GlobalMaluku.ID,Piru-Penjabat Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB) Provinsi Maluku, Andi Chandra asduddin, kepala daerah yang tidak tahu aturan ini, menghambur hamburkan uang di jalan raya kepada biduan, sementara masih banyak hak pegawai yang belum di bayarkan hingga akhir tahun anggaran telah terlewati.
Hak para pegawai merupakan hukum wajib bagi kepala daerah untuk membayar kepada seluruh pegawai yang telah mengabdi kepada negara.
Tetapi yang terjadi di kabupaten SBB, sudah dua tahun ini, para pegawai di jadikan pemerintah daerah seperti Rentenir.
Padahal, selama ini kabupaten SBB aman- aman saja bersama pegawainya, baik itu pegawai negeri sipil (PNS), tenaga honorer, P3K, maupun tenaga harian lepas, seperti tenaga kebersihan.
Tetapi, semenjak kabupaten ini di pimpin oleh Andi Candra as’aduddin, terdapat banyak masalah dengan hak para pegawai, semua ini di karenakan Andi Chandra jadikan Pemda SBB sebagai nasabah simpan pinjam bulanan, dan pegawai di jadikan sebagai pihak koperasi simpan pinjam, yang memelihara Rentenir.
Pasalnya, para pegawai di lingkup Pemda SBB, setiap waktu pembayaran hak mereka selaku para abdi negara, mereka harus bertindak seperti Rentenir menagi utang dari nasabah, barulah di bayarkan oleh Pemda SBB, atas Perintah Andi Candra selaku Pj Bupati.
Untuk di ketahui, ada 3 bulan tunjangan TPP 634 tenaga kesehatan yang belum di bayar oleh pemerintah daerah SBB.
Andi Chandra sepertinya sudah menyusun rencana untuk mengundang Ratu duit merah- merah sebagai pasangan jogetnya di hari ulang tahun kabupaten SBB yang ke-20.
Sehingga hak para pegawai tersebut, di duga sengaja di pakai oleh Andi Chandra, untuk goyang bersama Ratu duit di jalan Raya, aksi Andi Candra, membuat geram para pegawai yang hak mereka belum di bayarkan.
Salah satu pegawai yang tak mau namanya di sebutkan, kepada GlobalMaluku, via telepon selulernya,Rabu (10/1/2024), Penjabat Bupati ini mungkin orangnya tidak memiliki Rasa malu, soalnya,hak para pegawai selalu di tahan oleh dia, dan kami selaku pegawai harus ribut dulu baru hak kami di bayarkan, kepala daerah model apa ini, tanya sumber geram.
Dia Andi Candra, saat berjoget bersama biduan di jalan Raya baru menghambur hamburkan uang kepada biduan, dia kira itu kami senang, ucap sumber, lanjutnya, dasar kepala daerah suka berhutang, kepala daerah yang tidak mengerti apa-apa, beber sumber.
Tambah sumber lagi, kami telah berencana untuk berjoget Ribut di depan kantor Bupati SBB untuk menagi hak kami selam 3 bulan, tegas sumber, kalau dia Andi Candra berjoget Ria, kami para pegawai akan berjoget Ribut, lihat saja nanti, dia belum tahu, sikap asli anak Seram.
Saya himbau kepada 634 teman- teman pegawai kesehatan yang belum terima hak TPP -nya, kalian tunggu saja, bila akhir Januari hak kami belum di bayar, kita akan kepung kantor Bupati untuk menagihnya, pinta sumber .

































