Home / Berita

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:38 WIB

Wali Kota Ambon Minta Dukungan Realisasi Rumah bagi Eks Pengungsi

AMBON–Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, meminta dukungan semua pihak, termasuk anggota DPR RI, untuk memperjuangkan realisasi rumah bagi tiga komunitas eks pengungsi di Kota Ambon. Rencana pembangunan rumah bagi eks pengungsi Silo dan Kayeli berada di kawasan Airlouw, Kecamatan Nusaniwe, sedangkan eks pengungsi Air Manis di Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon.

Kurang lebih 25 tahun, perjuangan untuk pembangunan rumah khusus bagi ketiga komunitas eks pengungsi tersebut sebanyak 471 unit melalui Kementerian PUPR belum juga terealisasi. Wali Kota mengatakan seluruh dokumen perencanaan, kesiapan lahan, hingga persyaratan administrasi telah lengkap.

“Kami mohon dukungan semua pihak, termasuk DPR RI, agar 471 unit rumah untuk tiga komunitas pengungsi ini bisa segera direalisasikan. Mereka masih tinggal dalam kondisi yang sangat terbatas,” ujar Wali Kota dalam sambutannya saat Serah Terima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026, Selasa (3/3/2026), di Hative Kecil.

Baca Juga  Wali Kota Ambon Lantik 59 Kepala Sekolah, Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggar Aturan

Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada Anggota DPR RI Saadiah Uluputty, Gubernur Maluku, serta Kepala Balai Penyedia Perumahan dan Kawasan Permukiman atas perjuangan menghadirkan program tersebut di Kota Ambon.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Kota Ambon. Kami terus mendukung Sapta Cipta dan 17 program prioritas, terutama dalam upaya menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya.

Wali Kota mengatakan dampak kemiskinan sangat nyata dan dapat dilihat dari masih banyaknya rumah tidak layak huni, keterbatasan akses air bersih, hingga berbagai persoalan sosial lainnya yang dihadapi masyarakat.

Baca Juga  Kasus PT Tanimbar Energi Naik Tahap II

Wali Kota mengungkapkann terdapat sejumlah kendala dalam identifikasi rumah tidak layak huni (RTLH). Meskipun secara kasat mata rumah terlihat tidak layak, seringkali terkendala persyaratan administratif seperti harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) desil 1–4, ketidaksesuaian data pekerjaan dalam KTP, hingga persoalan status kepemilikan lahan.

“Rumah tidak bisa diperbaiki jika tanahnya bukan milik pribadi. Ini menjadi tantangan di Kota Ambon sebagai pusat aktivitas, dimana banyak warga membangun di lahan yang statusnya belum jelas,” tandasnya.

Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon berharap sinergi dengan Pemerintah Pusat terus diperkuat agar program penyediaan rumah layak huni dapat berjalan maksimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku.

Share :

Baca Juga

Berita

Wali Kota Ambon Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Gempa Bumi

Berita

Cabai Rawit Tembus Rp160 Ribu per Kg, Pemprov Maluku Jual Rp40 Ribu Lewat Pangan Murah

Berita

Maluku dan Ambon Raih TPAKD Terbaik Regional, Lewerissa Apresiasi Kinerja dan Sinergi dengan OJK

Berita

Pemkot Ambon Perkuat Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI, Aiko Health Disosialisasikan di 22 Puskesmas

Berita

Bupati Maluku Tengah dan Kemenkum Maluku Perkuat Perlindungan Produk Unggulan melalui Indikasi Geografis

Berita

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkot Ambon Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Jaga Stabilitas Harga

Berita

Kebakaran di Ambon Tembus 157 Kejadian, Nusaniwe Catat Lonjakan Tertinggi

Berita

Rektor Unpatti dan Kapolda Maluku Perkuat Sinergi Keamanan Kampus dan Riset Ilmiah