MASOHI — Sebanyak 938 warga dari 38 jemaat dalam wilayah pelayanan Klasis GPM Masohi mendapat pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang digelar Bidang Pekabaran Injil dan Pelayanan Kasih (PIPK) bersama PHRG Klasis Masohi.

Bakti sosial dalam rangka menyongsong HUT ke-91 Gereja Protestan Maluku (GPM) tersebut dipusatkan di Gedung Gereja Siloam, Jemaat GPM Letwaru, Kecamatan Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (24/8/2026).
Dari total 938 warga yang mendapatkan pelayanan, sebanyak 663 orang mengikuti pemeriksaan mata, sementara 275 lainnya mendapat pemeriksaan kesehatan umum.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari itu mendapat antusiasme tinggi dari warga. Pelayanan kesehatan melibatkan sejumlah dokter dan tenaga medis di Kabupaten Maluku Tengah.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Klasis Masohi, Pdt. Dhemas Untarola. Pelaksanaan bakti sosial juga mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Maluku Tengah, Puskesmas Letwaru, Puskesmas Masohi, Klinik Mata Ambon Vlissingen, serta Komunitas Mata Bae.
Sekretaris Panitia, Pdt. Dany Kaya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi PIPK dan PHRG Klasis Masohi dalam menghadirkan pelayanan kasih kepada masyarakat.
Menurut Kaya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari program kerja pelayanan, tetapi juga merupakan wujud nyata kepedulian gereja terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
“Ini merupakan kolaborasi Bidang Pekabaran Injil dan Pelayanan Kasih bersama PHRG Klasis Masohi. Semua 38 jemaat dalam wilayah Klasis Masohi turut mengambil bagian dalam kegiatan ini,” jelas Kaya.
Ia mengatakan, keterlibatan dokter dan tenaga medis membuat pelayanan dapat berjalan maksimal. Antusiasme warga yang datang sejak pagi hingga malam, menurutnya, menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat.
“Antusiasme jemaat dari 38 jemaat sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat mendapat perhatian yang luar biasa,” katanya.
Kaya menambahkan, tingginya partisipasi warga sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran gereja melalui pelayanan kasih masih sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan tersebut, terutama para dokter, tenaga medis, panitia, jemaat, serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian.
“Kami bersyukur kepada Tuhan karena dengan kasih-Nya dan kerja sama dengan para medis, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Terima kasih kepada semua yang telah berlelah-lelah sepanjang hari. Kiranya Tuhan menghitung setiap lelah dan pengorbanan sebagai berkat bagi pribadi dan keluarga,” ujar Kaya.
Panitia juga memastikan jemaat yang belum sempat mengikuti pelayanan dalam kegiatan tersebut tetap mendapat kesempatan untuk mengambil bagian dalam kegiatan pelayanan berikutnya.
“Bakti sosial ini menjadi salah satu wujud nyata pelayanan gereja dalam menyambut HUT ke-91 GPM, sekaligus mempertegas peran gereja untuk hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tutupnya.





































