AMBON-Wakil Walikota Ambon Ely Toisuta mengatakan bahwa, minat baca di indonesia masih tergolong sangatlah rendah. bahkan, dalam world’s most literate nations ranked 2016 indonesia menempati posisi ke 60 tingkat baca paling rendah dari 61 negara.
Pasalnya,dalam data bps 2024 menunjukkan persentase anak yang dibacakan buku cerita/dongeng dan belajar/membaca buku anak usia dini yang dilakukan bersama orang tua/wali masih sangat kecil sekitar 17,21% dan 11,12%. padahal, salah satu kunci keberhasilan dan kemajuan suatu negara adalah dengan masyarakatnya yang gemar membaca. selain itu, membaca dengan metode nyaring sangatlah memerlukan.
Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisuta, menyampaikan keprihatinannya terhadap menurunnya minat baca anak-anak di kota Ambon.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua, guru, dan masyarakat dalam menumbuhkan kembali budaya membaca sejak dini.
“Minat membaca anak-anak saat ini sangat berkurang. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap bisa menularkan semangat membaca kepada mereka sejak dini. Ini bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga untuk orang tua, guru, dan seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya di Grand Avira Ambon, Selasa 6 Mei 2025.
Elly juga menyoroti pentingnya membaca sebagai cara untuk memahami perkembangan zaman, yang tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh penggunaan smartphone. Menurutnya, membaca dapat membantu membentuk karakter dan mental anak-anak secara lebih positif.
Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan agar Pemerintah Kota Ambon dapat menghidupkan kembali kebiasaan belajar anak-anak pada jam-jam tertentu, seperti yang pernah diterapkan di lingkungan RT dan RW. Ia menegaskan bahwa jika hal tersebut menjadi kebutuhan, maka tidak ada alasan untuk tidak mengembalikannya.
Kalau dulu ada aturan jam belajar anak di lingkungan RT dan RW, itu bisa kita hidupkan kembali jika memang dibutuhkan. Tidak ada yang tidak mungkin,” tegasnya.



























