Home / Berita

Minggu, 12 Maret 2023 - 13:13 WIB

BUKA RAKOR POKJANAL SBT, GUBERNUR MALUKU HARAP TINGKATKAN PERAN POSYANDU LEWAT LAYANAN DASAR TERINTEGRASI

Bula,GlobalMaluku.ID-Melanjutkan Kunjungannya di Kabupaten Seram Bagian Timur, Gubernur Maluku Murad Ismail didampingi Ketua TP-PKK Provisnsi Maluku Widya Pratiwi Murad, membuka secara resmi Rapat Koordinasi Pokjanal Posyandu dan Pembukaan Pelatihan Kader Posyandu, pada Minggu, (12/3/2023), yang berpusat di Gedung Serbaguna Dinas Kesehatan SBT.

Hadir juga pada kesempatan itu, Bupati Seram Bagian Timur Abdul Mukti Keliobas, Ketua TP PKK Seram Bagian Timur Yulia Misa Keliobas, Sekda Maluku Sadali Ie didampingi istri, Asisten II Setda Maluku, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Kabupaten SBT, kader posyandu, beserta unsur terkait lainnya.

Ketua TP-PKK Provinsi Maluku dalam sambutannya menyampaikan kebangganya kepada Seram Bagian Timur yang mendapatkan penghargaan Nasional dikarenakan angka stuntingnya menurun drastis.

“Tidak ada hasil yang mengkhianati proses dan kita cukup bangga karena angka stunting pada tahun 2022 mencapai 24,1%.” ujarnya.

Ia juga mengingatkan, agar semua pihak jangan lengah dalam penanganan stunting karena sesuai arahan Presiden pada tahun 2024 prevalensi stunting tingkat nasional harus turun menjadi 14% dan untuk Provinsi Maluku sebesar 20%.

“Diharapkan hal ini bisa dicapai dan jangan sampai angka stunting ini naik karena itu hal ini sangat perlu diperhatikan untuk perangi stunting.” ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga Ketua TP-PKK Maluku itu berpesan, agar dapat mengoptimalkan peran pokjanal posyandu yang telah terbentuk dengan melakukan koordinasi antar anggota yang selain terdiri dari opd juga seluruh kader TP-PKK agar dapat membentuk jejaring tim pokjanal posyandu sampai ke tingkat desa.

Baca Juga  Jelang HUT Kemerdekaan Ke-78 ,Kapolres Minta Seluruh Jajaran Meriahkan Hari Proklamasi

“Rakor yang dilaksanakan ini sesuai permasalahan dimana perlu meningkatkan kapasitas kader posyandu. Saya berharap secepatnya bisa dibuatkan sk untuk pokjanal dan tidak diganti minimal 2 tahun.” jelasnya.

Duta Parenting Provinsi Maluku itu juga menyampaikan, perubahan strategi yang dilakukan ini dikarenakan pengetahuan tentang stunting pada kader posyandu sangat kecil.

“Posyandu adalah ujung tombak untuk mengidentifikasi terindikasinya stunting pada anak atau tidak, karena itu diperlukan kader yang mempunyai kelebihan untuk menjelaskan tentang stunting dan pencegahannya.”

Menutup sambutannya, Widya juga berharap agar rakor ini dapat menghasilkan rencana aksi yang implementatif dan bisa dilaksanakan di tahun ini, sehingga peran posyandu sebagai ujung tombak bisa terbukti.

“Kira harus bersama-sama mendorong percepatan penurunan stunting, sehingga anak-anak ini bisa menjadi generasi brilian dan cerdas yang bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional, dan
mudah-mudahan kolaborasi kita semua bisa membawa hasil yang baik untuk penurunan stunting di SBT, tetap semangat perangi stunting di Bumi Ita Wotu Nusa.” Tutupnya.

Di tempat yang sama juga, Gubernur Maluku Murad Ismail, atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Maluku mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bupati Seram Bagian Timur yang telah memberikan perhatian besar terhadap pembangunan bidang kesehatan di Wilayah ini.

Baca Juga  Hadiri Pelatakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Tua Upu Rumasoal Hena Nenali Nuruwe Luma Batoi ,Ini Yang Diharapkan Pj Bupati SBB

“Posyandu merupakan sarana pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari dan oleh untuk masyarakat, dengan menjadi garda utama pelayanan kesehatan ibu, anak dan balita termasuk pencegahan stunting.” Ujarnya.

Gubernur menyampaikan, melalui pemantauan tumbuh kembang anak, kita perlu meningkatkan peran kualitas posyandu dalam rangka mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Maluku khususnya di SBT.

Ia juga menjelaskan, rakor ini bertujuan untuk meningkatkan kembali fungsi dan peran posyandu lewat pelayanan sosial dasar terintegerasi dengan menggunakan konsep peran aktif dan aksi tindak lanjut lintas sektor.

“Yang terpenting kader perlu edukasi dan pelatihan, nanti kita akan panggil tenaga ahli yang bisa menjelaskan apa itu stunting dan cara pencegahannya, agar di tahun 2045 menjadi tahun emas Sumber Daya Manusia.” tutupnya.

Pada kesempatan tersebut juga, turut diserahkan bantuan 200 paket beras Biofortifikasi untuk keluarga beresiko stunting, 1 paket Anthropometri, Bantuan Pengembangan bumdes senilai Rp. 20.000.000, Bantuan Modal Usaha kepada Bumdes Seram Energi Abadi senilai Rp. 50.000.000, bantuan kube keluarga senilai Rp. 30.000.000 kepada perwakilan 4 desa, bantuan ekonomi kreatif, bantuan peralatan desa wisata, bantuan 1 paket pertanian senilai 120.000.000, 1 Paket Perpompaan besar Rp. 141.000.000, dan 1000 bibit tanaman pala.

Share :

Baca Juga

Berita

1.770 LAPORAN DARURAT MASUK CALL CENTER 112 AMBON, KEBAKARAN MELONJAK 41 KASUS HINGGA 13 OKTOBER

Berita

TMMD KE-130 KODIM 1504/AMBON RESMI DIBUKA, BODEWIN WATTIMENA SOROTI KETAHANAN AIR BERSIH DAN ANCAMAN EL NIÑO

Berita

Wali Kota Ambon Berlakukan WFH dan PJJ, Antisipasi Dampak Kabut Asap

Berita

ANOS YEREMIAS INGATKAN BAHAYA KABUT ASAP: JANGAN TUNGGU MASKER DARI PEMERINTAH, LINDUNGI DIRI DAN KELUARGA!

Berita

DANA DESA MENYUSUT, BODEWIN TANTANG KADES DAN BPD: JANGAN BERKONFLIK, BANGUN SINERGI UNTUK RAKYAT!

Berita

KABUT ASAP ANCAM KESEHATAN, GUBERNUR MALUKU TURUN KE JALAN BAGIKAN 1.500 MASKER KN95

Berita

WALIKOTA AMBON TEKANKAN DISIPLIN DAN INTEGRITAS, CPNS DIMINTA BUKTIKAN KINERJA DAN UTAMAKAN PELAYANAN PUBLIK

Berita

SEKDA MALUKU: ASN HARUS MELAYANI, BUKAN DILAYANI! LATSAR CPNS JADI FONDASI INTEGRITAS DAN PROFESIONALISME