JAKARTA — Kota Ambon kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan masuk dalam 10 besar Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2025 versi SETARA Institute. Dalam penilaian yang diumumkan pada Rabu (22/4/2026) di Jakarta, Ambon menempati peringkat ke-10 dengan skor 5,657.
Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Badan Kesbangpol Kota Ambon, Aldrin Parinussa, yang mewakili Pemerintah Kota Ambon. Ia menyebut capaian ini sebagai bentuk apresiasi atas kerja bersama pemerintah dan masyarakat dalam menjaga serta memperkuat nilai-nilai toleransi.
Menurut Aldrin, komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam menciptakan lingkungan yang inklusif terus digaungkan oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, melalui berbagai forum publik. Hal ini menegaskan bahwa Ambon terbuka bagi semua kalangan tanpa memandang latar belakang agama, etnis, maupun identitas sosial lainnya.
“Ini bukan sekadar pernyataan, tetapi komitmen yang terus disampaikan secara konsisten dalam berbagai kesempatan,” ujarnya.
Penilaian Indeks Kota Toleran sendiri didasarkan pada sejumlah variabel penting, seperti regulasi pemerintah, tindakan pemerintah, dinamika sosial, serta partisipasi masyarakat. Selain itu, terdapat delapan indikator yang menjadi tolok ukur, di antaranya kebijakan pembangunan, tingkat diskriminasi, peristiwa pelanggaran, hingga pernyataan publik dan kondisi sosial keagamaan.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat atas kontribusi dalam membangun budaya toleransi. Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
“Ambon naik satu peringkat dibanding tahun lalu. Terima kasih kepada seluruh warga yang terus menjaga dan merawat toleransi di kota ini,” tulisnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dengan TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak lainnya guna menjaga keamanan, ketertiban, serta kedamaian di Kota Ambon.
Sebagai informasi, penilaian IKT tahun ini diikuti oleh 94 kota di Indonesia. Kota Salatiga menempati peringkat pertama, disusul Singkawang dan Semarang, sementara Ambon berhasil mengamankan posisi ke-10.
Capaian ini diharapkan semakin memperkuat citra Ambon sebagai kota yang inklusif, harmonis, dan terus berkembang dalam semangat persatuan di tengah keberagaman.

































