GlobalMaluku.ID,PIRU-Kasus mafia tanah sering terjadi di mana-mana. Mafia tanah yang berkeliaran di desa Lokki Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB) tak lain dan tak bukan ketua BPD Richard Purimahua dan Pj Desa Lokki Ambrosius Puttileihalat, ulah mereka membuat warga resah.
Hal ini di sampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat desa Lokki, pada media ini yang tidak ingin namanya di publikasikan,Selasa(16/1/2024).
Sumber mengatakan, selama ini kami sudah mengingatkan BPD untuk rapat bersama kami masyarakat desa tapi tidak pernah ada, begitu pula dengan Pj Desa Lokki Ambrosius Puttileihalat ,juga tidak pernah ada di tempat, bahkan untuk berada pada kantor desa-pun tidak pernah berkantor.
Sebelumnya di beritakan oleh GlobalMaluku, terkait dengan tanah yang di jual oleh Pj Desa Lokki, terhadap salah satu pihak Bank di Ambon yaitu PT. Bank Maluku melalui, Direktur Kepatuhan Bank Maluku-Maluku Utara, Abidin.
Dilansir dari pemberitaan sebelumnya Abidin Direktur Kepatuhan Bank Maluku-Malut ini mengatakan, kepada GlobalMaluku sebelumnya, kalau memang hal-hal yang belum di selesaikan di desa dengan masyarakat, berarti dirinya tidak mau lagi untuk membangun Bank Maluku di wilayah Desa Lokki.
Tapi fakta lapangan membuktikan bahwa penggusuran tanah tetap di lakukan, ketika dipantau oleh media ini ternyata hal tersebut betul adanya, sudah terjadi penggusuran tanah sampai dengan saat ini.Berarti apa yang dikatakan Abidin pada media ini semuanya tidak benar.
Kata sumber lagi, di duga Direktur Kepatuhan Bank Maluku-Maluku Utara, dia beli tanah di wilayah kami bukan atas nama Bank Maluku, akan tetapi atas nama pribadi, nanti kalau Bank mau beli barulah dia jual, jadi menurut masyarakat setempat dia itu makelar, tandas sumber.
Untuk mempertanyakan kasus tanah tersebut,GlobalMaluku lewat Via telepon untuk berkomunikasi dengan ketua BPD desa Lokki tapi tidak ada respon dari Purimahua alias Reki sampai saat ini.
Dan juga menyangkut dengan ketidak hadiran Pj desa Lokki di kantor sampai saat ini,”kami mau mengurus hal-hal terkait dengan masyarakat yang harus di selesaikan di Desa, Puttileihalat tidak pernah ada,bebernya.
Sumber menjelaskan, Pj Desa Lokki punya tugas di Desa kami ini bukan datang ukur tanah lalu jual tanah ulayat dan tanah masyarakat terhadap PT Bank Maluku dan Malut, dan bekerja sama dengan para makelar-makelar tanah.
Lanjutnya, bukan datang di desa kami pada waktu pencairan dana ADD dan DD langsung balik lagi ke Piru , ini tabiat pemimpin yang tidak perlu di contohi oleh para pj Desa yang lain, pungkasnya.
Sumber juga dengan tegas menyampaikan, kepada pemerintah daerah SBB agar segera mengevaluasi Pj Desa Lokki dan menggantikannya, karena dirinya tidak becus memimpin Desa kami, tegasnya.





































