AMBON – Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun menegaskan bahwa semangat perjuangan Kapitan Pattimura harus terus diwariskan kepada generasi muda sebagai fondasi membangun daerah di tengah dinamika perkembangan zaman.
Dalam keterangannya dari Ambon pada Jumat (15/5/2026), Watubun menyampaikan bahwa peringatan Hari Pattimura ke-209 bukan hanya ritual tahunan, tetapi momentum penting untuk menanamkan nilai keberanian, pengorbanan, dan kecintaan terhadap tanah Maluku.
Menurutnya, tokoh perjuangan Maluku, Kapitan Pattimura, telah mewariskan semangat juang yang harus tetap hidup di tengah tantangan era modern yang semakin kompetitif. “Perjuangan Pattimura bukan sekadar melawan penjajahan, tetapi juga tentang tekad membangun negeri. Nilai-nilai itu wajib diteruskan oleh generasi muda,” tegas Watubun.
Ia menilai bahwa anak-anak muda Maluku memikul tanggung jawab besar untuk merawat nilai sejarah, sekaligus memanfaatkannya sebagai inspirasi meraih prestasi di berbagai bidang.
“Semangat Pattimura harus ada dalam diri pemuda Maluku. Mereka harus berani bermimpi besar, menjunjung persaudaraan, dan menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk memajukan daerah ini,” ujarnya.
Watubun juga menekankan pentingnya menjadikan Hari Pattimura sebagai momen refleksi bersama guna memperkuat identitas dan kecintaan terhadap tanah air, terutama di kalangan generasi muda. Nilai budaya, sejarah, dan jiwa kepahlawanan menurutnya harus terus dirawat agar tidak luntur oleh arus modernisasi.
Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat untuk menyediakan ruang seluas-luasnya bagi pengembangan kreativitas pemuda—baik dalam pendidikan, olahraga, seni budaya, hingga kewirausahaan.
“Potensi pemuda Maluku sangat besar. Yang dibutuhkan adalah dukungan dan kesempatan, agar mereka bisa berkembang dan membawa nama Maluku ke level nasional bahkan internasional,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Watubun berharap peringatan Hari Pattimura tahun ini menjadi pemantik semangat baru bagi masyarakat Maluku. “Jangan hanya menjadi seremoni, tetapi harus menghidupkan kembali semangat kebangsaan dan optimisme untuk menatap masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

































