Home / Berita

Kamis, 4 Agustus 2022 - 13:30 WIB

Tahya Bantah Tidak Ada Pemotongan BOP PAUD Atas Nama Dinas

Piru,GLOBALMALUKU.ID | Merebaknya informasi terkait adanya pemotongan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebesar 10 juta rupiah oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dibantah keras oleh Kadis Pendidikan John Tahya.

Tahya yang dikonfirmasi terkait informasi tersebut, kamis (05/08), membantah adanya perintah Kadis untuk melakukan pemotongan, seperti yang di beritakan beberapa media.
“Setelah informasi pemotongan BOP PAUD ini berkembang, sudah ada penjelasan dari Kepala Bidang PAUD kepada saya. Dan kita sudah menghadap ke pa Sekda untuk mengkalirifikasi hal ini.” Tandasnya.

Dirinya menjelaskan, didalam DPA Dinas Pendidikan tidak ada study banding guru PAUD. Bahkan hingga tahun 2023 kata dia, tidak ada program Dinas Pendidikan terkait study banding. Dirinya juga meminta itikad baik dari media, untuk melalukan konfirmasi ke objek pemberitaan sebelum membuat berita.

“Jadi saya minta juga kepada pihak media, kalau mau buat berita, sebaiknya konfirmasi dulu ke objek pemberitaan.” Pintanya.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan SBB Agustina Leatemia yang dikonfirmasi dihari yang sama menjelaskan. Jika Study Banding tersebut bukanlah kegiatan atau program dinas, melainkan program dari HIMPAUDI dan IGTKI.

Baca Juga  Pasien RSUD Piru Nyaris Kehilangan Nyawa, Dampak Mogok Kerja Para Dokter Yang Tak Di Bayar Insentif

“Study banding itu kegiatan HIMPAUDI dan IGTKI, yang kegiatannya harus sudah terlaksana sejak tahun kemarin. Tetapi kegiatannya tidak jalan makanya direncanakan tahun 2023, melalui pertemuan mereka dengan saya selaku Kabid PAUD. Kemudian, mereka minta kesediaan saya untuk menjadi ketua panitia pelaksana.” Jelas Leatemia.

Dalam perkembangannya kata Leatemia, dibicarakan soal anggaran. Namun dirinya mengakui jika soal anggaran, itu urusan mereka, bukan urusan dirinya. Menurut Kabid PAUD pihak HIMPAUDI sendiri yang menetapkan anggarannya.

“Mereka sendiri yang menetapkan anggarannya, dengan rincian untuk tiket pesawat dan akomodasi selama kegiatan serta untuk kostum, yang keseluruhan besarannya 10 juta rupiah. Tetapi, bisa dikurang dari yang ditargetkan jika dalam perhitungannya, total anggaran untuk kegiatan tidak sampai 10 juta. Jadi yang tetapkan anggarannya bukan kita, karna programnya bukan program dinas.” Paparnya.

Baca Juga  Hari Pramuka Ke-64: Kolaborasi Membangun Ketahanan Bangsa

Kabid juga menjelaskan terkait rekenening yang digunakan untuk penyetoroan uang tersebut, adalah rekening miliknya yang dipakai sesuai dengan kesepakatan bersama dengan para guru PAUD. Karena posisinya adalah ketua panitia.

“Dan itu baru 16 lembaga yang melakukan penyetoran ke rekening, dengan besaran 1 juta per lembaga PAUD, dan langsung diambil oleh bendahara panitia. Dan karena sudah ada informasi miring seperti ini, maka bendahara panitia langsung mengembalikan uang tersebut kepada masing-masing Lembaga yang telah menyetor.” Tandasnya.
Dikahir penjelasannya, Leatemia sekali lagi menegaskan jika kegiatan tersebut diluar dari program dinas Pendidikan.
(AB)

Share :

Baca Juga

Berita

Soal Kursi Raja-Raja di HUT Ambon, Pemkot Tegaskan: Ini Acara Pemerintahan, Bukan Acara Adat

Berita

Kondisi Pasca-Erupsi Aman, Rute Penerbangan Ambon–Jakarta–Ambon Kembali Normal

Berita

Rutan Ambon Perkuat Kesiapsiagaan, Sinergi TNI–Polri Jadi Garda Deteksi Dini Kamtib

Berita

PKKMB Unpatti 2026 Berakhir, Rektor Tegaskan Pendidikan Harus Humanis, Berintegritas dan Tanpa Kekerasan

Berita

HUT ke-451 Kota Ambon: Tantangan Makin Kompleks, Wali Kota Ajak Semua Elemen Bergerak Bersama

Berita

Senandung Merdu dari Bethfage Gema di Kusu-Kusu Sereh, Pemkot Ambon Dorong Anak Muda Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Berita

Deteksi Dini Rutan Ambon Diperketat, Balok Kayu dan Material Bangunan Diamankan dari Atas Plafon

Berita

Anak Muda Ambon Unjuk Nyali! Nusa Apono Road Race 2026 Gebrak HUT ke-451