RUMAHKAY(SBB)-Panas Gandong di Maluku sudah menjadi tradisi turun temurun kami anak Maluku.Ini terlihat jelas dua negeri adat di Maluku, yaitu negeri Rumahkay dan negeri Rutong sebagai ade dengan Kaka melakukan panas gandong .
Ritual tersebut dilakukan untuk menghangatkan relasi mereka sebagai orang saudara yang meyakini dan percaya bahwa leluhur mereka berasal dari gandong yang sama.
Hal ini di sampaikan ketua Panitia Panas Gandong Timotius Akerina, S. E. M. Si, yang adalah anak adat negeri Rumahkay, pada media ini, Selasa(18/3/2025).
Akerina mengatakan panas gandong tahun ini kita menjadi tuan rumah di Rumakay.”Selaku gandong kaka kami siap menunggu dan menerima kehadiran ade dari Negeri Rutong,baik itu dari acara serimonial atau acara adat,”ujarnya.
Mantan Bupati SBB ini mengatakan, acara yang kami jalankan diantaranya ,selain acara ritual adat ada juga Pameran, dalam acara Serimoni atau acara adat, jelas Akerina.
Dirinya menyampaikan selain ritual adat, pameran hasil karya anak Amalopu Amakele Lopurisa Rumahkay- Rutong. Dan juga Pagelarang Seni.
“Dan pada tanggal 20 itu acara ramah tamah dan ade akan kembali tanggal 21 ke Rutong.
Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Bupati dan Wakil Bupati SBB.” Dan juga tanggal 19 itu ada acara cofemorning,dengan kata dudu bacarita orang sodara. Hadir pula Walikota Ambon bersama ketua DPRD Kota Ambon dan forkopimda, Pemda SBB dan tokoh masyarakat dalam acara pada 19 Maret, acaranya akan berlangsung pada pagi hari.
Tambahnya, acara panas gandong ini merupakan upaya menyatukan seluruh anak negeri Rumahkay dalam konteks sodara ade dan kaka,ucap Akerina.
Untuk diketahui Acara 18 Maret 2025 hari ini kami melakukan penjemputan, pembukaan pagelaran seni dan Pameran serta kami menunjukan hasil karya anak-anak negeri Rumahkay dan Rutong, tutup ketua Panitia.





































