AMBON-Universitas Pattimura resmi menutup ajang Pekan Seni Mahasiswa Kampus (Peksimika) 2026 yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai 2, Rabu (13/5/2026). Penutupan kegiatan dipimpin langsung oleh Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, bersama jajaran pimpinan universitas, dewan juri, serta ratusan peserta dari berbagai fakultas.
Dalam sambutannya, Rektor Leiwakabessy menegaskan bahwa aktivitas kemahasiswaan harus menjadi bagian yang terus dibangun secara berkelanjutan, karena menjadi wadah strategis untuk menemukan dan mengembangkan potensi mahasiswa. Ia meminta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd, untuk terus mendorong dan memperkuat kegiatan mahasiswa di berbagai bidang.
Rektor menyoroti bahwa Unpatti dengan jumlah mahasiswa lebih dari 30 ribu memiliki potensi besar dalam berbagai bentuk kecerdasan yang tidak hanya terbatas pada bidang akademik.
“Mahasiswa tidak hanya dinilai dari IQ atau prestasi akademik semata. Ada banyak bentuk kecerdasan lain yang harus diberikan ruang untuk tumbuh, termasuk seni, kreativitas, komunikasi, serta ekspresi budaya,” ujarnya di hadapan peserta dan tamu undangan.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Peksimika 2026 yang dinilai berhasil menampilkan kualitas talenta seni mahasiswa Unpatti. Menurutnya, apresiasi dari tamu undangan, baik dari instansi pemerintah maupun swasta, menunjukkan bahwa mahasiswa Unpatti memiliki karakter aktif, kreatif, dan berdaya saing.
Lebih jauh, ia berharap talenta-talenta yang muncul dari ajang tersebut tidak hanya berhenti pada ruang lingkup kampus. Ia mendorong bidang kemahasiswaan untuk menjalin kerja sama dengan mitra dan vendor kreatif di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung agar mahasiswa memiliki peluang lebih luas untuk berkembang secara profesional.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Nur Aida Kubangun, menegaskan bahwa Peksimika bukan sekadar perlombaan, melainkan ruang yang memberi kesempatan bagi mahasiswa mengekspresikan jati diri melalui seni dan kreativitas.
“Seni mampu menyatukan perbedaan melalui harmoni budaya dan kreativitas anak muda. Mahasiswa Unpatti bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga kaya akan rasa, nilai budaya, dan daya cipta,” ungkapnya.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Kepada para pemenang, ia berharap kemenangan dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya. Sementara bagi peserta yang belum meraih juara, ia menegaskan bahwa keberanian tampil adalah bagian penting dari proses belajar dan pengembangan diri.
Peksimika 2026 sendiri diikuti hampir seluruh fakultas di Unpatti dengan kompetisi seni suara, seni rupa, seni sastra, hingga seni pertunjukan. Para peserta terbaik akan dipersiapkan untuk mewakili kampus pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) sebelum melaju ke Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) yang dijadwalkan berlangsung di Jember, Jawa Timur.





































