Home / Berita

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:46 WIB

SEKDA MALUKU: ASN HARUS MELAYANI, BUKAN DILAYANI! LATSAR CPNS JADI FONDASI INTEGRITAS DAN PROFESIONALISME

AMBON, GLOBALMALUKU.ID | Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Sadli Ie, S.T., M.Si., menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) harus menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama dalam menjalankan tugas pemerintahan. Menurutnya, ASN merupakan abdi negara sekaligus abdi masyarakat yang hadir untuk memberikan pelayanan, bukan justru menuntut untuk dilayani.

Penegasan tersebut disampaikan Sadli Ie dalam sambutannya pada penutupan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II dan III lingkup Pemerintah Kota Ambon Tahun 2026.

Di hadapan para peserta dan jajaran penyelenggara pelatihan, Sadli menekankan bahwa Latsar bukan sekadar tahapan formal untuk memenuhi persyaratan sebagai PNS, melainkan fondasi awal dalam membentuk karakter, integritas, kompetensi, serta budaya kerja aparatur yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Kita ada karena masyarakat, bukan masyarakat yang ada karena kita. Sebagai ASN, kita adalah abdi negara sekaligus abdi masyarakat. Artinya, kita hadir untuk melayani masyarakat, bukan untuk dilayani,” tegas Sadli.

Ia mengingatkan, setiap ASN harus mampu menghadirkan pelayanan yang mudah, tepat, dan tidak berbelit-belit. Karena itu, peserta Latsar yang nantinya menjalankan tugas di berbagai perangkat daerah diminta tidak membangun jarak dengan masyarakat, apalagi mempersulit urusan warga yang membutuhkan pelayanan pemerintah.

Sadli juga meminta para CPNS agar tidak menjadikan prosedur birokrasi sebagai alasan untuk menghambat pelayanan. Sebaliknya, setiap prosedur harus dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku dengan tetap mengutamakan kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

Jangan Berkecil Hati, Peluang Karier ASN Terbuka bagi Semua

Selain menyoroti pelayanan publik, Sadli memberikan motivasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan Latsar, baik mereka yang masuk dalam predikat sepuluh besar maupun yang belum memperoleh predikat tersebut.

Menurutnya, keberhasilan dalam pelatihan bukanlah satu-satunya ukuran yang menentukan perjalanan karier seorang ASN. Setiap peserta memiliki peluang untuk berkembang, meningkatkan kapasitas, dan meraih jabatan yang lebih tinggi apabila disertai kerja keras, disiplin, integritas, serta kinerja yang baik.

“Jangan pernah merasa bahwa kesempatan untuk berkembang hanya dimiliki oleh mereka yang memperoleh predikat terbaik dalam pelatihan. Perjalanan karier birokrasi masih panjang. Siapa pun memiliki kesempatan untuk berkembang sepanjang mau bekerja keras, terus belajar, menjaga integritas, dan menunjukkan kinerja yang baik,” pesannya.

Baca Juga  Hadiri Pelantikan Perempuan PGRI Widya Pratiwi : Perempuan PGRI Mitra Strategis Pemerintah

Sadli bahkan mendorong para peserta agar memiliki cita-cita besar dalam karier birokrasi, termasuk peluang mencapai jabatan pimpinan tinggi pratama hingga posisi sekretaris daerah.

Namun, ia mengingatkan bahwa pencapaian tersebut membutuhkan proses panjang, pengalaman, kompetensi, kedisiplinan, dan komitmen yang kuat dalam menjalankan tanggung jawab.

Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar para CPNS tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pelatihan, tetapi terus membangun kualitas diri dan membuktikan kemampuan melalui pekerjaan nyata.

ASN Dituntut Adaptif di Tengah Perubahan Teknologi dan Regulasi

Dalam sambutannya, Sadli juga menyoroti pentingnya kemampuan aparatur untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, digitalisasi, dan perubahan regulasi pemerintahan.

Ia menilai, ASN yang tidak memperbarui pengetahuan dan kemampuan berisiko tertinggal dalam menjalankan tugas maupun mengembangkan karier.

Untuk menggambarkan pentingnya mengikuti perkembangan informasi, Sadli mengibaratkan ASN seperti pedagang yang harus memahami perubahan harga pasar agar mampu bersaing dan mengambil keputusan yang tepat.

Menurutnya, aparatur pemerintahan juga harus senantiasa memperbarui pengetahuan, memahami kebijakan terbaru, serta mempelajari regulasi yang berkaitan langsung dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Sadli secara khusus mengingatkan pentingnya memahami Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara beserta peraturan pelaksanaannya.

Ia meminta para CPNS tidak menunggu munculnya persoalan untuk mencari tahu aturan yang berlaku. Sebaliknya, kebiasaan belajar dan meningkatkan kompetensi harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.

