Home / Hukrim

Jumat, 15 Desember 2023 - 23:32 WIB

Kebohongan RJ Dan Sejumlah Pimpinan DPRD KKT, Akhirnya Terungkap Di Persidangan,Begini Fakta-Faktanya

GlobalMaluku.Ambon-Sidang lanjutan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif, pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dengan menghadirkan Mantan Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon sebagai saksi bersama pimpinan DPRD setempat diantaranya, Jauflaun Batlajerry, Jhon Kelmanutu, Paula Laratmase dan Pitkait Taborat berlangsung seru.

Sidang yang pimpin Ketua Majelis Hakim Tipikor Haris Tewa, pada Pengadilan Negeri Ambon, pada Jumat (15/12/2023), menemukan fakta baru persidangan, terkait dengan permintaan sejumlah pimpinan DPRD KKT.

Merujuk pada pengakuan Ricky Jauwerissa pada persidangan Senin (04/12/2023) kemarin, bahwa pembahasan APBD terjadi deadlock, karena Badan Anggaran DPRD KKT menemukan kejanggalan pada SPPD sebesar Rp.9 milyar yang tidak rasional, sehingga Mantan Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon memanggil Badan Anggaran DPRD, untuk duduk bersama mencari solusi penyelesaian. Dengan cara SPPD BPKAD KKT akan dibagikan ke Forum Pimpinan Daerah (Forkopinda), guna menjaga dan menjalin hubungan baik.
Di bantah Mantan Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon. di depan Ketua Majelis Hakim Tipikor Haris Tewa, Fatlolon melampirkan data-data yang dimilikinya dan itu pun di buktikan langsung di dalam persidangan.

Baca Juga  Bullying dan Penyalahgunaan Medsos Jadi Sorotan, Kejati Maluku Turun Langsung ke SMA Negeri 26 Malteng

Dijelaskan Fatlolon, deadlock yang terjadi di DPRD pada tahun 2020 kemarin, terkait dengan Paripurna Laporan Pertanggungjawaban APBD Tahun 2019, yang pelaksanaan untuk tahun 2020 serta adanya kepentingan pribadi sejumlah anggota DPRD, terutama Ricky Jauwerissa untuk melunasi hutang pihak ketiga.
“Itulah yang menjadi sumber, sehingga SKPD pada lingkup Pemkab KKT harus mengeluarkan sejumlah dana kepada Pimpinan dan Anggota DPRD,” Ungkap Fatlolon tegas di depan Ketua Majelis Hakim.

Fatlolon juga meluruskan bahwa dirinya, sama sekali tidak pernah memanggil atau mengundang pimpinan DPRD KKT untuk bertemu dan membahas soal deadlock yang terjadi. Justru mereka sendiri yang datang menemui dirinya setelah terjadi deadlock.
“ saat terjadi deadlock ada beberapa pimpinan DPRD KKT yang ketemu sama saya yaitu, pak Ricky Jauwerissa, Jaflaun Oman Batlajerry, dan Jidon Kelmanutu. Untuk Pak Ricky Jauwerissa sendiri juga pernah bertemu saya di rumah kediaman pribadi dan meminta saya agar memberikan dana sebesar Rp.50 juta kepada 25 anggota DPRD, yang bila di totalkan maka total permintaan Ricky Jauwrissa sebesar Rp. 1.25 miliar,” Ungkap Fatlolon di Persidangan.

Baca Juga  Direktur Sinjai Mandiri polisikan Nasir Suruali Kadis PUPR SBB CS Dipolisikan Atas Dugaan Kejahatan Jabatan

Ricky Jauwerissa yang hadir pada persidangan tersebut, ketika di konfrontir oleh Ketua Majelis Hakim akhirnya mengakui, bahwa kedetangannya ke rumah kediaman mantan Bupati Kepulauan Tanimbar itu, atas permintaan dan rayuan sejumlah anggota DPRD.“ akui Ricky Jauwerissa .

Share :

Baca Juga

Hukrim

KEJATI MALUKU NAIKKAN DUGAAN KORUPSI ANGGARAN DINAS PENDIDIKAN KE TAHAP PENYIDIKAN

Hukrim

Bullying dan Penyalahgunaan Medsos Jadi Sorotan, Kejati Maluku Turun Langsung ke SMA Negeri 26 Malteng

Hukrim

“Enam Pemilik Toko Dipanggil Kejati Maluku, Ada Apa di Balik Penyidikan PT Bipolo Gidin?”

Hukrim

Kejati Maluku Geber Empat Kasus Korupsi, Kerugian Negara Rp4,29 Miliar Terungkap

Hukrim

Mantan Kadis PUPR Maluku MM Jadi Tersangka Korupsi Air Bersih Pulau Haruku, Kerugian Negara Rp3,83 Miliar

Hukrim

Kasus Pembunuhan Nus Kei Masuk Babak Penuntutan, Dua Tersangka Resmi Ditahan Jaksa dan Segera Disidangkan di PN Ambon

Hukrim

Empat Tersangka Korupsi Jalan Danar–Tetoat Akhirnya Ditahan, Negara Rugi Rp2,84 Miliar

Hukrim

Gubernur Lewerissa Gandeng PPI Dunia Amerop, Banda Disiapkan Mendunia Lewat Program Pengabdian Mahasiswa