MASOHI-Komando Distrik Militer (Kodim) 1502/Masohi menggelar kegiatan Pembinaan komunikasi (Binkom) Cegah Konflik Sosial Tahun 2025 di Masohi, Kabupaten Maluku Tengah. Binkom yang mengusung tema “Peran Seluruh Komponen Masyarakat dalam Mencegah Konflik Sosial Di Wilayah Kodim Masohi” bertempat di Aula Makodim 1502/Masohi, Rabu, (19/03/2025)

Acara dibuka langsung oleh Dandim 1502/Masohi Letkol Czi.Ir. Muhammad Yusup Aksa,ST.MM.M.Han , dan dalam sambutannya, Dandim 1502/Masohi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan ini sehingga terlaksana dengan baik. Sebagaimana dipahami bersama bahwa keamanan dan ketahanan nasional merupakan tanggungjawab kita semua sehingga perlunya menjalin komunikasi dan koordinasi dengan baik.
Maluku lebih dikenal dengan kehidupan Pela Gandong, ada satu folosofy yang selalu dipertahankan yaitu potong di kuku rasa di daging, tentunya hal ini yang harus kita pertahankan dalam kehidupan orang basudara.
Konflik sosial di zaman sekarang juga bisa timbul akibat penyalahgunaan Medsos dunia maya sehingga konflik sosial bisa saja terjadi kapanpun dan dimanapun. Untuk menjamin keamanan dan mencegah konflik sosial memerlukan kerjasama dengan seluruh komponen masyarakat yang ada di kabupten Maluku Tengah ini. “Semoga saja dengan adanya kegiatan pembinaan komunikasi cegah konflik sosial ini, maka kita akan dapat memahami potensi ancaman gangguan hambatan dan tantangan dari konflik sosial, “ ucap Dandim mengakhiri.
Adapun nara sumber dalam kegiatan tersebut antara lain Letkol Czi.Ir. Muhammad Yusup Aksa,ST.MM.M.Han, Kapten Inf.Singgih Ardi, AKP.C.Hariyanto dan Stefanus Johanes Noya, S.Sos.,M.Si dengan mengambil materi “Kewaspadaan dini sebagai upaya pencegahan konflik sosial”
Hadir dalam kegiatan Bimkom ini, Dandim 1502/Masohi, Letkol Czi.Ir. Muhammad Yusup Aksa,ST.MM.M.Han, Kapolres Maluku Tengah dalam hal ini di wakili oleh Kasat Bimas, AKP.C.Hariyanto,Kapten Inf.Singgih Ardi dari Pusat Inteljen Angkatan Darat, Dan Unit Intel 3 Tim Intel Korem dan juga sejumlah tamu undangan dari tokoh agama, toko adat, toko masyarakat, pemuda dan akademisi. (Chr)

































