MASOHI, GLOBALMALUKU.ID | Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mulai melihat peluang pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai salah satu instrumen pendukung dalam memperluas akses informasi dan edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, dengan perwakilan AIKO Health, Senin (5/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas pemanfaatan platform digital berbasis AI yang menyediakan layanan konsultasi awal, informasi fasilitas kesehatan, serta edukasi dan panduan kesehatan yang dapat diakses masyarakat secara lebih mudah.
Pemanfaatan teknologi ini dinilai relevan bagi Maluku Tengah yang memiliki wilayah geografis luas dan karakter kepulauan, sehingga akses masyarakat terhadap tenaga kesehatan maupun fasilitas pelayanan kesehatan belum sepenuhnya merata.
Melalui teknologi digital, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi kesehatan secara lebih cepat, termasuk pengetahuan mengenai kondisi kesehatan, langkah pencegahan, serta tindakan awal yang perlu dilakukan sebelum mendapatkan pelayanan medis secara langsung.
Kehadiran AI juga dipandang berpotensi memperkuat edukasi kesehatan masyarakat. Informasi yang mudah diakses dapat mendorong masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan dan melakukan langkah mitigasi lebih dini.
Namun, pemanfaatan AI dalam sektor kesehatan tetap harus ditempatkan sebagai alat pendukung, bukan pengganti tenaga medis. Pemeriksaan pasien, diagnosis penyakit, pemberian terapi, maupun tindakan medis tetap menjadi kewenangan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan izin sesuai ketentuan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, perkembangan teknologi tersebut menjadi peluang untuk mendorong inovasi pelayanan publik, khususnya dalam menghadirkan akses informasi kesehatan yang lebih inklusif bagi masyarakat di wilayah perkotaan maupun pelosok kepulauan.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan transformasi digital pelayanan publik sekaligus mendukung peningkatan literasi kesehatan masyarakat.
Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, pemerintah tidak hanya dituntut menghadirkan layanan yang semakin cepat, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat, aman, mudah dipahami, dan tetap terhubung dengan pelayanan tenaga kesehatan profesional.


































