama sapaannya pernah mendalami ilmu perbankkan selama satu tahun di New York, Amerika Serikat. Persisnya, di American Institute of Banking dan Foreign Exchange Advisory Service, Chemical Bank New York.
Selanjutnya belajar dan magang pada sejumlah bank di Benua Eropa. Beberapa tahun setelah kembali dari negara itu, Atus menduduki sejumlah jabatan strategis.
Di dunia Kampus di Luar Negeri juga, Atus juga pernah menjadi dosen pada salah satu Institut Bankir.
Mengawalinya dari Bank Dagang Negara (BDN) yang saat ini sudah merger menjadi Bank Mandiri, Deutsche Bank. Terakhir sebagai Direktur Finance and International Bank CIC Tbk (bank Century).
Sejumlah jabatan yang pernah diembannya yaitu sebagai Direktur Treasury and International Bank CIC International Tbk, pada 1990 hingga tahun 2000.
Selanjutnya pada tahun 2004, Atus dipersiapkan menduduki kursi Direktur Utama Bank Maluku – Maluku Utara namun terjadi masalah internal, sehingga batal.
Pada 2012 hingga 2022 menjadi Wakil Bupati Kabupaten Maluku Tengah. 10 Tahun menjadi orang ‘Nomor Dua’ birokrat di Bumi Pamahanunusa tentunya memiliki pengalaman dalam mengelola keuangan Pemerintah Daerah di Provinsi Maluku.
Kini disaat bank Maluku Maluku Utara membutuhkan orang yang cocok untuk menjadi Komisaris Utama (KOMUT) profesional dalam mengelola bank daerah, agar kelak menjadi bank yang hebat dan mandiri dalam melayani kebutuhan masyarakat, maka jawabnya adalah Marlatu Laurence Leleury. (*)

































