Home / Berita

Selasa, 17 Juni 2025 - 09:48 WIB

Ketua Umum, MPW Pemuda -ICMI, Menegaskan Hal Ini

AMBON-Kegiatan Dialog Interaktif yang di selenggarakan oleh KOREM 151/BINAIYA dengan tema : “Segenap Komponen Masyarakat Yang Adaptif & Terintegrasi Dalam Mewujudkan Ketahanan Nasional Yang Kuat Guna Mendukung Program Pemerintah RI Di Daerah Secara Berkelanjutan”. Ambon 16 Juni 2025

“Ketua Umum Majelis Pengurus Wilayah Pemuda Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia Provinsi Maluku (MPW PEMUDA-ICMI) Burhanudin Rumbouw S.Pi.,M.Si, menegaskan behwa
Ketahanan bangsa adalah kondisi dinamis suatu negara dalam menjaga kelangsungan hidupnya, mengatasi berbagai tantangan, serta mampu berkembang secara mandiri, sejahtera, dan berdaulat. Ia merupakan kekuatan yang lahir dari kesatuan seluruh unsur kehidupan berbangsa dan bernegara — ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan, serta lingkungan hidup.”tegasnya

“Dirinya menambahkan Dalam konteks Indonesia, ketahanan bangsa bukan hanya persoalan menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga menyangkut bagaimana seluruh elemen masyarakat bersatu dalam semangat kebangsaan. Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai prinsip kebhinekaan adalah fondasi ideologis yang membentuk ketahanan nasional kita.”tandas Buyan

Baca Juga  Pemprov Maluku Melalui Dinas DLH Lakukan Pembagian Kantong Sampah Dan Edukasi Penanganan Sampah Bagi Para Pedang Pasar Mardika

“Lebih jauh kata Rumbouw Ketahanan bangsa menuntut kepekaan terhadap perubahan global, kesadaran kolektif atas pentingnya persatuan, serta kemampuan untuk menyelesaikan konflik secara damai dan adil. Bangsa yang tangguh bukanlah bangsa yang tidak pernah menghadapi masalah, tetapi bangsa yang mampu merespons setiap tantangan — baik dari luar berupa globalisasi, ancaman militer, krisis ekonomi; maupun dari dalam seperti disintegrasi sosial, radikalisme, dan ketimpangan — dengan cerdas, adil, dan bermartabat.”imbuhnya

“Rumbouw kembali menuturkan bahwa Ketahanan tidak dibangun hanya oleh pemerintah, tetapi oleh seluruh rakyat Indonesia. Keluarga yang kuat, pendidikan yang berkualitas, ekonomi rakyat yang mandiri, serta media yang mencerdaskan — semuanya menjadi pilar penyangga ketahanan bangsa. Semakin kokoh tiap pilar ini, semakin sulit bangsa kita digoyahkan oleh badai zaman.”ucap dia

Baca Juga  GUBERNUR : FORUM OPD DPMD, WUJUD BERGERAK BERSAMA MENUJU DESA MANDIRI UNTUK MALUKU SEJAHTERA

Maka dari itu, membangun ketahanan bangsa adalah tugas bersama. Ia bukan hanya kewajiban konstitusional, tapi juga panggilan moral sebagai anak bangsa. Kita semua memiliki peran, sekecil apapun, dalam menjaga rumah besar bernama Indonesia.

“Dalam keterangan lebih jauh lagi Ketua Pemuda ICMI itu menyampaikan bahwa Langkah Menjaga Konflik Sosial Di Maluku ?
Konflik sosial bisa saja terjadi karena terjadi perbedaan pendapat, kepentingan atau latar belakang. Ada beberapa cara untuk mencegah konflik sosial di wilayah Maluku dan menjaga harmoni dalam masyarakat : 1. Menjaga Komunikasi Yang Baik. 2. Membangun Toleransi & Rasa Hormat/Persatuan & Kesatuan. 3. Menyelesaikan Masalah Secara Damai. 4. Menangani Potensi Konflik Sejak Dini. 5. Membangun Sistem Peringatan Dini.”Tutupnya

Share :

Baca Juga

Berita

Peringatan Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-209: Ajakan Bangkitkan Semangat Perjuangan untuk Maluku Gemilang

Berita

Unpatti Lepas 153 Mahasiswa dalam Program “The Journey to Kei Island 2026”

Berita

Wali Kota Bodewin Resmi Buka Soekarno Cup U-17: Dorong Kebangkitan Olahraga dan Bibit Muda Ambon

Berita

Rangkaian Pattimura Festival 2026 Resmi Dibuka, Ambon Canangkan HUT ke-451 dengan Semangat Pembaruan

Berita

Penutupan Peksimika Universitas Pattimura 2026

Berita

Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dokter Baru Lulusan Ke-38 Mei 2026

Berita

Rapat Kerja Senat Universitas Pattimura Periode 2026-2030

Berita

Ir. Bob Rachmat Tegaskan Amdal dan Dokumen Lainnya Bukan Formalitas: Pemrakarsa Wajib Bertanggung Jawab Hingga Akhir Operasi