Home / Berita

Jumat, 23 Juni 2023 - 22:14 WIB

Berbau Korupsi,Di Duga Normalisasi Sungai Waimusal Amburadul

GlobalMaluku.ID,MASOHI-Miris proyek normalisaai sungai Waimusal tahun 2022 menyimpan masalah. Proyek sepanjang 12 M tersebut,dengan anggaran 219 juta yang dikerjakan oleh CV. Maya mandiri ini tidak dapat dimanfaatkan hingga saat ini.

Pantauan media ini, fisik proyek berupa bronjong sudah roboh. Pekerjaan juga kurang tuntas. Material pekerjaan berupa batu untuk pembangunan bronjong masih tergeletak di lokasi proyek.

Baca Juga  175.110 Warga Kota Ambon Telah Di Vaksin Covid-19

Kondisi yang ada menggambarkan bahwa pihak pelaksana proyek sudah meninggalkan lokasi pekerjaan.

Diketahui, pengerjaan proyek ini berlangsung sejak September 2022 dengan waktu pekerjaan 90 hari. Itu artinya bahwa pada Desember, proyek ini sudah harus tuntas dikerjakan. Dana proyek ini bersumber dari ABPD Malteng tahun 2022.

Baca Juga  Walaupun Belum Memenuhi Syarat ,PAN Resmi Daftar Di KPU, PAN Optimis Satu Kursi Di DPRD Maluku

“Proyek ini sejak dikerjakan tidak bisa difungsikan. “Mungkin bisa lihat sendiri kondisinya,” kata warga Waimusal saat ditemui media ini di lokasi proyek.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek ini, Sarbun belum berhasil di konfirmasi terkait pelaksanaan proyek ini. Dirinya tidak pernah bisa ditemui karena jarang berkantor.

Share :

Baca Juga

Berita

Pelayanan Kasih Klasis GPM Masohi Layani 938 Warga

Berita

Unpatti Gelar Seleksi Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Sistem Informasi

Berita

DPRD Maluku Minta Rencana Pembentukan Perusda Baru Dikaji Ulang, Soroti Keterbatasan Fiskal

Berita

Disperindag SBB Bantah Kelangkaan Minyak Tanah di Piru, Pastikan Stok Aman

Berita

Gubernur Maluku Canangkan Festival Marawai I 2026, Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Kreatif

Berita

Wali Kota Ambon Dorong Negeri-Negeri Hidupkan Kembali Budaya dan Adat Leluhur Lewat Maraway Festival

Berita

Kebakaran Lahan di BTN Lateri Indah, Damkar Ambon Kerahkan Tiga Unit Mobil Pemadam

Berita

Jubir Pemkot Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas, Bukan Nepotisme