Home / Hukrim

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:19 WIB

Audit Kerugian Bansos Malteng Makin Menguat, Penyidik Masohi–Auditor Kebut Sinkronisasi Data

AMBON-Upaya penuntasan kasus dugaan penyimpangan bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Maluku Tengah memasuki babak krusial. Hingga Kamis, (21/05/2026) proses audit kerugian negara masih berlangsung intensif, dengan rangkaian verifikasi dokumen dan pendalaman data yang terus dikebut.

Audit ini merupakan bagian dari penyidikan yang ditangani Kejaksaan Tinggi Maluku, yang saat ini bekerja paralel bersama tim penyidik Kejaksaan Negeri Masohi guna memperkuat konstruksi perkara.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Penkum) Ardy Danary, SH.,MH menegaskan bahwa koordinasi antara auditor dan penyidik berjalan ketat demi memastikan setiap temuan memiliki dasar hukum yang solid.

Baca Juga  Diduga Terlibat Dana Bansos Covid-19, Kejari diminta Periksa Endang Kusumawaty

“Saat ini auditor masih melengkapi seluruh berkas yang dibutuhkan. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan bahwa perhitungan kerugian negara nantinya tidak menyisakan celah. Semua harus presisi, terukur, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Ardy.

Ia juga menambahkan bahwa proses sinkronisasi data antara temuan auditor dan hasil pemeriksaan penyidik menjadi langkah penting agar perkara dapat segera berlanjut ke tahap berikutnya.

“Setiap perkembangan dari auditor langsung kami tindak lanjuti. Kami ingin memastikan bahwa ketika hasil audit final keluar, semuanya sudah klop dengan temuan penyidik di lapangan,” tambahnya.

Meski demikian, Ardy menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyampaikan estimasi sementara nilai kerugian negara. Menurutnya, angka final baru akan diumumkan setelah seluruh dokumen yang diaudit diverifikasi secara menyeluruh.

Baca Juga  Publik Menanti Hasil Audit Dugaan SK Bodong di Pemkot Ambon, Inspektorat Minta Proses Dihormati

“Kami tidak ingin berspekulasi. Nilai kerugian negara akan disampaikan setelah auditor menyelesaikan seluruh rangkaian analisis dan menyerahkan hasil resminya kepada penyidik,” ujarnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat bansos seharusnya menjadi instrumen penting untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Penyidik memastikan bahwa proses hukum berjalan transparan dan profesional.

Audit diperkirakan masih berlanjut beberapa waktu ke depan, sebelum akhirnya hasil final diserahkan sebagai dasar penetapan langkah hukum selanjutnya.

Share :

Baca Juga

Hukrim

KEJATI MALUKU NAIKKAN DUGAAN KORUPSI ANGGARAN DINAS PENDIDIKAN KE TAHAP PENYIDIKAN

Hukrim

Bullying dan Penyalahgunaan Medsos Jadi Sorotan, Kejati Maluku Turun Langsung ke SMA Negeri 26 Malteng

Hukrim

“Enam Pemilik Toko Dipanggil Kejati Maluku, Ada Apa di Balik Penyidikan PT Bipolo Gidin?”

Hukrim

Kejati Maluku Geber Empat Kasus Korupsi, Kerugian Negara Rp4,29 Miliar Terungkap

Hukrim

Mantan Kadis PUPR Maluku MM Jadi Tersangka Korupsi Air Bersih Pulau Haruku, Kerugian Negara Rp3,83 Miliar

Hukrim

Kasus Pembunuhan Nus Kei Masuk Babak Penuntutan, Dua Tersangka Resmi Ditahan Jaksa dan Segera Disidangkan di PN Ambon

Hukrim

Empat Tersangka Korupsi Jalan Danar–Tetoat Akhirnya Ditahan, Negara Rugi Rp2,84 Miliar

Hukrim

Gubernur Lewerissa Gandeng PPI Dunia Amerop, Banda Disiapkan Mendunia Lewat Program Pengabdian Mahasiswa