AMBON,GlobalMaluku.ID |Upaya memperkuat kerukunan dan menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman Kota Ambon terus didorong melalui inovasi AKSA HARMONI (Akselerasi Pembauran Sosial dan Penguatan Persaudaraan Lintas SARA Menuju Ambon Rumah Basudara).
Inovasi tersebut digagas Oldrin Parinussa, SE, peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII, sebagai sebuah proyek perubahan untuk membangun sistem pembauran sosial yang lebih terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Gagasan ini berangkat dari realitas Kota Ambon yang memiliki kekuatan sosial dan budaya melalui nilai-nilai kearifan lokal Pela Gandong dan Siwalima. Kedua nilai tersebut selama ini menjadi fondasi persaudaraan masyarakat Maluku dalam menjaga kehidupan yang damai, rukun, dan saling menghargai.
Namun, di tengah perkembangan masyarakat perkotaan, tantangan pembauran sosial lintas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) membutuhkan pendekatan yang tidak sekadar mengandalkan penyelesaian konflik ketika terjadi persoalan.
Oldrin menilai, perdamaian harus dibangun melalui langkah pencegahan, pemetaan potensi konflik, deteksi dini, serta penguatan interaksi sosial antarkelompok masyarakat.
Menurutnya, perdamaian bukan sekadar kondisi tanpa konflik, tetapi harus diwujudkan melalui hubungan sosial yang sehat, rasa saling percaya, penghormatan terhadap perbedaan, dan kesadaran bahwa masyarakat Ambon merupakan satu keluarga besar.
“Perdamaian tidak boleh hanya dimaknai sebagai keadaan ketika tidak terjadi konflik. Perdamaian harus dibangun melalui interaksi sosial yang sehat, rasa saling percaya, penghormatan terhadap perbedaan, dan kesadaran bahwa kita semua adalah orang basudara,” demikian pesan utama yang diusung dalam inovasi AKSA HARMONI.
Enam Strategi AKSA HARMONI
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, AKSA HARMONI dirancang melalui enam instrumen strategis yang saling terintegrasi.
Pertama, Peta Harmoni, yakni pengembangan basis data dan pemetaan potensi konflik sosial sebagai dasar perencanaan kebijakan serta pengambilan keputusan yang tepat sasaran.
Kedua, Pela Gandong Untuk Semua, berupa revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal Pela Gandong sebagai kekuatan pemersatu masyarakat lintas SARA.
Ketiga, Ruang Basudara, yaitu penyediaan ruang interaksi dan perjumpaan lintas komunitas untuk membangun komunikasi, solidaritas, toleransi, serta kepercayaan sosial.
Keempat, Duta Harmoni Pemuda Ambon, dengan melibatkan generasi muda sebagai agen perubahan sekaligus pelopor perdamaian di lingkungan masyarakat.
Kelima, Harmony Early Warning System, yakni penguatan sistem deteksi dini terhadap potensi konflik sosial melalui pendekatan berbasis data, informasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Keenam, Duta Damai Maya, sebagai gerakan membangun ruang digital yang sehat melalui edukasi dan pencegahan penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta provokasi bernuansa SARA.
Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat
Dalam implementasinya, AKSA HARMONI menempatkan kolaborasi sebagai kunci keberhasilan. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas sosial, melainkan membutuhkan keterlibatan aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, komunitas, akademisi, media, pelaku UMKM, dan seluruh pemangku kepentingan.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan terbentuk ekosistem pembauran sosial yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai ancaman konflik, termasuk provokasi dan penyebaran informasi yang berpotensi merusak persaudaraan.
Generasi muda juga mendapat perhatian khusus dalam inovasi ini. Mereka tidak hanya diposisikan sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai subjek sekaligus pelaku utama dalam menanamkan dan menjaga budaya toleransi serta persaudaraan di Kota Ambon.
Target Strategis 2026–2029
Proyek perubahan AKSA HARMONI diarahkan untuk mencapai sejumlah target strategis dalam periode 2026–2029.
Target tersebut meliputi pembentukan Tim AKSA HARMONI, penyusunan Peta Harmoni, pembentukan 50 Duta Harmoni Pemuda Ambon, serta penyelenggaraan Ruang Basudara sebagai wadah interaksi lintas komunitas.
Selain itu, inovasi ini menargetkan pembangunan Harmony Early Warning System untuk mendukung pendeteksian dini dan pencegahan konflik sosial, serta pembentukan Duta Damai Maya sebagai gerakan literasi digital untuk menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di ruang maya.
Melalui AKSA HARMONI, semangat Pela Gandong dan Siwalima diharapkan tidak hanya menjadi warisan budaya yang dikenang, tetapi juga menjadi kekuatan nyata dalam kehidupan masyarakat modern.
Dengan demikian, cita-cita menjadikan Ambon sebagai Rumah Basudara dapat diwujudkan melalui tindakan konkret, mulai dari lingkungan keluarga, komunitas, hingga ruang digital, demi menjaga persaudaraan dan keharmonisan masyarakat lintas SARA secara berkelanjutan.



































