AMBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memastikan korban kebakaran yang terjadi di kawasan Batu Meja akan segera menerima bantuan tanggap darurat serta dana stimulan untuk membantu pemulihan pascabencana.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, usai menyerahkan paket sarana perikanan kepada kelompok budidaya ikan di bawah Jembatan Merah Putih (JMP), Desa Hative Kecil, Selasa (28/7/2026).
Wattimena mengungkapkan, berdasarkan hasil identifikasi sementara, musibah kebakaran tersebut mengakibatkan empat unit kios dan satu rumah terdampak.
“Kebakaran ini sudah kita tinjau. Yang paling tidak sudah diidentifikasi bahwa kejadian itu berdampak pada empat kios dan satu rumah. Sesuai ketentuan yang berlaku, pemerintah akan memberikan bantuan tanggap darurat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan tanggap darurat akan diberikan selama tiga hari, berupa kebutuhan dasar, termasuk peralatan memasak bagi para korban.
“Selama masa tanggap darurat itu mereka akan mendapatkan bantuan, termasuk alat masak. Setelah itu, pemerintah juga akan memberikan dana stimulan untuk membantu mereka membangun kembali rumahnya, tentu dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Menurut Wattimena, khusus bagi kios-kios yang terbakar, pemerintah masih akan melakukan pendataan lebih lanjut karena sebagian merupakan bangunan yang disewa dari pemilik lahan.
“Kita akan lihat sesuai aturan, karena kios-kios tersebut ada yang menyewa dari pemilik tempat. Semua akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.
Selain bantuan dari pemerintah, Wali Kota mengaku telah memberikan bantuan pribadi kepada lima korban terdampak kebakaran. Masing-masing korban menerima bantuan sebesar Rp2 juta sebagai modal awal untuk kembali menjalankan usahanya.
“Kemarin secara pribadi saya juga sudah memberikan bantuan kepada lima korban terdampak. Masing-masing saya bantu Rp2 juta sebagai modal usaha mereka,” ungkapnya.
Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk kehadiran Pemerintah Kota Ambon dalam memberikan respons cepat terhadap setiap musibah yang dialami masyarakat.
“Yang paling penting adalah masyarakat merasakan bahwa pemerintah hadir dan memberikan respons cepat terhadap setiap persoalan di Kota Ambon, termasuk bagi mereka yang terkena bencana,” pungkasnya.





































