Home / Berita

Kamis, 30 Maret 2023 - 21:49 WIB

Kadisnaker,85 Juta Di peruntukan Untuk Semua Pembiayaan

GlobalMaluku.ID, AMBON- Adanya protes dari para calon tenaga kerja asal Kota Ambon yang akan bekerja di Darwin-Australia, tentang besarnya biaya yang harus disetor untuk keberangkatan kesana, yaitu RP 85juta, mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Ambon, Steiven Patty.

Menurut Kadis yang didampingi perwakilan dari California Education Center,
Rp 85 juta itu diperuntukkan untuk semua pembiayaan yang terkait dengan proses dari awal sampai bekerja. Ada 13 item tahapan-tahapan yang dalam proses ini semua jumlah biayanya sebenarnya R85 juta.
“Jadi 85 juta itu untuk pelatihan, dimana kita mempersiapkan skill mereka agar ketika sampai disana mereka mempunyai pengalaman dan itu adalah persyaratan untuk bekerja disana. Kemudian ada pengurusan visa. Untuk melakukan pengurusan visa pastinya perlu dokumen-dokumen yang disiapkan, salah satunya sertifikat IELTS,”jelasnya

Baca Juga  63 Tahun Jasa Raharja Berikan Penghargaan Kepada Stakeholders dan Mitra Kerja yang Konsisten Mendukung Tugas dan Fungsi Perusahaan

Selain itu, biaya Rp 85juta ini juga termasuk asuransi kesehatan di Australia, pengurusan bank dan tiket pergi ke Australia. Adapula biaya hidup selama satu minggu dan penginapan mereka di sana.

” Jadi semua yang Rp 85 juta itu berarti siap kerja, karena kita sudah kerjasama dengan IWG untuk mencari tempat kerja bagi adik-adik kita yang ingin bekerja di australia,”terangnya kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Kamis (30/03/2023).

Baca Juga  DPW Maluku Satu Rasa Salam Sarani Indonesia Papua Tengah Salurkan Bantuan Bagi Korban Bencana Alam Di SBB

Menurutnya, besaran biaya tersebut dimulai dari proses awal hingga berangkat, di perkirakan sekitar 6 bulan. “Jadi kalau waktu prosesnya cepat, maka akan mendapatkam sertifikat untuk persyaratan cepat berangkat. Semua tergantung dari prosesnya,”tandasnya.

Patty menerangkan, Rp 85 juta itu bukan satu kali, tetapi ada tahapan-tahapannya.
Dia mengakui, sistem pembayarannya sudah di sosialisasi,bahwa bisa 6 kali bayar.

“Tetapi kami dari dinas tenaga kerja juga mengetahui kondisi calon tenaga kerja kita, khususnya kondisi keuangan. Setelah diskusi dengan mereka, kami rapat dan pertemuan dengan mereka pada Selasa kemarin. Salah satu jalan keluar adalah memanfaatkan pendanaan dari bank, melalui pinjaman,”tutupnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Penutupan Peksimika Universitas Pattimura 2026

Berita

Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dokter Baru Lulusan Ke-38 Mei 2026

Berita

Rapat Kerja Senat Universitas Pattimura Periode 2026-2030

Berita

Ir. Bob Rachmat Tegaskan Amdal dan Dokumen Lainnya Bukan Formalitas: Pemrakarsa Wajib Bertanggung Jawab Hingga Akhir Operasi

Berita

BerikutUnpatti Tutup Peksimika 2026, Rektor Dorong Pengembangan Bakat Mahasiswa ke Level Nasional

Berita

Ambon Perketat Akurasi Data Bansos: 650 Agen Dikerahkan, Sistem Digital Terintegrasi NIK Segera Diterapkan

Berita

Perkuat Identitas Budaya dan SDM, Wagub Maluku Tekankan Urgensi Perlindungan Kekayaan Intelektual Daerah

Berita

Magister Ilmu Kelautan Unpatti Pertahankan Akreditasi Unggul, Jadi Role Model Mutu Pascasarjana di Maluku