Home / Hukrim

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:19 WIB

Diduga Pakai Gelar M.Th Tanpa Riwayat Studi, Seorang Pendeta Terancam Proses Hukum

AMBON – Sebuah dugaan serius mengguncang lingkungan pelayanan gerejawi di Maluku. Seorang pendeta berinisial FP disinyalir menggunakan gelar Magister Teologi (M.Th) tanpa pernah menempuh pendidikan pascasarjana sebagaimana tercantum di PDDikti.

Informasi ini terungkap setelah FP diketahui tidak dapat menunjukkan ijazah S1, bahkan ketika diminta melengkapi berkas untuk proses peneguhan sebagai pendeta penuh di salah satu sinode.

Seorang sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, “Benar, FP pernah melayani dalam organisasi gereja kami. Namun ia mengundurkan diri tanpa alasan apa pun yang disampaikan kepada kami,” ujar sumber tersebut, Sabtu (23/5/2026).

Baca Juga  Kasus Sambo, Prof. Firman Wijaya Khawatirkan Public Distrusting Menjadi Public Disrispecting

Kejanggalan makin mencuat ketika nama FP tercatat dengan gelar M.Th pada sistem data pendidikan tinggi nasional. Majelis Penatua Daerah menyatakan tengah menelusuri kebenaran status akademik tersebut.

“Kami akan mempertanyakan pencantuman gelar M.Th yang bersangkutan di PDDikti. Ini penting untuk memastikan apakah FP benar-benar menempuh pendidikan atau tidak,” tegas perwakilan Majelis.

Majelis juga menambahkan bahwa dugaan penyalahgunaan gelar akademik bukan perkara sepele, karena dapat masuk dalam tindak pidana pemalsuan dokumen serta penggunaan gelar tanpa hak.

Baca Juga  Krimdsus Polda Maluku, Di Minta Periksa Maya Dan Norma Riana

“Jika terbukti memalsukan dokumen atau menggunakan gelar yang bukan haknya, kami akan memprosesnya hingga ke ranah hukum,” tegasnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik gerejawi, terutama karena menyangkut integritas pelayan gereja dan kepercayaan jemaat. Pihak Majelis menegaskan investigasi akan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kebenaran data sebelum mengambil langkah lanjutan.

Share :

Baca Juga

Hukrim

KEJATI MALUKU NAIKKAN DUGAAN KORUPSI ANGGARAN DINAS PENDIDIKAN KE TAHAP PENYIDIKAN

Hukrim

Bullying dan Penyalahgunaan Medsos Jadi Sorotan, Kejati Maluku Turun Langsung ke SMA Negeri 26 Malteng

Hukrim

“Enam Pemilik Toko Dipanggil Kejati Maluku, Ada Apa di Balik Penyidikan PT Bipolo Gidin?”

Hukrim

Kejati Maluku Geber Empat Kasus Korupsi, Kerugian Negara Rp4,29 Miliar Terungkap

Hukrim

Mantan Kadis PUPR Maluku MM Jadi Tersangka Korupsi Air Bersih Pulau Haruku, Kerugian Negara Rp3,83 Miliar

Hukrim

Kasus Pembunuhan Nus Kei Masuk Babak Penuntutan, Dua Tersangka Resmi Ditahan Jaksa dan Segera Disidangkan di PN Ambon

Hukrim

Empat Tersangka Korupsi Jalan Danar–Tetoat Akhirnya Ditahan, Negara Rugi Rp2,84 Miliar

Hukrim

Gubernur Lewerissa Gandeng PPI Dunia Amerop, Banda Disiapkan Mendunia Lewat Program Pengabdian Mahasiswa