JAKARTA, GLOBALMALUKU.ID|Ketua Umum Pasukan Prabowo (PASPROBO), Saiful Chaniago, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang memerintahkan pemblokiran secara masif terhadap praktik pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol).
Saiful menilai, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dalam melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan digital yang selama ini telah menimbulkan persoalan serius, mulai dari kehancuran ekonomi keluarga, konflik rumah tangga hingga berbagai bentuk kejahatan sosial.
“Saya mendukung 100 persen langkah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk memblokir, memburu, dan menutup total jaringan pinjol dan judol. Ini musuh rakyat,” tegas Saiful Chaniago di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, dampak pinjol ilegal dan judi online tidak boleh dipandang semata-mata sebagai persoalan ekonomi. Kedua praktik tersebut telah menjadi ancaman sosial yang dapat merusak kehidupan masyarakat, khususnya kelompok ekonomi kecil dan keluarga yang rentan.
Ia menegaskan, negara tidak boleh membiarkan masyarakat terus menjadi korban praktik bisnis ilegal yang mencari keuntungan dengan memanfaatkan kesulitan ekonomi dan kelemahan sosial masyarakat.
“Setiap hari kita melihat orang bunuh diri karena jeratan pinjol, rumah tangga hancur karena judol. Negara tidak boleh kalah oleh bandar. Apa yang dilakukan Kapolri Suyudi adalah bentuk kehadiran negara yang sebenarnya,” ujarnya.
Selain mendukung pemblokiran situs dan aplikasi ilegal, Saiful juga mengapresiasi langkah penegakan hukum yang menyasar seluruh mata rantai kejahatan tersebut, termasuk rekening penampung dana, bandar, hingga pihak-pihak yang diduga memberikan perlindungan terhadap aktivitas ilegal.
Menurutnya, pemberantasan pinjol ilegal dan judi online tidak akan efektif apabila hanya berhenti pada pemblokiran situs. Penindakan harus dilakukan secara menyeluruh hingga menyentuh aktor utama dan jaringan yang berada di belakang bisnis tersebut.
“Langkah Komjen Suyudi sudah sangat komprehensif. Blokir situsnya, bekukan rekeningnya, tangkap bandarnya, sikat backing-nya. Ini yang ditunggu rakyat. Polisi di bawah kepemimpinan beliau bekerja untuk melindungi rakyat, bukan melindungi bandar,” tegasnya.
Saiful yang juga menjabat Komisaris Utama PT PLN Energi Gas mengungkapkan, persoalan pinjol dan judol turut menjadi perhatian di lingkungan perusahaan. Ia mengaku mengetahui adanya karyawan maupun keluarga di lingkungan PLN Group yang ikut terdampak praktik tersebut.
“Karyawan kami juga ada yang terjerat. Jadi ini masalah kita semua. Kalau Kapolri sudah turun tangan dengan tegas seperti ini, kita semua wajib dukung dan kawal,” katanya.
Karena itu, Saiful mengajak seluruh badan usaha milik negara (BUMN), organisasi kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat untuk mengambil bagian dalam mengedukasi publik mengenai bahaya pinjaman online ilegal dan judi online.
Ia berharap dukungan masyarakat terhadap upaya kepolisian tidak hanya berhenti pada pernyataan, tetapi diwujudkan melalui kampanye pencegahan, peningkatan literasi digital, serta keberanian melaporkan praktik-praktik ilegal yang merugikan masyarakat.
” Saya mengajak semua pihak, mari kita dukung Kapolri Suyudi. Berantas pinjol ilegal dan judol sampai ke akar-akarnya demi menyelamatkan generasi bangsa,” tutup Saiful Chaniago yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI). (Jos)



































