AMBON, GlobalMaluku.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti). Di tengah kesibukannya menempuh pendidikan sebagai calon dokter, Athalya Leonni Rumahlatu berhasil meraih Predikat Terbaik I Putri Duta Bahasa Provinsi Maluku Tahun 2026 pada Malam Puncak Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Maluku yang digelar di Ambon, Sabtu (18/7/2026).
Mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran angkatan 2022 itu sukses membuktikan bahwa dedikasi terhadap ilmu kedokteran dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap bahasa, budaya, dan identitas bangsa.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi Athalya dan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, tetapi juga bagi dunia pendidikan di Maluku. Keberhasilannya menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran tidak hanya dituntut unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu tampil sebagai pribadi yang komunikatif, berkarakter, dan peduli terhadap pelestarian bahasa Indonesia maupun bahasa daerah.
Ajang Duta Bahasa merupakan program nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Maluku. Program ini bertujuan melahirkan generasi muda yang mampu menjadi teladan dalam memartabatkan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, sekaligus menguasai bahasa asing sesuai semangat Trigatra Bangun Bahasa.
Perjalanan Athalya menuju gelar juara tidak diraih secara instan. Ia harus melewati serangkaian seleksi yang ketat dan kompetitif, mulai dari lokakarya penulisan esai, uji kebahasaan, hingga wawancara mendalam yang menguji wawasan, karakter, serta kemampuan komunikasi para peserta.
Dari ratusan pendaftar, hanya 30 finalis terbaik yang berhasil lolos ke tahap pembekalan. Para finalis kemudian kembali mengikuti berbagai tahapan penilaian, seperti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), penilaian krida kebahasaan, hingga unjuk bakat sebagai penentu akhir.
Di setiap tahapan tersebut, Athalya tampil konsisten. Kemampuan berbicara yang baik, penguasaan materi, kecerdasan berpikir, serta kepeduliannya terhadap isu-isu kebahasaan menjadi nilai lebih yang akhirnya mengantarkannya menyandang gelar Terbaik I Putri Duta Bahasa Maluku 2026.
Bagi Athalya, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Prestasi ini merupakan amanah dan tanggung jawab besar bagi saya untuk terus menggemakan semangat Trigatra Bangun Bahasa di kalangan generasi muda Maluku. Sebagai mahasiswa kedokteran, saya ingin membuktikan bahwa ilmu medis dan kepekaan kebahasaan dapat berjalan beriringan untuk mengabdi kepada masyarakat,” ungkap Athalya.
Keberhasilan tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa mahasiswa dari bidang sains hanya berkutat pada laboratorium dan ruang kuliah. Athalya membuktikan bahwa kompetensi akademik dapat berkembang seiring dengan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap pelestarian bahasa dan budaya.
Prestasi yang diraih Athalya diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa Universitas Pattimura untuk terus berani mengembangkan potensi di berbagai bidang, melampaui batas disiplin ilmu yang ditekuni.
Melalui pencapaiannya, Athalya Leonni Rumahlatu telah menunjukkan bahwa generasi muda Maluku mampu menjadi wajah intelektual yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam menjaga bahasa, budaya, dan jati diri bangsa.













































