Home / Suara Tahuri

Senin, 22 Desember 2025 - 12:53 WIB

Kebudayaan Kita Harus di Jaga Bersama

Kalau bukan ose deng beta, sapa lai ?Kalau bukan hari ini, kapan lai ?

AMBON–Kalesang bagi negeri-negeri, yang ada sekarang ini, butuh perhatian masyarakat. Apalagi, budaya adalah cermin bagi keberagaman yang harus dijaga.

Hal ini disampaikan oleh Stanley Loupatty, dalam paparannya belum lama ini. Stanley mengingatkan, budaya seharusnya dijaga.

“Harapan kita adalah kebudayaan, tidak hanya tanggung jawab pemerintah. Tapi seluruh komponen masyarakat,” jelasnya.

Dalam “Suara Tahuri” kali ini, Ka. Subag Umum Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX, Stenly Loupaty, kepada Global Maluku, mengingatkan, jika kebudayaan Maluku bukan saja tanggung jawab pemerintah, tapi seluruh komponen masyarakat.

Apalagi kebudayaan adalah identitas diri dan jati anak negeri. Maka, dia penting dilestarikan.
“Kebudayaan itu dia tidak hidup di tangan pemerintah, kebudayaan itu dia hidup ditangan masyarakat,” ingatnya.

Baca Juga  Denda Buang Sampah Sembarangan Rp 1 Juta Dan Sanksi Wajah

Bahkan, secara langsung baik secara adat, maupun kolektif pemerintah desa, Pemerintah Negeri di seluruh Provinsi Maluku ini,” jelas salah satu tokoh masyarakat Maluku ini.

Makanya diharapkan tidak apatis. Dan mampu berperan aktif dalam menjaga kebudayaan. Sebab Kebudayaan memberikan dan identitas diri dan jati diri anak negeri.
Makanya penting dijaga, bahkan dilestarikan. Selain itu pemerintah daerah diharapkan punya kerjasama dengan lembaga pelestarian kebudayaan.
Semua adalah upaya memajukan budaya serta melestarikan pelbagai kebudayaan daerah.

Namun, ini tidak dapat dilakukan sendiri. Semua butuh kolaborasi baik masyarakat bersama pemerintah. “Kami tidak dapat bekerja sendiri, kami butuh masyarakat,” jelas dia.
Sehingga terjadi kolaborasi guna melihat hal hal ini.

Menurutnya semua patut menyingsingkan lengan baju bekerja sama untuk menjaga. Dimana identitas budaya yang paling penting adalah mewariskan generasi ini ke anak cucu kita,” jelas salah satu tokoh masyarakat ini.

Baca Juga  DPRD Maluku Berharap, Sengketa Lahan Gunung Botak Harus Tuntas

Masyarakat diharapkan dapat menghilangkan presepsi, bahwa tidak ada perhatian pemerintah. Sehingga semua punya peran aktif dalam menjaga kebudayaan.

Pemerintah desa juga diharapkan dapat mengalokasikan dana desa untuk pembangunan masyarakat dan pembentukan karakter. Untuk menjaga identitas budaya.

“Katong kalesang untuk negeri, katong tarkira katong pung budaya deng adat terlebih khusus bahasa yang hamper punah di seluruh negeri-negeri adat,”

Menurutnya khusus di komunitas Kristen. Dia yakin sungguh 90 sampai 99 persen sudah hilang.
‘Tapi di masyarakat basudara Muslim, biasanya masih terjaga dengan baik,” tutup Loupaty. (**)

Share :