Home / Berita

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Apel Pagi Pemkot Ambon Diwarnai Penyerahan CSR CIMB Niaga, 735 Siswa SMP Negeri 7 Jadi Penerima Manfaat

AMBON, GLOBALMALUKU.ID | Pemerintah Kota Ambon terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank CIMB Niaga berupa fasilitasi pembukaan rekening bagi 735 siswa SMP Negeri 7 Ambon.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan apel pagi Pemerintah Kota Ambon yang berlangsung di Lapangan Apel Balai Kota Ambon, Senin (12/10/2026), dan dihadiri Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jajaran CIMB Niaga Cabang Ambon, Sekretaris Kota Ambon, staf ahli wali kota, para asisten Sekda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), ASN, serta para siswa penerima program.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bodewin M. Wattimena menyampaikan apresiasi kepada OJK dan pihak perbankan yang terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Ambon untuk memperluas akses layanan keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan.

Menurut Wattimena, program pembukaan rekening bagi pelajar bukan sekadar memberikan akses terhadap layanan perbankan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan untuk membangun kebiasaan menabung sejak dini.

Ia berharap, melalui program tersebut, para siswa dapat memahami pentingnya menyisihkan uang secara rutin sebagai bekal untuk memenuhi kebutuhan dan merencanakan masa depan.

“Menabung itu penting. Satu hari menabung Rp5.000 atau seminggu Rp10.000 juga tidak apa-apa. Yang penting mengajarkan mereka untuk menabung,” ujar Wattimena dalam sambutannya.

Pemkot Apresiasi Kolaborasi OJK dan Perbankan

Wattimena menegaskan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan membutuhkan kerja sama berbagai pihak, terutama pemerintah daerah, OJK, dan industri perbankan.

Baca Juga  Maluku Jadi Proyek Percontohan Rumah Subsidi, Cicilan Berpeluang Turun hingga Rp500 Ribu

Ia menyampaikan bahwa kolaborasi yang selama ini dibangun telah membawa Pemerintah Kota Ambon meraih penghargaan dalam ajang Financial Literacy Award.

Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, juga berharap partisipasi dalam program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dapat memberikan hasil positif bagi pengembangan akses layanan keuangan masyarakat.

Wali Kota turut mengapresiasi keterlibatan Bank CIMB Niaga dalam mendukung program pembukaan rekening bagi pelajar. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai kelanjutan dari kerja sama serupa yang sebelumnya dilaksanakan di lingkungan sekolah lainnya.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap semakin banyak pelajar memperoleh akses terhadap layanan keuangan formal dan terbiasa mengelola uang secara bijak.

Dana Stimulan bagi Warga Terdampak Bencana

Selain agenda penyerahan bantuan CSR, apel pagi Pemkot Ambon juga dirangkaikan dengan penyerahan dana stimulan kepada warga yang terdampak bencana, termasuk akibat kebakaran dan pohon tumbang.

Wattimena menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana.

Ia mengakui dana stimulan yang diberikan tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami warga. Namun, bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam situasi darurat.

Wali Kota juga mengungkapkan rencana untuk mengusulkan peningkatan besaran dana stimulan pada 2027, dari saat ini Rp15 juta menjadi sekitar Rp20 juta hingga Rp25 juta.

Baca Juga  Ini Tanggapan Ketua Komisi I Terkait Bentrok Sekelompok Pemuda Di Tugu Trikora Ambon

Rencana tersebut, menurutnya, telah dibicarakan bersama Sekretaris Kota dan jajaran terkait dengan mempertimbangkan perkembangan biaya kebutuhan hidup.

Wali Kota Ingatkan Ancaman Kemarau dan Kebakaran

Dalam sambutannya, Wattimena turut mengingatkan jajaran pemerintah dan masyarakat mengenai dampak kemarau berkepanjangan yang dikaitkan dengan fenomena El Niño.

Ia menyebutkan, berdasarkan data yang disampaikan dalam apel pagi, terdapat 34 kejadian kebakaran di Kota Ambon selama 1–10 Oktober 2026. Kondisi ini menjadi perhatian karena kemarau meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Selain ancaman kebakaran, penurunan debit air dan kabut asap juga menjadi persoalan yang perlu diantisipasi bersama.

Wattimena mengingatkan bahwa masyarakat harus semakin waspada, terutama dalam menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran di kawasan kering.

Ia juga menyinggung prediksi cuaca yang disampaikannya dalam sambutan, bahwa hujan di Ambon diperkirakan baru turun pada Maret 2027. Oleh sebab itu, kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan berlanjutnya kondisi kering perlu menjadi perhatian semua pihak.

Melalui apel pagi yang dirangkaikan dengan penyerahan CSR dan dana stimulan tersebut, Pemerintah Kota Ambon menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun budaya menabung sejak dini, membantu masyarakat terdampak bencana, serta meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman lingkungan.

Program pembukaan rekening bagi 735 siswa SMP Negeri 7 Ambon diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus menanamkan kebiasaan menabung sebagai bagian dari pendidikan untuk masa depan generasi muda Kota Ambon.

Share :

Baca Juga

Berita

Kadis Kesehatan Ambon Instruksikan Puskesmas dan Rumah Sakit Siaga Hadapi Dampak Kualitas Udara

Berita

Blok Masela Jangan Cuma Keruk Kekayaan Maluku! Pemprov Desak Lapangan Kerja dan Kesejahteraan Rakyat Jadi Prioritas

Berita

Gubernur Maluku Dukung Seram Opportunity, 400 Kluster Sawit Dibidik dan 20 Ribu Tenaga Kerja Ditargetkan

Berita

Ketua Komisi IV DPR RI Apresiasi Bulog Capai Pengadaan 4 Juta Ton Beras, Gubernur Maluku Hadir di Ambon

Berita

Wattimena Tegaskan Penataan OPD Bukan untuk Tambah Jabatan, Tapi Perkuat Pelayanan Publik

Berita

Kejati Maluku Ingatkan Kepala Sekolah: Kelola Dana BOSP, Jangan Campur Kepentingan Pribadi

Berita

Halidah Rahawarin Resmi Jabat Wakil Dekan FK Unpatti, Rektor Bidik Akreditasi Unggul

Berita

Tenaga Kerja Blok Migas Masela Jangan Dipolitisir, Pemerintah Diminta Bela Anak Maluku