“Jangan sampai kita bekerja hanya berdasarkan pengetahuan lama, sementara ketentuan yang berlaku sudah diperbarui,” pesannya.

Menurut Sadli, perubahan lingkungan kerja pemerintahan menuntut aparatur untuk terus belajar agar mampu bekerja secara efektif, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Loyalitas Harus Dibuktikan dengan Kinerja, Bukan Sekadar Kata-Kata

Pesan berikutnya yang ditekankan Sadli adalah pentingnya menjaga loyalitas, integritas, dan kepercayaan yang diberikan pimpinan.

Ia meminta para CPNS melaksanakan setiap tugas dengan sungguh-sungguh serta menunjukkan tanggung jawab melalui hasil pekerjaan yang terukur.

Baca Juga  Berkomitmen Untuk Menurunkan Fatalitas Dan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja Bersama Stakeholder Lakukan FKLL

Loyalitas, katanya, tidak cukup ditunjukkan melalui pernyataan atau kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam kedisiplinan, komitmen, kepatuhan terhadap aturan, dan pencapaian kinerja.

“Kalau istilah yang sering kita dengar sekarang adalah gas full, maka bekerjalah dengan penuh semangat, berikan kemampuan terbaik, dan tuntaskan tanggung jawab yang dipercayakan kepada saudara-saudara,” ujarnya.

Meski demikian, Sadli menegaskan bahwa loyalitas tidak boleh menghilangkan integritas. Setiap ASN harus tetap profesional, bertanggung jawab, dan berpegang pada ketentuan yang berlaku dalam menjalankan tugas.

Ia berharap para peserta mampu membangun reputasi melalui kerja keras, menjaga nama baik institusi, serta menunjukkan kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat.

Latsar Bukan Garis Akhir Pengabdian

Menutup sambutannya, Sadli berharap seluruh peserta Latsar CPNS Golongan II dan III lingkup Pemerintah Kota Ambon Tahun 2026 dapat menerapkan pengetahuan, pengalaman, serta nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Ia mengingatkan agar para CPNS tidak hanya berorientasi pada jabatan dan perkembangan karier pribadi, tetapi juga memiliki semangat pengabdian serta kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

Bagi Sadli, keberhasilan seorang ASN tidak semata-mata ditentukan oleh jabatan yang dicapai, tetapi juga oleh kualitas pelayanan, integritas, dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Jadilah ASN yang tidak hanya mengejar jabatan, tetapi juga memiliki semangat pengabdian. Jangan hanya berorientasi pada karier pribadi, melainkan tunjukkan pula kontribusi nyata bagi organisasi, pemerintah daerah, dan masyarakat,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang telah menuntaskan Latsar dan berharap mereka mampu menjadi aparatur yang profesional, berintegritas, adaptif, serta berorientasi pada pelayanan publik.

Pesan utama yang ditinggalkan dalam penutupan Latsar tersebut jelas: menjadi ASN bukan sekadar memperoleh status sebagai pegawai pemerintah, melainkan menerima tanggung jawab untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati, bekerja sesuai aturan, dan menjaga kepercayaan publik.

Dengan bekal tersebut, para CPNS diharapkan mampu menjadi bagian dari birokrasi yang semakin berkualitas serta menghadirkan pelayanan pemerintahan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Ambon.

Share :

Baca Juga

Berita

DANA DESA MENYUSUT, BODEWIN TANTANG KADES DAN BPD: JANGAN BERKONFLIK, BANGUN SINERGI UNTUK RAKYAT!

Berita

KABUT ASAP ANCAM KESEHATAN, GUBERNUR MALUKU TURUN KE JALAN BAGIKAN 1.500 MASKER KN95

Berita

WALIKOTA AMBON TEKANKAN DISIPLIN DAN INTEGRITAS, CPNS DIMINTA BUKTIKAN KINERJA DAN UTAMAKAN PELAYANAN PUBLIK

Berita

Apel Pagi Pemkot Ambon Diwarnai Penyerahan CSR CIMB Niaga, 735 Siswa SMP Negeri 7 Jadi Penerima Manfaat

Berita

Kadis Kesehatan Ambon Instruksikan Puskesmas dan Rumah Sakit Siaga Hadapi Dampak Kualitas Udara

Berita

Blok Masela Jangan Cuma Keruk Kekayaan Maluku! Pemprov Desak Lapangan Kerja dan Kesejahteraan Rakyat Jadi Prioritas

Berita

Gubernur Maluku Dukung Seram Opportunity, 400 Kluster Sawit Dibidik dan 20 Ribu Tenaga Kerja Ditargetkan

Berita

Ketua Komisi IV DPR RI Apresiasi Bulog Capai Pengadaan 4 Juta Ton Beras, Gubernur Maluku Hadir di Ambon