Home / Berita

Kamis, 24 Juli 2025 - 21:22 WIB

Pendidikan Di Maluku Harus Dibenahi, Terkhusus Wilayah 3T

AMBON — Pemerataan pendidikan di Provinsi Maluku kembali menjadi sorotan. Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Saudah Tuankotta/Tethool, menilai kondisi distribusi kepala sekolah dan guru, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), masih jauh dari kata ideal.

”Kita menghadapi persoalan serius. Banyak sekolah di daerah 3T tidak memiliki kepala sekolah, apalagi guru yang bersedia bertugas di sana,” ujar Tethool saat diwawancarai, di ruang komisi IV, Rabu (23/7/2025).

Menurut Tethool, pemerintah saat ini tengah menyusun formula baru untuk menempatkan kepala sekolah secara lebih merata, terutama di daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau. Namun, upaya ini perlu didukung oleh kebijakan anggaran yang konkret.

“Jangan hanya berhenti di regulasi. Harus ada insentif yang layak sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang mengabdi di daerah-daerah terpencil. Itu akan menjadi pemicu semangat untuk mereka tetap bertahan dan melayani,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati SBB,Media Dan Pemda Harus Punya Peran Strategis Kepada Masyarakat

Ia juga menyoroti dampak dari maraknya pendirian sekolah baru tanpa perencanaan matang, yang justru menyulitkan pemerataan tenaga pengajar. Di beberapa wilayah, seperti di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), satu desa bisa memiliki satu SMA.

“Bayangkan, 10 desa berarti 10 SMA, dan semuanya membutuhkan guru. Padahal kita sendiri masih kekurangan tenaga pendidik. Ini bukan solusi, malah menambah masalah,” ungkap dia prihatin.

Saudah mengusulkan agar sekolah-sekolah yang tidak memiliki siswa cukup agar digabungkan kembali untuk menjaga efektivitas dan kualitas pendidikan. Ia menyebut, langkah ini sejalan dengan dorongan pemerintah untuk mengembangkan konsep Sekolah Rakyat.

“Dengan konsep ini, kita berharap bisa mengurangi pembukaan sekolah-sekolah baru yang tidak terukur, dan justru memperkuat kualitas pendidikan yang merata,” katanya.

Baca Juga  Rayakan Hut Ke 50 Klasis GPM Kota Ambon,Ucapkan Selamat Pada Pj Walikota

Lebih jauh, ia mengkritisi keberadaan SMK yang dinilai belum mampu mencetak lulusan yang siap kerja. Saoda mencontohkan SMK pertanian, yang lulusannya belum mampu menjadi motor penggerak pertanian di desa.

“Harus ada pembenahan kurikulum dan pembinaan keahlian. Jangan sampai siswa SMK hanya lulus tanpa kompetensi,” pungkasnya

Ia juga mendukung gagasan rotasi guru dari sekolah-sekolah di kota ke desa sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan pendidikan. Hal ini, kata dia, sudah menjadi pembicaraan serius di internal Komisi IV.

“Kita butuh keadilan pendidikan. Anak-anak yang tinggal jauh dari kota pun berhak mendapat pendidikan yang layak. Ini tanggung jawab bersama,” tutup Ketua Komisi IV itu.

Share :

Baca Juga

Berita

Serahkan KUA-PPAS 2027, Wali Kota Ambon Tekankan Kemandirian Fiskal Lewat Penguatan PAD dan Ekonomi Produktif

Berita

DPRD Maluku Desak Pemprov Siapkan Opsi Pendanaan Baru, Jangan Bergantung pada Pinjaman SMI

Berita

PWI Maluku Desak Kapolda Evaluasi Kapolresta Ambon, Minta Kasatreskrim Dicopot Jika Kasus Lutfi Helut Dipaksakan Naik ke Penyidikan

Berita

Rektor Unpatti Targetkan 80 Persen Lulusan Terserap Dunia Kerja

Berita

Rektor Unpatti Lepas 1036 Wisudawan, Dorong Lulusan Jadi Agen Perubahan dan Wujudkan World Class University

Berita

Wali Kota Ambon Serahkan Bantuan Sarana Perikanan, Dorong Nelayan Tingkatkan Pendapatan dan Keluar dari Kemiskinan

Berita

Wali Kota Ambon Pastikan Korban Kebakaran Terima Bantuan Tanggap Darurat dan Dana Stimulan

Berita

Calon Paskibraka Kabupaten Kepulauan Aru Jalani Latihan Intensif, Bangga Kibarkan Merah Putih di HUT ke-81 RI