Home / Berita

Selasa, 21 November 2023 - 19:33 WIB

Di Duga Ada Brangkas Tersembunyi Di Kediaman Pj Bupati SBB, Penegak Hukum Jangan Diam Saja

GlobalMaluku.ID,Piru-Di sebut Pj Bupati parlente tukang tipu, merupakan sebuah penghinaan terhadap pemimpin di suatu daerah, tetapi ucapan itu, tidak bisa di sebutkan bila tidak ada masalah.

Seperti yang sedang terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB) Provinsi Maluku baru-baru ini, dimana beredar sebuah video yang ber durasi 0,3 07 detik sontak menjadi pembicaraan para warga di kabupaten SBB.

Dalam rekaman tersebut, kelompok masyarakat SBB yang terdiri dari ibu- ibu mengejar dan mengusir Pj Bupati SBB Jendral TNI Andi Chandra as’adudin, hingga membuat Andi Chandra dan seluru rombongannya melarikan diri.

Bukan cuma itu saja, Pj Bupati SBB Jendral TNI Andi Chandra, merupakan Pj terunik di provinsi Maluku, pasalnya Pj Bupati ini, kerap kali mendapat masalah di kabupaten SBB, dari sekian banyak masalah yang di alami oleh Andi Chandra, yang paling banyak masalah adalah masalah yang menyangkut dengan hak para pegawai, baik PNS honorer, Cleaning service, maupun pekerja lepas.

Jendral TNI Andi Chandra as’adudin, Pj Bupati SBB yang selalu di kejar dan di ancam selama masa tugasnya, ia di kejar oleh warga masarakat, para pegawai honorer, Cleaning service sampai dengan pekerja lepas.

Dan proses pengejaran juga berbeda- beda, ada yang melemparinya dengan batu, memalang kantor, sampai dengan mengepung kantor Bupati dengan puluhan ribu jenis sampah, mengunakan 4 truk besar.

“Ada keanehan di balik semua ini, misalnya, terkait dengan proses pembayaran gaji para honorer, Pj Bupati menahan gaji mereka berbulan-bulan lamanya, hingga membuat para pegawai honorer itu ribut, dan setelah ribut, Pj Bupati langsung membayar gaji mereka.

Baca Juga  Hadiri Natal PERUMDAM ,Ini Harapan Pj Walikota Ambon

Di susul lagi dengan tenaga nakes, mereka melakukan hal yang sama juga, dan proses penyelesaian nya juga sama, demo baru di bayar.

Berbeda dengan Cleaning service dan pekerja kebersihan di dalam kota kabupaten, Cleaning service juga Pj Bupati menahan proses pembayaran upah mereka, hingga para Cleaning service di RSUD Piru, menutup pintu masuk Rumah sakit umum Daerah itu dengan sampah medis, dan sampah pasien, barulah Pj Bupati langsung membayar gaji mereka.

Dan yang paling memalukan ialah, petugas kebersihan, mereka cuma berjumlah 15 orang, itu pun mereka di tunda pembayaran gaji, oleh Pj Bupati, sampai ke 15 petugas ini bereaksi dengan mengepung kantor Bupati SBB menggunakan sampah, barulah Pj Bupati memerintahkan untuk segerah membayar gaji mereka, tetapi Bupati menyebut mereka adalah petugas lepas, bukan pegawai honor daerah.

Yang paling menarik di sini ialah, bila ada ribut, langsung di bayar.

Apakah ada brangkas yang lain di lingkup Pemerintah kabupaten SBB, dan brangkas itu di pakai oleh Pj Bupati secara diam-diam untuk menyimpang dana itu? Yang membuat publik bingung ialah, saat ribut langsung di bayar.

Apakah anggaran itu telah di cairkan lebih awal secara diam -diam oleh Pj Bupati? Karena tidak mungkin Pj Bupati meminjam uang dari pihak lain untuk membayar hak -hak mereka yang berjumlah ratusan orang itu, karena nilainya bisa mencapai miliyaran rupiah.

Baca Juga  Tandatangani Kesepakatan Bersama Dengan DPRD Provinsi Maluku, Ini Harapan Pj Gubernur

Mana ada pihak lain mau membantu untuk meminjamkan uang sebanyak itu kepada Pj Bupati, dapat kami duga mungkin saja dana itu telah di cairkan lebih awal, dan itu di lakukan secara diam -diam, namun ada pihak yang telah membocorkan, di karenakan mereka cinta terhadap daerah ini.

Lantas, bagaimana dengan gaji mereka para P3K, tunjangan guru non sertifikasi, dan utang pihak ketiga, (kontraktor,) tahun 2021 apakah mereka juga harus ribut?

Setelah kita telusuri, ternyata di depan publik, Pj Bupati menyalahkan para OPD, begitu di kroscek lebih ditel, mereka para OPD berkata, semua ini, di karenakan Pj Bupati-lah yang tidak mau untuk membayar hak pegawai dalam bentuk apa pun, termasuk gaji honorer, tunjangan non sertifikasi 900 guru, gaji P3K, dan juga utang pihak ke 3.

Pj Bupati mengancam mereka para OPD, bila ada yang membayar tanpa se izin atau sepengetahuan beliau, berarti akan ada resiko yang harus di terima.

Itulah hasil konfirmasi oleh media dengan oknum OPD yang tak mau namanya di publikasikan, untuk membuktikan kebenaran itu, ternyata benar, terdapat banyak SPM yang telah di buat namun SP2Dnya tidak bisa keluar, karena belum ada perintah dari Pj Bupati Jendral TNI Andi Chandra as’adudin.

Share :

Baca Juga

Berita

Cabai Rawit Tembus Rp160 Ribu per Kg, Pemprov Maluku Jual Rp40 Ribu Lewat Pangan Murah

Berita

Maluku dan Ambon Raih TPAKD Terbaik Regional, Lewerissa Apresiasi Kinerja dan Sinergi dengan OJK

Berita

Pemkot Ambon Perkuat Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI, Aiko Health Disosialisasikan di 22 Puskesmas

Berita

Bupati Maluku Tengah dan Kemenkum Maluku Perkuat Perlindungan Produk Unggulan melalui Indikasi Geografis

Berita

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkot Ambon Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Jaga Stabilitas Harga

Berita

Kebakaran di Ambon Tembus 157 Kejadian, Nusaniwe Catat Lonjakan Tertinggi

Berita

Rektor Unpatti dan Kapolda Maluku Perkuat Sinergi Keamanan Kampus dan Riset Ilmiah

Berita

Kapolres Malteng Kunker ke Polsek Amahai dan Masohi, Tekankan Disiplin Personel hingga Antisipasi Konflik Sosial