Home / Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 21:46 WIB

DPRD Desak BPBD Maluku Agar Tingkatkan Kesiagaan Menghadapi Puncak Musim Timur.

AMBON-– Komisi III DPRD Maluku mendesak pemerintah provinsi segera meningkatkan status siaga bencana, dengan meningkatnya kejadian bencana alam di wilayah Maluku selama musim Timur.

Disampaikan Anggota Komisi III DPRD, Alan Lohy, saat rapat koordinasi antara Komisi dan sejumlah instansi teknis seperti BPBD Maluku, Dinas PU Maluku, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku, yang digelar dalam ruang komisi III, Karang Panjang, Rabu (16/7/2025).

Alan Lohy, mengungkapkan kekhawatirannya terkait potensi bencana yang masih akan terus terjadi hingga akhir musim Timur. Ia bahkan menyebut sejumlah kejadian longsor yang telah merenggut korban jiwa di kawasan tempat tinggalnya baru-baru ini.

Baca Juga  Paripurna DPRD Malteng Dibuka, Legislator Soroti Lemahnya Evaluasi dan Dorong Perda Disabilitas

“Kemarin itu di tempat saya ada tanah longsor. Tiga rumah roboh, ada korban jiwa. Tapi saya bersyukur karena sudah ditanggulangi cepat. Saya minta status siaga dinaikkan karena ini baru awal musim Timur. Biasanya, Agustus itu puncaknya,” pungkas Lohy.

Tambahnya, percepatan koordinasi lintas sektor dan peningkatan status siaga penting dilakukan agar anggaran penanganan bencana bisa segera dialokasikan. Lohy juga menyinggung isu suhu dingin ekstrem yang diyakini terkait dengan posisi bumi yang disebut-sebut sedang menjauh dari matahari, sehingga potensi bencana ikutan perlu diantisipasi.

“Katanya suhu bumi menurun karena jaraknya dengan matahari. Kalau benar, itu artinya kita bisa terdampak lebih banyak bencana. Jadi mohon segera koordinasi dengan kabupaten/kota dan juga Pak Gubernur,” ujarnya.

Baca Juga  Pimpin Sertijab Kasat Reskrim Dan Kasat Resnarkoba, Ini Harapan Kapolres SBB

Lohy juga memberikan apresiasi kepada Dinas PU Maluku yang dinilainya responsif dalam menangani laporan warga. Ia menyebutkan, salah satu lokasi bencana yang dilaporkannya langsung mendapat tanggapan hanya dalam dua hari.

“Saya kirim foto ke PU, baru satu-dua hari langsung mereka turun. Itu yang kita harapkan, respon cepat. Saya suka model kerja seperti ini,” ungkapnya.

Ia pun mendorong agar sejumlah titik rawan di sekitar permukiman bisa segera dimasukkan dalam program penanganan resmi agar mitigasi bisa dilakukan sebelum bencana meluas. Tutupnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Benhur Watubun: Maluku Tak Bisa Dibangun dengan Kebijakan Biasa

Berita

Jadi Irup HUT Ke-81 RI, Bupati Aru Ajak Masyarakat Perkuat Nasionalisme dan Jaga Persatuan

Berita

Unpatti Gelar Upacara HUT Ke-81 RI, Rektor Fredy Leiwakabessy Bacakan Sambutan Mendikti Saintek dan Serahkan Satyalancana

Berita

Wali Kota Ambon Tekankan Ketepatan Waktu Pembahasan KUA-PPAS 2027, Anggaran Harus Beri Dampak Nyata bagi Rakyat

Berita

Grand Opening Sarang Kawalinya Cafe & Resto, Wali Kota Ambon Dorong Kuliner Khas Maluku Jadi Ikon Pariwisata

Berita

Walpri Gubernur Maluku Minta Maaf, Ungkap Kronologi Insiden di Lapangan Merdeka: Jangan Nilai dari Video Sepotong

Berita

Ketum DPP ABPEDNAS dan Presiden AREA Indonesia Puji Pidato Kenegaraan Prabowo: Desa dan Rumah Rakyat Jadi Fondasi Indonesia Maju

Berita

Warga Ambon Diminta Waspadai Penipuan Kuota Gratis 81 GB Telkomsel