AMBON-Menindak lanjuti apa yang menjadi keresahan negeri kaibobo atas hadirnya Maluku integrated Port, Bupati Seram Bagian Barat(SBB) , Ir. Asri Arman. MT.,menggelar pertemuan dengan para tokoh masyarat Kaibobo, yang di wakili oleh stap Pemerintah desa, BPD, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, yang berlangsung di ruang kantor bupati, pada Selasa(20/5/2025).
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai macam permasalahan menyangkut hadirnya Maluku integrated Port dan berbagai macam isu yang sengaja dimainkan oleh oknum-oknum tertentu agar Maluku integrated Port beralih kekKabupaten yang lain.
Pernyataan masyarakat Kaibobo untuk menolak Maluku Integrated Port, itu hanya bentuk kekecewaan kepada Pemerintah daerah yang selama ini masyarakat Kaibobo merasa bahwa, Kaibobo sebagai pemilik hak adat atau ulayat yang akan dijadikan sebagai lokasi Maluku Integrated Port,mestinya pemerintah daerah hargai hak adat atau ulayat negeri Kaibobo,agar tidak ada ketersinggungan yang akibatnya akan menjadi penghalang kedepan.
Disisi lain, Bupati SBB juga mengatakan, selama ini belum ada komunikasi pemerintah daera dengan desa-desa disekitar lokasi yang disiapkan untuk Maluku Integrated Port tersebut, desa-desa yang telah melakukan dukungan lewat vedio yang beredar di fb, tiktok dan yang lain, itu hanya inisyatif mereka, tapi bukan setingan atau arahan pemerintah daerah, karena semua ini masih dalam koordinasi dengan Pemerintah Provinsi(Pemrov) bahkan Pemerintah Pusat(Pempus).
Lebih lanjut Bupati juga menyampaikan,dukungan untuk masuknya Maluku Integrated Port atau pembangunan Pelabuhan Terpadu, yang akan melibatkan seluruh tokoh masyarakat tiga batang air (Tala,Eti,Sapalewa) dan itu kita akan duduk bersama, bukan saja dengan Pemda SBB, tapi juga dengan Pemerintah Provinsi bahkan pemerinta pusat.
Lewat kesempatan ini juga, Bupati minta dukungan dari seluruh elemen masyarakat SBB untuk menyambut hadirnya Maluku Integrated Port di daerah kita, karena hadirnya proyek Nasional ini, akan membuka nuansa baru terciptanya lapangan pekerjaan untuk generasi kita, sekaligus menepis pengangguran demi kesejahteraan di Bumi Saka Mese Nusa yang katong cintai, “pinta Bupati.

































