Home / Sosbud

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Dari Bangku Kelas V, Flavia Menjaga Irama Tradisi Maluku Lewat Musik Toto Buang

AMBON,GlobalMaluku.ID|Usianya masih belia. Seragam sekolah dasar masih menjadi kesehariannya. Namun, di balik sosok kecil seorang siswi kelas V SD Maria Mediatrix Ambon, tersimpan kecintaan besar terhadap warisan budaya Maluku. Namanya Flavia. Di usianya yang baru delapan tahun, ia telah menunjukkan kemampuannya memainkan alat musik tradisional Toto Buang.

Bagi sebagian anak seusianya, bermain musik mungkin hanya menjadi aktivitas pengisi waktu luang. Tetapi bagi Flavia, Toto Buang telah menjadi bagian dari perjalanan belajar dan kecintaannya terhadap seni budaya daerah.

Sejak usia delapan tahun, Flavia mulai mengenal dan mempelajari alat musik tradisional tersebut. Dengan latihan yang tekun selama kurang lebih satu tahun, ia kini mampu memainkan lima lagu tradisional, yakni Tari Lengso, Orlapei, Barondang, Oleng Ee, dan Toma Maju.

Kemampuan itu bukan sekadar kebanggaan pribadi. Flavia bahkan telah beberapa kali terlibat dalam berbagai kegiatan dan undangan pertunjukan bersama kelompok musiknya.

Di balik perjalanan Flavia, terdapat Sanggar Tamariska, sebuah kelompok seni yang menjadi ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengenal, mempelajari, sekaligus melestarikan musik tradisional Maluku.

Baca Juga  SMPTK Yafila Gelar USBN, Ini Pesan Kasie Bimas Kristen Malteng

Sanggar yang telah berdiri selama enam tahun ini didirikan oleh Helena Ferdinandus. Dengan jumlah anggota lebih dari 50 orang, Tamariska tidak hanya mengembangkan permainan Toto Buang, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anggotanya mempelajari berbagai alat musik lainnya.

Mulai dari Tifa, Suling, Recorder, Ukulele, Gitar, hingga Keyboard menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran musik di sanggar tersebut.

Menariknya, Flavia tidak hanya mengenal Toto Buang. Ia juga memiliki kemampuan memainkan alat musik lain, seperti suling dan recorder. Hal ini memperlihatkan bahwa kecintaannya terhadap musik tradisional tumbuh bersama keinginan untuk terus mengembangkan kemampuan bermusik.

Namun, di balik semangat anak-anak sanggar dalam menjaga tradisi, tersimpan harapan yang lebih besar. Flavia berharap ke depan pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan musik tradisional Toto Buang melalui penyelenggaraan kompetisi maupun kegiatan seni budaya.

Harapan tersebut sederhana, tetapi memiliki makna penting. Anak-anak yang selama ini berlatih dan tampil dalam berbagai kesempatan membutuhkan ruang yang lebih luas untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Baca Juga  KEJATI MALUKU NAIKKAN DUGAAN KORUPSI ANGGARAN DINAS PENDIDIKAN KE TAHAP PENYIDIKAN

Kompetisi dan festival musik tradisional dapat menjadi salah satu wadah untuk memperkenalkan Toto Buang kepada generasi muda sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak anak berbakat di bidang seni budaya.

Sebab, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mengenalkan nama alat musik kepada generasi muda. Tradisi harus terus dimainkan, dipelajari, dipertunjukkan, dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kisah Flavia menjadi gambaran bahwa kecintaan terhadap budaya daerah tidak harus menunggu seseorang menjadi dewasa. Dari bangku kelas V sekolah dasar, semangat menjaga warisan leluhur sudah dapat tumbuh melalui ketekunan, keberanian, dan kesempatan untuk belajar.

Di tangan anak-anak seperti Flavia, irama Toto Buang bukan sekadar bunyi alat musik tradisional. Ia adalah bagian dari identitas budaya Maluku yang perlu terus dijaga agar tidak kehilangan tempat di tengah perkembangan zaman.

Dan mungkin, dari dentingan Toto Buang yang dimainkan seorang anak berusia delapan tahun, masa depan pelestarian musik tradisional Maluku sedang menemukan penerusnya.

Editor : Kang Ojie

Share :

Baca Juga

Sosbud

Buka AIMF 2026, Wali Kota Ambon Tegaskan Musik Harus Jadi Identitas Budaya dan Kekuatan Pembangunan

Sosbud

Yayasan Suara Timur Indonesia Desak Presiden Prabowo, Dewan HAM PBB, dan Paus Selesaikan Masalah Papua

Sosbud

Bupati Maluku Tengah Apresiasi Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Maluku

Sosbud

Ardy Latupeirissa Penderita Hidrosefalus “Belum Ada Sentuhan Dari Pemerintah

Sosbud

Meletakan Dasar Pemikiran Susunan Masyarakat Negeri Sebagai Acuan Penetapan Mataruma Parenta Hena Tawiri.

Sosbud

Masuk 50 Besar Ajang ADWI, Menparekraf Sandiaga Uno Canangkan Desa Hila sebagai Desa Wisata Terbaik di Indonesia

Global Maluku TV

SMPTK Yafila Gelar USBN, Ini Pesan Kasie Bimas Kristen Malteng

Hukrim

Widya : Manfaatkan Kearifan Pangan Lokal untuk Mendorong Konsumsi Pangan Bergizi