MASOHI-Proses pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) periode 2024-2029 sempat memanas. Ketegangan itu mencuat ke publik setelah inseden Walk Out (WO) yang dilakukan oleh Baginda Paduka Raja Kerajaan Adat Nusantara Muna, La Ode Riago,SH beserta Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Kabupaten Muna.

Ini terlihat dari sikap Yang Mulia Baginda Raja,Kerajaan Adat Nusantara Muna, La Ode Riago,SH dan seluruh Majelis Adat Kerajaan Nusantara Kabupaten Muna teriak Buton Sentris dan Walk Out dari acara Pelantikan dan Peneguhan Pengurus KKST Kabupaten Maluku Tengah di Baeleo Sukarno, Rabu,(2/6/2025).
Raja Muna, La Ode Riago,SH ketika ditemui awak media, disampaikan bahwa panitia pelantikan dan peneguhan pengurus KKST Maluku Tengah tidak berkomitmen dengan apa yang sudah dikonfirmasihkan sehari sebelum acara ini dilaksanakan.
“Kami tidak sepakat dengan apa yang dilaksankan oleh panitia pelantikan ini. Pasalnya hasil konfirmasih kami sehari sebelum terlaksannya acara ini. Disulawesi Tenggara ini ada 4 pilar, Suku Buton, Suku Muna, Suku Tolaki dan Suku Moronene,”ungkapnya.
Lebih lanjut Riago mengatakan 4 pilar ini menjadikan satu kesatuan KKST. Acara yang dibuat ini adalah acara Sulawesi Tenggara, tetapi isinya tidak mencerminkan 4 Pilar. Ini yang sangat disayangkan dan karena panitia sendiri yang tidak konsisten maka kami memilih untuk Walk Out.
Meski demikian, Baginda La Ode Riago tetap mengajak seluruh warga Muna di Maluku Tengah untuk tidak terprovokasi dan terus menjaga semangat persaudaraan.
“Saya minta masyarakat Muna tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Jangan karena kecewa, kita terjebak dalam sikap yang tidak bijak. Nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur harus dijaga, karena kita datang untuk merekatkan, bukan memecah belah,”



























