Home / Berita

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Bridge & Engine Simulator dan 16 Klinik Halal Resmi Diluncurkan di BPPP Ambon

AMBON – Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon resmi meluncurkan dan meresmikan Bridge & Engine Simulator serta 16 Klinik Halal, Jumat (21/8/2026), di BPPP Ambon, Jalan Martha Alfons, Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) kelautan dan perikanan sekaligus mendorong peningkatan daya saing usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Maluku dan kawasan Indonesia Timur.

Kepala BPPP SDMKP, Inyoman Radianto, dalam sambutannya mengatakan, kehadiran Bridge & Engine Simulator merupakan langkah awal untuk memperkuat kompetensi SDM kelautan dan perikanan agar semakin profesional serta mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, peserta pelatihan tidak cukup hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga membutuhkan pengalaman praktik melalui simulasi yang mendekati kondisi sebenarnya di lapangan.

“Fasilitas ini merupakan sebuah starting point atau langkah awal dalam membangun dan memperkuat sumber daya manusia kelautan dan perikanan yang kompeten, profesional dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja,” kata Inyoman.

Ia menjelaskan, fasilitas simulator tersebut ke depan akan terus dikembangkan dan dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung. Bahkan, pihaknya berharap Bridge & Engine Simulator dapat ditempatkan dalam gedung khusus sehingga menjadi bagian dari fasilitas pembelajaran dan pelatihan yang semakin lengkap di BPPP Ambon.

Inyoman menegaskan, penguatan fasilitas tersebut sangat strategis mengingat pembangunan dan modernisasi sektor kelautan dan perikanan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi, keterampilan, profesionalisme serta sertifikasi sesuai perkembangan teknologi dan standar yang berlaku.

“Kapal dan fasilitas perikanan boleh semakin modern. Teknologi boleh semakin maju. Tetapi semuanya tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak didukung oleh SDM yang kompeten,” tegasnya.

Ia berharap BPPP Ambon dapat menjadi salah satu pusat pengembangan kompetensi Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk kawasan Indonesia Timur.

Baca Juga  GUBERNUR MALUKU LANTIK PEJABAT FUNGSIONAL DAN PPPK, TEKANKAN INTEGRITAS DAN PROFESIONALISME ASN

Untuk itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, SMK, lembaga pelatihan, dunia usaha dan dunia industri dinilai sangat penting guna memperluas kesempatan masyarakat meningkatkan kapasitas dan kompetensinya.

16 Klinik Halal Dukung UMKM Naik Kelas

Selain simulator, kegiatan tersebut juga ditandai dengan peluncuran 16 Klinik Halal yang ditujukan untuk membantu pelaku UMKM mendapatkan pendampingan dan kepastian dalam proses pemenuhan standar halal bagi produk mereka.

Inyoman berharap Klinik Halal tidak sekadar menjadi tempat pengurusan administrasi sertifikasi, tetapi juga menjadi ruang edukasi, konsultasi, pendampingan dan peningkatan kualitas usaha.

“Kita ingin agar pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memiliki kepastian dari sisi kehalalan produk. Dengan demikian, produk-produk UMKM kita akan semakin memiliki daya saing dan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota: Perkuat Ekosistem SDM dan UMKM

Sementara itu, Wali Kota Ambon Dr. Bodewin M. Wattimena, M.H., mengatakan peluncuran dan peresmian tersebut merupakan momentum penting dalam memperkuat ekosistem kualitas SDM sekaligus memperluas manfaat pembangunan di bidang kelautan dan perikanan.

Menurut Wattimena, kehadiran Bridge & Engine Simulator, 16 Klinik Halal serta pengukuhan penyuluh kelautan dan perikanan sebagai pendamping proses produk halal diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat.

“Khususnya para awak kapal, nelayan, pelaku usaha perikanan, dan UMKM melalui peningkatan kompetensi, pendampingan, serta akses terhadap berbagai layanan yang mendukung pengembangan usaha,” kata Wattimena.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Ambon ingin memastikan masyarakat Kota Ambon dan Maluku mampu mengelola dan memanfaatkan potensi kelautan dan perikanan secara optimal serta memperoleh nilai tambah dari sektor tersebut.

Terkait Klinik Halal, Wattimena menilai fasilitas tersebut sangat penting dalam mendorong UMKM naik kelas. Sebab, peningkatan kualitas produk harus berjalan seiring dengan peningkatan jaminan mutu, keamanan, legalitas dan kehalalan produk.

Baca Juga  Gubernur Maluku Hadiri Persidangan Ke-54 Klasis GPM Kairatu

“Klinik Halal diharapkan menjadi ruang konsultasi, edukasi, pendampingan, dan fasilitasi bagi para pelaku usaha untuk memahami serta memenuhi proses sertifikasi halal secara lebih mudah,” ujarnya.

Penyuluh Kelautan dan Perikanan Diperkuat

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pengukuhan penyuluh kelautan dan perikanan sebagai pendamping proses produk halal.

Wali Kota menilai keberadaan penyuluh sangat strategis karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk nelayan, pembudidaya ikan, pengolah hasil perikanan dan kelompok usaha masyarakat.

Dengan penguatan fungsi tersebut, kata Wattimena, terbentuk rantai pendampingan yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas SDM, pengembangan usaha dan produksi hingga pemenuhan aspek kehalalan produk.

“Ketika fungsi penyuluhan semakin diperkuat, maka sesungguhnya kita sedang membangun sebuah rantai pendampingan yang terintegrasi,” jelasnya.

Pemerintah Kota Ambon, lanjut Wattimena, juga terus mendorong pengembangan UMKM melalui berbagai bentuk fasilitasi, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, sertifikasi produk, pembinaan hingga akses pasar.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemerintah Kota Ambon, lembaga pendidikan, dunia usaha, perbankan, BPJPH, para penyuluh dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat.

“Semoga seluruh fasilitas dan program yang diluncurkan hari ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kota Ambon, Maluku, dan kawasan Indonesia Timur,” tandasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, perwakilan Kejaksaan Tinggi Maluku, BPJPH, perguruan tinggi, jajaran BPPP, Dinas Kelautan dan Perikanan, perwakilan SMK Perikanan, perbankan, pelaku UMKM, kepala desa serta para pemangku kepentingan sektor kelautan dan perikanan.

Dengan diluncurkannya fasilitas tersebut, BPPP Ambon diharapkan semakin berperan sebagai pusat pengembangan kompetensi SDM kelautan dan perikanan sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat di kawasan Indonesia Timur.

Share :

Baca Juga

Berita

Kejati Maluku Raih Sejumlah Prestasi dalam Evaluasi Kinerja Semester I 2026

Berita

Pemkot Ambon dan FST Unpatti Perkuat Kolaborasi, Fokus Lingkungan, Transportasi dan Pendidikan

Berita

Dikukuhkan sebagai Bunda Guru Kota Ambon, Lisa Wattimena Dorong Pendidikan Ramah Anak

Berita

Unpatti dan UNIKA Soegijapranata Bahas Transformasi Birokrasi Digital Menuju Ambon Smart City

Berita

Direktur PDAM Tirta Yapono Pastikan Bantuan Stunting dan Perluasan Akses Air Bersih di Ambon

Berita

FST Unpatti dan Pemkot Ambon Perkuat Kolaborasi Sains, Pendidikan dan Solusi Persoalan Kota

Berita

Benhur Watubun: Maluku Tak Bisa Dibangun dengan Kebijakan Biasa

Berita

Jadi Irup HUT Ke-81 RI, Bupati Aru Ajak Masyarakat Perkuat Nasionalisme dan Jaga Persatuan