GLOBALMALUKU.ID, AMBON | Pemerintah Provinsi Maluku terus mematangkan rencana hilirisasi ubi kayu di Kabupaten Buru Selatan dengan menekankan kesiapan lahan dan dukungan masyarakat sebagai faktor penting untuk mempercepat realisasi program tersebut.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong transformasi sektor pertanian melalui pengembangan industri pengolahan yang terintegrasi, mulai dari budidaya hingga menghasilkan produk bernilai tambah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Sadali Ie, menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam mendukung pelaksanaan program strategis tersebut. Ketersediaan lahan yang sesuai, dukungan masyarakat, serta koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting agar program dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Hilirisasi ubi kayu di Buru Selatan dirancang untuk mengembangkan perkebunan dalam skala besar yang terhubung dengan industri pengolahan. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Ubi Kayu Diolah Menjadi Produk Bernilai Tambah
Pengembangan hilirisasi ubi kayu diarahkan untuk menghasilkan produk turunan, terutama beras ubi kayu dan etanol. Kedua produk tersebut dinilai memiliki potensi untuk mendukung ketahanan pangan dan energi sekaligus memperluas pasar bagi komoditas pertanian lokal.
Melalui industri pengolahan, ubi kayu tidak lagi hanya dipasarkan sebagai bahan mentah. Komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi sehingga memberikan peluang peningkatan pendapatan bagi petani.
Program ini juga diharapkan mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi pendukung, mulai dari penyediaan sarana produksi, pengangkutan hasil panen, hingga distribusi dan pemasaran produk olahan.
Kesiapan Lahan dan Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci
Kesiapan lahan menjadi salah satu aspek utama yang harus dipastikan sebelum program memasuki tahap pelaksanaan. Selain kesesuaian lahan untuk budidaya, diperlukan kepastian mengenai pemanfaatan lahan, dukungan masyarakat, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
Keterlibatan masyarakat juga penting agar pengembangan industri tidak berjalan terpisah dari kepentingan warga setempat. Petani dan pelaku usaha lokal diharapkan memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam rantai produksi dan pengolahan.
Koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, kementerian terkait, dan pihak-pihak yang akan terlibat dalam pengembangan industri diperlukan untuk menyelaraskan kebutuhan teknis, dukungan sarana pertanian, dan tahapan pelaksanaan program.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Buru Selatan
Hilirisasi ubi kayu di Buru Selatan merupakan bagian dari agenda Pemerintah Provinsi Maluku untuk memperkuat sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi daerah.
Melalui pengembangan komoditas unggulan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah, pemerintah berharap tercipta nilai tambah di daerah, lapangan kerja baru, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program ini juga sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Dengan persiapan lahan yang matang, dukungan masyarakat, serta koordinasi lintas sektor, hilirisasi ubi kayu di Buru Selatan diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Maluku.
Pemerintah Provinsi Maluku pun diharapkan terus mengawal setiap tahapan persiapan agar rencana tersebut dapat diwujudkan secara terukur dan memberikan manfaat nyata bagi petani serta masyarakat setempat.



































