Home / Berita

Kamis, 19 Maret 2026 - 09:22 WIB

Jelang Lebaran, DPRD Maluku Minta Antisipasi Lonjakan Transportasi

Ambon – Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Abdul Kelilauw, mengingatkan pemerintah dan pihak terkait untuk segera mengantisipasi kebutuhan transportasi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Ia menekankan bahwa kesiapan armada transportasi, baik laut maupun darat, harus menjadi prioritas utama guna menghindari kendala saat arus mudik meningkat, terutama di wilayah dengan populasi Muslim yang cukup besar seperti Seram, Buru, dan Banda.

“Kesiapan armada transportasi harus menjadi perhatian serius untuk memastikan kelancaran arus mudik masyarakat,” ujar Kelilauw saat dihubungi dari Ambon, Selasa (17/3).

Menurutnya, meskipun kondisi transportasi saat ini masih relatif normal, pengalaman setiap tahun menunjukkan adanya lonjakan penumpang yang signifikan sekitar tujuh hari menjelang Lebaran.

“Meskipun saat ini masih normal, biasanya penumpukan penumpang terjadi seminggu sebelum Lebaran. Ini harus diantisipasi sejak dini,” tegasnya.

Baca Juga  Diduga Ada Skenario Tertentu Bahkan Kriminalisasi/ Target Operasi Terhadap Orang Tertentu Pada Kependidikan Gratis Di Dinas Pendidikan SBB TAHUN 2022

Kelilauw mengingatkan, tanpa persiapan yang matang, lonjakan tersebut berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari keterbatasan armada hingga melonjaknya harga tiket.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengevaluasi pelaksanaan program mudik gratis tahun sebelumnya, khususnya di wilayah Banda yang dinilai belum berjalan optimal.

“Tahun kemarin di Banda tidak ada subsidi. Kami dari Komisi III sempat mencoba menghadirkan mudik gratis, tetapi tidak berjalan efektif karena minim peminat,” ungkapnya.

Untuk tahun ini, program mudik gratis kembali dihadirkan menggunakan kapal milik Siong, namun pelaksanaannya terbatas hanya satu kali keberangkatan pada 13 Maret dengan rute tertentu.

Kondisi tersebut membuat masyarakat memiliki pilihan transportasi yang terbatas, yakni melalui kapal feri lintas, kendaraan darat, maupun kapal perintis (sabuk).

Kelilauw juga menyoroti belum beroperasinya kapal Sabuk 80 yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat. Ia menyebut, ketiadaan kapal tersebut memaksa warga menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh dan mahal.

Baca Juga  Menembus Ombak Demi KUR: Kisah Asti Alimin Buka Jalan Keuangan untuk Warga Pulau Kelang

“Dulu dengan Rp50 ribu sampai Rp100 ribu sudah bisa sampai tujuan. Sekarang harus lewat Masohi, biayanya bisa lebih dari Rp1 juta. Ini sangat memberatkan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, tingginya biaya transportasi tersebut sangat tidak sebanding dengan kondisi ekonomi masyarakat di daerah.

Meski demikian, Kelilauw tetap mengapresiasi kinerja ASDP yang dinilai telah berupaya maksimal dalam melayani kebutuhan transportasi masyarakat di Maluku.

Ia berharap ke depan, koordinasi antara pemerintah daerah dan operator transportasi dapat terus diperkuat, sehingga kebutuhan masyarakat selama musim mudik dapat terpenuhi dengan baik dan lancar.

“Koordinasi harus terus ditingkatkan agar masyarakat bisa mudik dengan aman, nyaman, dan terjangkau,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Fraksi Gerindra Dorong Pemerataan Layanan Publik dan Percepatan Pemekaran Kecamatan Teluk

Berita

Unpatti dan PT TASPEN Sosialisasikan Peningkatan Manfaat Tabungan Hari Tua bagi ASN dan PPPK

Berita

Strong Mom, Strong Family: Pemkot Ambon dan Hope Worldwide Perkuat Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Mental Ibu

Berita

Bantuan Beras Bulog Diluncurkan, Pemkot Ambon Pastikan Warga Terbantu

Berita

Kebakaran Sampah Merambat ke Hutan di BTN Kanawa, Damkar Ambon Kerahkan 4 Unit Mobil

Berita

Wabup SBB Lepas Kontingen Jamnas XII, Pesan Peserta Jadi Duta Daerah yang Membanggakan

Berita

Wali Kota Ambon: Kritik Pemerintah Boleh, Tapi Jangan Caci Maki

Berita

Pemkot Ambon Tegaskan Penanganan Korban Pohon Tumbang April 2026 Sesuai Mekanisme