Home / Berita

Rabu, 29 April 2026 - 20:15 WIB

Awaiya Jadi Simpul Ekonomi Baru: Industri Kelapa dan Pala Resmi Dibangun di Liang

Liang, Maluku Tengah – Arah baru pembangunan ekonomi Maluku resmi dimulai. Desa Liang, Kecamatan Teluk Elpaputih, menjadi saksi lahirnya babak penting transformasi sektor perkebunan, lewat peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek hilirisasi kelapa dan pala, Rabu (29/4).

Kegiatan ini merupakan bagian dari groundbreaking 13 proyek hilirisasi tahap kedua yang digelar serentak di delapan wilayah Indonesia, dan diikuti langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Maluku Bersiap “Naik Kelas”

Untuk wilayah Maluku, acara dipusatkan di Desa Liang, dengan kehadiran Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Nefra Firdaus, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta jajaran PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional VIII Awaiya.

Groundbreaking ini menjadi tonggak pergeseran penting: komoditas unggulan kelapa dan pala tidak lagi hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi mulai diolah untuk menghasilkan nilai tambah yang jauh lebih besar bagi daerah.

Gubernur Lewerissa: Hilirisasi adalah Transformasi Ekonomi

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa hilirisasi bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis menuju transformasi ekonomi berbasis keunggulan lokal.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, kami menyambut baik dimulainya hilirisasi kelapa dan pala ini sebagai bagian dari program nasional,” ujarnya.

Ia mencatat bahwa produksi kelapa di Maluku telah melampaui 100 ribu ton per tahun, sementara pala menghasilkan ribuan ton komoditas berkualitas tinggi. Namun, sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk mentah.

Baca Juga  Lulusan terbanyak Dalam Sejarah ,Unpatti Ambon Mewisudakan 2577 Orang

Melalui hilirisasi, kata Gubernur, bukan hanya nilai jual yang meningkat, tetapi juga tercipta industri pengolahan, lapangan kerja baru, serta kemitraan yang lebih kuat antara petani dan perusahaan.

Stabilitas Keamanan Jadi Fondasi Investasi

Dalam keterangannya, Gubernur menekankan pentingnya menjaga iklim kondusif guna memastikan keberlanjutan investasi.

“Iklim yang kondusif harus kita jaga bersama. Ini investasi untuk masa depan masyarakat Maluku,” tegasnya.

Ia mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian dan PTPN yang telah memilih Maluku Tengah sebagai lokasi pengembangan industri, serta mendorong kolaborasi lintas pemerintah agar program hilirisasi berjalan efektif.

Akhiri “Paradoks Kekayaan” di Maluku

Gubernur Lewerissa turut menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai “paradoks kekayaan” — kondisi di mana Maluku yang kaya sumber daya alam justru belum sepenuhnya menikmati hasilnya.

“Kita kirim bahan mentah keluar, mereka olah, lalu kita beli kembali dengan harga mahal. Ini paradoks yang harus diakhiri,” tegasnya.

Menurutnya, hilirisasi adalah kunci untuk memutus rantai ini, sekaligus menjadi jawaban atas tantangan pengangguran dan kemiskinan yang masih terjadi.

“Kalau tenaga kerja terserap, pengangguran berkurang, dan masyarakat mulai punya harapan,” katanya.

Perusahaan Diminta Jalankan CSR Secara Nyata

Gubernur juga menegaskan agar perusahaan benar-benar menjalankan tanggung jawab sosial (CSR) dengan baik.

“Kalau sudah untung, jangan lupa masyarakat. CSR harus dirasakan, bukan sekadar laporan,” ujarnya.

Awaiya Menjadi Pusat Pertumbuhan Baru

Groundbreaking ini bukan hanya menandai pembangunan fasilitas hilirisasi, tetapi simbol perubahan arah pembangunan di Maluku. Awaiya kini bersiap menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru — tempat kelapa dan pala tidak hanya tumbuh, tetapi diolah untuk menghadirkan masa depan yang lebih sejahtera bagi masyarakat.

Baca Juga  Dorong Pengelolaan Tambang Berbasis Lingkungan & Hak Masyarakat Adat, Ini Yang dikatakan Alhidayat Wadjo

Transformasi ini diharapkan membawa Maluku keluar dari pola lama sebagai penyuplai bahan mentah, menuju era industrialisasi berbasis komoditas unggulan daerah.

Dengan langkah awal yang kuat ini, harapan masyarakat Maluku kian nyata: menjadi tuan di tanah sendiri, dan menikmati sepenuhnya kekayaan alam yang selama ini dimiliki.

Share :

Baca Juga

Berita

Noaf Rumauw Dorong MBD dan KKT Jadi Prioritas Tenaga Kerja Blok Masela

Berita

TP Posyandu Maluku Kunjungi Kepulauan Aru, Dorong Percepatan Transformasi 6 SPM

Berita

AIKO Health Temui Bupati Malteng, Bahas Pemanfaatan AI untuk Perluas Akses Informasi Kesehatan

Berita

Dies Natalis ke-39, Wali Kota Ambon Dorong Polnam Perkuat SDM Unggul dan Berdaya Saing

Berita

Pemkab Malteng Percepat Hilirisasi Kelapa dan Pala, Masyarakat Adat Nyatakan Dukungan

Berita

Wali Kota Ambon Tekankan Tiga Pilar Kepemimpinan Saat Buka PKJL AMGPM Dakota

Berita

Sekot Ambon Dorong Percepatan Penetapan Raja Definitif di 7 Negeri

Berita

Sekot Ambon: Nilai-Nilai Pancasila Harus Menjadi Ruh Pelayanan Aparatur Negara