Home / Politik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:25 WIB

Sambut Investasi Blok Masela, DPRD Maluku Desak Pemda Siapkan SDM dan Perkuat Produksi Pangan Lokal

AMBON, GLOBALMALUKU.ID | Pengembangan proyek strategis nasional (PSN) Blok Masela dinilai harus menjadi peluang nyata bagi masyarakat Maluku untuk memperoleh pekerjaan sekaligus meningkatkan perekonomian daerah. Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota diminta mulai mempersiapkan tenaga kerja lokal serta memperkuat sektor pertanian dan peternakan guna memenuhi kebutuhan pangan proyek tersebut.

Dorongan ini disampaikan anggota DPRD Provinsi Maluku yang juga Ketua Fraksi Gerindra, Suanthie Jhon Laipeny, pada Kamis (8/10/2026). Ia menegaskan, kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan sektor pangan harus menjadi perhatian pemerintah daerah sejak dini agar masyarakat dapat mengambil bagian dalam berbagai peluang ekonomi yang terbuka melalui pengembangan Blok Masela.

Menurut Laipeny, proyek berskala besar membutuhkan tenaga kerja dengan kualifikasi, keterampilan, dan sertifikasi tertentu. Oleh sebab itu, pemerintah daerah tidak cukup hanya menunggu proses perekrutan, tetapi perlu menyiapkan masyarakat melalui pendidikan, pelatihan kerja, peningkatan kompetensi, serta sertifikasi profesi sesuai kebutuhan industri.

“Kebutuhan tenaga kerja dalam proyek berskala besar memiliki kriteria dan ketentuan tertentu. Karena itu, masyarakat perlu dipersiapkan sejak dini melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi dan peningkatan keterampilan,” kata Laipeny.

Ia menilai, langkah tersebut penting agar putra-putri Maluku memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan dapat bersaing untuk mendapatkan kesempatan kerja dalam pengembangan proyek LNG Abadi Blok Masela.

Baca Juga  Richard Rahakbauw Siap Pimpin DPD Partai Golkar Maluku.

Jangan Hanya Andalkan Lapangan Kerja

Laipeny juga mengingatkan bahwa manfaat ekonomi Blok Masela tidak boleh hanya diukur dari jumlah tenaga kerja yang terserap. Pemerintah daerah perlu melihat peluang lain yang dapat menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama melalui penyediaan kebutuhan pangan bagi pekerja dan aktivitas proyek.

Menurutnya, meningkatnya aktivitas pembangunan akan mendorong kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar. Kondisi ini dapat menjadi peluang bagi petani, peternak, dan pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan.

“Kehadiran Blok Masela membutuhkan stok makanan yang banyak. Karena itu, diharapkan tiap kabupaten/kota mempersiapkan masyarakatnya dengan berbagai kebutuhan seperti lahan pertanian dan peternakan sehingga dapat memenuhi kebutuhan,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota di Maluku didorong memetakan potensi pertanian dan peternakan di wilayah masing-masing, menyiapkan lahan produktif, serta mendorong peningkatan produksi agar kebutuhan pangan dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

Apabila dipersiapkan dengan baik, rantai pasok pangan untuk mendukung proyek Blok Masela berpotensi membuka pasar bagi hasil pertanian dan peternakan masyarakat setempat. Dengan demikian, manfaat investasi diharapkan dapat dirasakan lebih luas, termasuk oleh masyarakat yang tidak bekerja langsung di sektor migas.

Baca Juga  Gelar Rakor dan Rapat Pleno PAN Maluku ,Serta Penetapan Caleg DPRD Provinsi Maluku,Laitupa Optimis Raih 1 Kursih

Pemda Diminta Bergerak Sejak Dini

Laipeny menegaskan, persiapan daerah tidak boleh dilakukan setelah kebutuhan tenaga kerja dan pangan meningkat. Pemerintah harus mulai mengambil langkah konkret sejak tahap awal pengembangan proyek agar masyarakat lokal tidak kehilangan kesempatan ketika aktivitas pembangunan semakin berkembang.

Ia meminta pemerintah daerah mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja, memetakan kemampuan masyarakat, menyusun program pelatihan yang tepat sasaran, serta mengembangkan sektor-sektor produktif yang berpotensi menjadi pemasok kebutuhan proyek.

“Hal ini yang harus disiapkan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah untuk mempersiapkan daerahnya menyambut Blok Masela,” katanya.

Menurutnya, koordinasi antarpemerintah daerah dan pemangku kepentingan juga diperlukan agar program penyiapan tenaga kerja dan pengembangan pangan berjalan sesuai kebutuhan serta tidak tumpang tindih.

Laipeny berharap, keterlibatan pemerintah daerah sejak tahap persiapan dapat memperbesar peluang masyarakat Maluku memperoleh manfaat ekonomi dari pengembangan Blok Masela, baik melalui kesempatan kerja maupun kegiatan usaha di sektor pertanian, peternakan, dan bidang pendukung lainnya.

Pengembangan Blok Masela pun diharapkan tidak hanya menjadi proyek strategis berskala nasional, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas SDM, memperkuat produksi pangan lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Maluku secara berkelanjutan.

Share :

Baca Juga

Politik

Sangkala Desak Pemda Buka Akses Pasar UMKM Maluku, Investasi Jangan Jalan di Tempat

Politik

DPRD Malteng Tegaskan Perjuangan Tapal Batas Samasuru Masih Berlanjut

Politik

Demokrat Tak Gegabah Hadapi Wacana Pemilu Terpisah, Halimun: Tunggu Aturan Resmi

Politik

Franky Loupatty dan Jalan Panjang Mengawal Suara dari Pulau-Pulau Lease

Politik

Golkar Ambon Memanas! Lima Kecamatan Geruduk DPD Maluku, Nama Bahlil Ikut Terseret

Politik

PDI Perjuangan Maluku Kenang 30 Tahun Kudatuli, Tegaskan Komitmen Menjaga Demokrasi

Politik

Nama Ketum DPP Diseret dalam Dinamika Musda, Kader Golkar Ambon Ungkap Dugaan Tekanan Internal

Politik

Komisi I DPRD Maluku Dorong Percepatan Sertifikasi Lahan Sekolah, Targetkan Penyelesaian Signifikan Tahun 2026