Home / Berita

Kamis, 27 Maret 2025 - 10:38 WIB

Laturiuw, Rumah Generasi Telah Menunjukan Peran Positif

AMBON-Anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw,mengatakan bahwa, Rumah Generasi telah menunjukkan peran positif dalam mendukung pembangunan inklusif dengan menggunakan pendekatan berbasis data desa

Pasalnya,Pembangunan inklusi di Kota Ambon menjadi salah satu prioritas yang harus terus didorong, terutama dalam kaitannya dengan program-program prioritas yang telah dicanangkan oleh Walikota.

Salah satu aspek penting dalam mewujudkan pembangunan inklusif adalah pendekatan berbasis data yang lebih terperinci, terutama dengan mengacu pada tingkat desa,” kata anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw kepada media di Gedung DPRD Kota Ambon, Selasa 25/3/2025.

Pendekatan ini memungkinkan pengumpulan data yang lebih akurat dan faktual di lapangan. Misalnya, dengan langsung menemui penyandang disabilitas di setiap desa, data yang diperoleh akan lebih valid dan dapat menjadi acuan dalam perencanaan kebijakan.

Baca Juga  Sambangi Tiga Panti Asuhan, PWI Maluku Tengah Berbagi Kebutuhan Pokok

Selain itu, data yang disajikan harus selaras dengan perencanaan APBD Kota Ambon, sehingga program pembangunan inklusif dapat dimasukkan dalam anggaran daerah. Dengan demikian, kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat dan memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal.

Keterbatasan anggaran daerah sering menjadi kendala dalam pelaksanaan program pembangunan. Oleh karena itu, peran sektor swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menjadi solusi yang perlu dimanfaatkan secara optimal.

Forum TJSL yang sudah ada di Kota Ambon dapat menjadi wadah bagi perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan, baik dalam bentuk bantuan sarana dan prasarana, pendidikan, maupun program sosial lainnya.

Baca Juga  Ririmasse Hadiri Kegiatan Sosialisasi Bencana Yang Di Selenggarakan Oleh BPBD Kota Ambon

Salah satu sektor utama yang menjadi perhatian adalah pendidikan. Saat ini, sudah ada 48 sekolah rujukan yang menjadi bagian dari program inklusif

Namun, penting untuk memastikan bahwa sekolah-sekolah ini benar-benar menjalankan fungsinya dengan baik. Pengawasan terhadap data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) menjadi kunci agar tidak ada ketidaksesuaian antara data sistem dan kondisi faktual di lapangan.

Untuk mencapai pembangunan inklusif yang efektif, diperlukan sinergi antara pemerintah, komunitas seperti Rumah Generasi, sektor swasta, serta pengawasan yang ketat dari DPRD Kota Ambon.

Dengan pendekatan berbasis data yang valid, optimalisasi dana APBD, serta keterlibatan perusahaan dalam program TJSL, Kota Ambon dapat mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Maluku Tengah dan Kemenkum Maluku Perkuat Perlindungan Produk Unggulan melalui Indikasi Geografis

Berita

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkot Ambon Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Jaga Stabilitas Harga

Berita

Kebakaran di Ambon Tembus 157 Kejadian, Nusaniwe Catat Lonjakan Tertinggi

Berita

Rektor Unpatti dan Kapolda Maluku Perkuat Sinergi Keamanan Kampus dan Riset Ilmiah

Berita

Kapolres Malteng Kunker ke Polsek Amahai dan Masohi, Tekankan Disiplin Personel hingga Antisipasi Konflik Sosial

Berita

Hadapi Ancaman El Nino dan Karhutla, Pemprov Maluku Perkuat Cadangan Pangan, Cabai Didatangkan dari Luar Daerah

Berita

Kajati Maluku dan Kapolda Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Fokus pada Koordinasi Antarinstansi

Berita

Karhutla Siwang Hanguskan Enam Hektare, Dinas Kehutanan Maluku Catat 369 Titik Panas