AMBON,GlobalMaluku.ID | Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tidak boleh sekadar mengejar penyelesaian pembangunan fisik, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Penegasan tersebut menjadi salah satu pesan utama Panglima TNI dalam sambutan yang dibacakan Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev), Brigjen TNI Yanto Reinald Nainggolan, saat melakukan evaluasi TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodim 1504/Ambon, tepatnya di Dusun Seri,Kelurahan Urimeseng,Kecamatan. Nusaniwe,Kota Ambon, Rabu (4/11/2026).

Dalam sambutannya, Nainggolan menegaskan bahwa TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral yang dilaksanakan bersama TNI, pemerintah daerah, Polri, serta seluruh komponen masyarakat. Program ini memiliki peran strategis dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik, melainkan juga dari kemampuannya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, menumbuhkan semangat gotong royong, serta membangun kesadaran masyarakat untuk memajukan wilayahnya.

Ia menekankan bahwa kehadiran TNI harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan hanya selama program berlangsung, tetapi juga setelah seluruh kegiatan selesai dilaksanakan.
Terkait pelaksanaan TMMD ke-130 di Ambon, kegiatan Wasev dilakukan untuk mengetahui secara langsung sejauh mana program berjalan, mulai dari aspek perencanaan, pelaksanaan, pencapaian sasaran, penggunaan anggaran hingga manfaat yang dihasilkan.

Nainggolan juga memberikan sejumlah penekanan penting kepada seluruh personel Satgas TMMD dan unsur terkait.
Pertama, seluruh kegiatan harus dilaksanakan sesuai rencana dan ketentuan yang telah ditetapkan serta menghindari penyimpangan dalam pelaksanaan maupun penggunaan anggaran.
Kedua, kualitas hasil pekerjaan harus menjadi prioritas karena pembangunan yang baik adalah pembangunan yang memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Ketiga, koordinasi dan kerja sama seluruh unsur harus terus ditingkatkan agar setiap kendala di lapangan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.
Keempat, kegiatan nonfisik perlu dioptimalkan agar memberikan dampak positif terhadap pengetahuan, kesadaran, dan kehidupan masyarakat.
Kelima, seluruh kegiatan dan administrasi harus didokumentasikan secara tertib sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program.
Keenam, setiap temuan dan masukan dari Tim Wasev harus dijadikan bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan TMMD pada masa mendatang.
Selain itu, Nainggolan mengingatkan seluruh personel Satgas agar tetap menjaga semangat, disiplin, dedikasi, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Komunikasi yang baik dengan masyarakat serta sikap humanis juga harus dikedepankan.
“Tunjukkan bahwa TNI selalu hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai kesulitan rakyat,” demikian salah satu penekanan dalam sambutan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan TMMD dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat kolaborasi dengan TNI dalam mempercepat pembangunan.
Wattimena juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kawasan pegunungan di Kota Ambon. Pemerintah Kota Ambon, kata dia, tengah menyiapkan langkah dan terobosan baru agar pembangunan dapat menjangkau wilayah yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur dan pelayanan dasar.
Sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dinilai menjadi modal penting untuk menjawab tantangan pembangunan, terutama pada wilayah dengan kondisi geografis yang membutuhkan perhatian khusus.
Evaluasi TMMD ke-130 ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pengawasan administratif, tetapi juga momentum memperbaiki kualitas pelaksanaan program agar setiap anggaran, tenaga, dan sumber daya yang dikerahkan benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
Pesan utama yang ditegaskan dalam evaluasi tersebut jelas: TMMD bukan hanya program TNI, melainkan program bersama untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah. (Jos)



































