GlobalMaluku.ID,Tanah Goyang-Terbongkar sudah kebohongan Fadli Bufakar calon anggota DPRD kabupaten Seram Bagian Barat(SBB)kerjasama di antara Fadli Bufakar dan kakak kandungnya untuk menipu warga masyarakat di dusun Tanah goyang desa Lokki, kecamatan Huamual kabupaten SBB.
Untuk di ketahui Fadli Bufakar adalah calon anggota DPRD SBB daerah pemilihan kecamatan Huamual, seperti yang telah di beritakan, kalau Fadli Bufakar dan kakak kandungnya Munir Bufakar ,mengumpul warga di dusun Tanah goyang dan Munir menyampaikan kalau Fadli sedang mendapat bantuan rumah tidak layak huni sebanyak 600 buah.
Munir juga mengatakan, kepada warga bila yang pingin untuk dapat, harus ingat jua Fadli ini kan ada calon anggota DPRD, setelah selesai pertemuan warga langsung bubar dan pulang ke rumah masing masing.
setelah keluar dari Rumah Munir, ada sebagian warga yang tidak percaya, bahkan ada yang berkata, Fadli ini punya Kerja par tipu-tipu Katong saja, keterangan ini di terimah langsung oleh warga dusun Tanah goyang,
“Warga yang di sebut bunda W, mengaku, kalau dia bunda W, (nama semarang) , ia memarahi suaminya, setelah mendapat kabar dari tetangga kalau suami nya juga ikut dalam pertemuan itu, dari hasil itulah media GlobalMaluku.ID,memberitakan tentang Kelu kesal yang di rasakan oleh warga Tanah goyang.
Berita Gobal edisi kamis( 14/ 2023), dengan judul berita, warga dusun Tanah goyang di Tipu oleh Fadli bufakar dengan 600 buah perumahan, munculnya berita tersebut membuat Fadli hilang kendali, bahkan Fadli kembali membuat berita tanding seakan beranggapan kalau tidak seperti apa yang telah di beritakan oleh ,GlobalMaluku.
Di dalam rilisan beritanya, Fadli menjelaskan hasil wawancara kadis Perumahan SBB, Johan Tutupoho , kalau Tutupho mengatakan ada 605 buah
Seperti awalnya juga kadis perumahan telah menyampaikan kepada media ini, kalau untuk bulan ini sudah tidak ada lagi bantuan rumah, dan di tahun 2024 juga belum ada kepastian karena tidak ada dana itu, penjelasan kadis ini, di sampaikan lewat telepon seluler nya, edisi 14 Desember 2023,
Dari isi berita yang di muat oleh Fadli sudah menggambarkan rasa panik sebagai seorang caleq karena telah di anggap oleh warga sebagai tukang tipu warga,
berdasarkan konfirmasi globalmaluku.id dengan bunda W fia telepon Jumat 15 Desember 2023, kalau kepala dinas menyampaikan ada bantuan rumah untuk tahun 2025 mungkin itu benar, ucap W fia telepon
Lanjut nya, yang di sampaikan oleh Fadli dan kakak kandung nya Munir, tidak seperti kadis, justru mereka menyampaikan kalau Fadli sedang mendapat bantuan perumahan 600 buah, dan itu untuk dusun Tanah goyang sendiri,
Bahkan warga di suruh mendaftar lewat kakak nya Munir, bukan lewat aplikasi, dan coba bapak wartawan suruh semua wartawan turun ke Tanah goyang untuk cek langsung ke masyarakat, sekarang ini saja masyarakat masih terus cerita kalau Fadli dan kakak nya itu, Tukang tipu manysrakat dengan janji janji manis, jelas bunda W,
Bukan cuma Fadli dan kakak nya Munir saja pak wartawan, Fadli punya mama punya Ade kandung nama nya Tete daut sabua lamu, Tete daut ini juga ada tipu masyarakat di dusun Tanah goyang dengan pembuatan sertifikat tanah,
Tete daut sudah ambil uang dari warga satu kk sebesar Rp 2,500 000, (dua juta limaratus ribu rupiah) untuk satu kapling tanah, total uang yang sudah di ambil oleh Fadli punya bapak tengah itu sekitar Rp 50 000 000, (lima puluh juta rupiah) dan sudah hampir dua tahun ini sertifikat tidak ada, jelas bunda W,
Jadi Fadli tidak usah banyak bicara, kerena dia Fadli dan kakak nya Munir, tidak menyuruh warga untuk segerah ke dinas mendaftar lewat aplikasi, warga di suruh daftar saja lewat Munir, apa yang di beritakan oleh Fadli bohong itu, tegass sumber geram.
lanjut Sumber, ada banyak lagi tipu-tipu yang lain, dan tetap akang terbongkar semua nanti, selama ini kami diam saja karena kami tidak mau untuk berbicara, tetapi untuk kali ini kami tidak akan diam lagi, ucapnya
Saya minta kepada Wartawan tolong sampaikan ini ke publik, saya minta jangan sampai bapak wartawan tutupi informasi ini, karena mereka sudah terlalu buat ulah di kampung Kita di dusun Tanah goyang, kita diam selama ini bukan kita takut, kita diam juga bukan karena kita ini bodoh, justru kita diam untuk kita tampung, “jadi sekarang sudah saatnya untuk kita bongkar, tutup sumber .

































