Home / Berita

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:23 WIB

Unpatti dan UNIKA Soegijapranata Bahas Transformasi Birokrasi Digital Menuju Ambon Smart City

AMBON – Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata Semarang menggandeng Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait penelitian bertajuk “Peran Teori Komunikasi Massa dan Transformasi Birokrasi Digital dalam Membangun Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Smart City di Kota Ambon.”

Kegiatan yang difasilitasi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian tersebut berlangsung di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, Kamis (20/8/2026).

FGD dibuka secara resmi Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Ambon, Ronald H. Lekransy, yang juga bertindak sebagai salah satu keynote speaker.

Dalam paparannya mengenai Ambon Smart City, Lekransy menjelaskan sejumlah persoalan yang dihadapi Kota Ambon, mulai dari kepadatan penduduk yang tinggi, pelayanan kesehatan yang overload, tata ruang yang belum optimal, persoalan sampah, kemacetan, hingga lemahnya integrasi layanan digital antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Menurutnya, berbagai persoalan tersebut harus dijawab melalui pengembangan Smart City yang tidak sekadar berorientasi pada pembangunan aplikasi, tetapi lebih jauh diarahkan pada perubahan tata kelola pemerintahan dengan memanfaatkan teknologi.

“Implementasinya melalui tahapan seleksi, perencanaan, implementasi, evaluasi dan transformasi, dengan prinsip Technology, Governance, Data, People, Sustainability,” ujar Lekransy.

Ia menjelaskan, Program Ambon Smart City telah dimulai sejak 2017 dan hingga kini mencakup enam dimensi utama, yakni Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, serta Smart Environment.

Baca Juga  Pemrov Maluku Menggelar Sholat Idul Fitri,Ribuan Masyarakat Padati Lapangan Merdeka Ambon

Pada 2025, Kota Ambon masuk dalam 10 besar kota yang dievaluasi secara nasional. Berdasarkan hasil evaluasi Smart City tersebut, Kota Ambon memperoleh nilai 3,6 dari skala 4.

“Ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan publik berbasis teknologi,” imbuhnya.

Lekransy menegaskan, Ambon Smart City diarahkan menjadi model transformasi tata kelola pemerintahan berbasis teknologi, data, sumber daya manusia, pelayanan publik, dan keberlanjutan.

“Enam dimensi Smart City menjadi kerangka untuk mengintegrasikan berbagai program OPD sehingga teknologi tidak berhenti pada aplikasi, tetapi menghasilkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, aman, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” bebernya.

Sementara itu, keynote speaker lainnya, Guru Besar Ilmu Administrasi Publik FISIP Unpatti, Prof. Jusuf Madubun, menegaskan bahwa konsep Smart City tidak sekadar berkaitan dengan penggunaan teknologi cerdas.

Menurut Madubun, Smart City merupakan sebuah ekosistem pemerintahan yang mampu mengubah data menjadi pengetahuan, pengetahuan menjadi keputusan, keputusan menjadi pelayanan, dan pelayanan menjadi kepercayaan publik.

Karena itu, pembangunan Ambon Smart City tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Transformasi birokrasi digital di Kota Ambon juga harus memperkuat kapasitas dan budaya birokrasi yang berakar pada nilai serta kearifan lokal Ambon dan Maluku.

Baca Juga  Kapolsek Manipa, Polri Melalui Bhabinkamtibmas Terus Mendukung Program Asta Cita Presiden RI

“Birokrasi digital bukan tujuan akhir, tetapi yang dibutuhkan adalah transformasi dari birokrasi konvensional ke digital dan terintegrasi, data-driven, menuju kota cerdas yang citizen-centered,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Peneliti UNIKA Soegijapranata, Andreas Pandiangan, mengungkapkan bahwa penelitian tersebut didanai melalui hibah BIMA dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia tahun 2026.

Ia menjelaskan, penelitian tersebut bertujuan menggali dan merumuskan pengembangan teori serta strategi komunikasi massa dan transformasi birokrasi digital sebagai bagian penting dalam pembangunan Smart City di Kota Ambon.

“Penelitian ini juga bertujuan bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pemerintahan dengan menyediakan platform untuk masyarakat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan Pemkot Ambon, serta menggali dan merumuskan karakteristik birokrasi digital sebagai pendukung Smart City di Kota Ambon,” pungkas Andreas.

FGD tersebut diharapkan menjadi ruang akademik dan strategis untuk mempertemukan perspektif pemerintah, perguruan tinggi, serta masyarakat dalam merumuskan arah pengembangan Ambon Smart City yang lebih terintegrasi, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan warga.

Share :

Baca Juga

Berita

Dikukuhkan sebagai Bunda Guru Kota Ambon, Lisa Wattimena Dorong Pendidikan Ramah Anak

Berita

Direktur PDAM Tirta Yapono Pastikan Bantuan Stunting dan Perluasan Akses Air Bersih di Ambon

Berita

FST Unpatti dan Pemkot Ambon Perkuat Kolaborasi Sains, Pendidikan dan Solusi Persoalan Kota

Berita

Benhur Watubun: Maluku Tak Bisa Dibangun dengan Kebijakan Biasa

Berita

Jadi Irup HUT Ke-81 RI, Bupati Aru Ajak Masyarakat Perkuat Nasionalisme dan Jaga Persatuan

Berita

Unpatti Gelar Upacara HUT Ke-81 RI, Rektor Fredy Leiwakabessy Bacakan Sambutan Mendikti Saintek dan Serahkan Satyalancana

Berita

Wali Kota Ambon Tekankan Ketepatan Waktu Pembahasan KUA-PPAS 2027, Anggaran Harus Beri Dampak Nyata bagi Rakyat

Berita

Grand Opening Sarang Kawalinya Cafe & Resto, Wali Kota Ambon Dorong Kuliner Khas Maluku Jadi Ikon Pariwisata