Home / Berita

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:58 WIB

ANOS YEREMIAS INGATKAN BAHAYA KABUT ASAP: JANGAN TUNGGU MASKER DARI PEMERINTAH, LINDUNGI DIRI DAN KELUARGA!

GLOBALMALUKU.ID, AMBON | Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Maluku mendorong Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, mengingatkan masyarakat agar tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah. Ia meminta warga mengambil langkah perlindungan kesehatan secara mandiri, terutama dengan menyiapkan masker bagi diri sendiri dan keluarga.

Imbauan tersebut disampaikan Anos pada Senin (12/10/2026), menyusul kondisi kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya mereka yang masih harus beraktivitas di luar ruangan.

Menurut Anos, perlindungan kesehatan harus dimulai dari kesadaran setiap individu. Masyarakat perlu mengambil langkah pencegahan sejak dini tanpa harus menunggu bantuan dibagikan oleh pemerintah.

“Kesadaran menjaga kesehatan harus dimulai dari diri sendiri. Mari masing-masing menyiapkan masker untuk diri dan keluarga. Jangan menunggu bantuan baru mengambil langkah perlindungan,” tegas Anos.

Anos Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Maluku

Sebagai bagian dari upaya penanganan dampak kabut asap, Anos mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.

Dari hasil koordinasi tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku telah menyurati dinas kesehatan kabupaten/kota untuk membantu penyediaan masker bagi masyarakat yang terdampak.

Anos mengapresiasi langkah tersebut dan berharap bantuan yang disiapkan pemerintah dapat menjangkau warga yang membutuhkan, terutama masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk menyediakan perlindungan secara mandiri.

Baca Juga  Richard Rahakbaw Menerima Tuntutan Mahasiswa Adat Waesama, Terkait Penggusuran Kuburan Leluhur

Namun, ia menegaskan bahwa langkah pemerintah dan kesadaran masyarakat harus berjalan beriringan. Bantuan masker tetap diperlukan, tetapi masyarakat yang mampu diharapkan mengambil inisiatif untuk melindungi diri dan keluarganya.

“Jangan menunggu bantuan baru mengambil langkah perlindungan. Kesadaran menjaga kesehatan harus dimulai dari diri sendiri,” demikian pesan Anos kepada masyarakat.

Anak-anak hingga Lansia Harus Mendapat Perhatian

Anos juga meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat. Langkah tersebut penting untuk menekan risiko paparan asap yang dapat memicu atau memperburuk gangguan pernapasan.

Ia secara khusus menyoroti kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan. Kelompok tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih agar risiko kesehatan akibat kabut asap dapat diminimalkan.

Selain menggunakan masker yang sesuai, masyarakat diimbau tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan selama kondisi udara memburuk.

Warga yang mengalami keluhan dan membutuhkan pertolongan diminta segera mendatangi puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan.

Menurut Anos, edukasi kesehatan juga harus diperkuat. Tenaga kesehatan diharapkan memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai pemilihan masker yang sesuai, cara menggunakan masker dengan benar, serta langkah-langkah untuk mengurangi paparan asap.

Baca Juga  Hadiri Rakerda II IWAPI Maluku, Wakil Wali Kota Ambon Ajak Perkuat Kolaborasi Majukan UMKM

Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota Diminta Bergerak Bersama

Lebih lanjut, Anos berharap koordinasi antara Pemerintah Provinsi Maluku dan pemerintah kabupaten/kota berjalan efektif agar bantuan masker dan informasi kesehatan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Ia menilai penanganan dampak kabut asap tidak cukup dilakukan melalui pembagian masker semata. Informasi yang jelas, edukasi kesehatan, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya melindungi warga.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diharapkan terus mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan memperhatikan imbauan dari instansi berwenang.

Anos mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling mengingatkan dan membantu warga yang membutuhkan, sehingga upaya perlindungan kesehatan dapat dilakukan secara bersama-sama.

“Kepedulian pemerintah dan kesadaran masyarakat harus berjalan bersama. Mari katong saling mengingatkan dan membantu basudara yang membutuhkan, supaya kesehatan masyarakat tetap terjaga,” tutupnya.

Di tengah ancaman kabut asap, pesan Anos jelas: masyarakat tidak boleh pasif menunggu bantuan. Perlindungan diri harus dimulai dari rumah, sementara pemerintah tetap berkewajiban memastikan informasi kesehatan dan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan. (*).

Share :

Baca Juga

Berita

DANA DESA MENYUSUT, BODEWIN TANTANG KADES DAN BPD: JANGAN BERKONFLIK, BANGUN SINERGI UNTUK RAKYAT!

Berita

KABUT ASAP ANCAM KESEHATAN, GUBERNUR MALUKU TURUN KE JALAN BAGIKAN 1.500 MASKER KN95

Berita

WALIKOTA AMBON TEKANKAN DISIPLIN DAN INTEGRITAS, CPNS DIMINTA BUKTIKAN KINERJA DAN UTAMAKAN PELAYANAN PUBLIK

Berita

SEKDA MALUKU: ASN HARUS MELAYANI, BUKAN DILAYANI! LATSAR CPNS JADI FONDASI INTEGRITAS DAN PROFESIONALISME

Berita

Apel Pagi Pemkot Ambon Diwarnai Penyerahan CSR CIMB Niaga, 735 Siswa SMP Negeri 7 Jadi Penerima Manfaat

Berita

Kadis Kesehatan Ambon Instruksikan Puskesmas dan Rumah Sakit Siaga Hadapi Dampak Kualitas Udara

Berita

Blok Masela Jangan Cuma Keruk Kekayaan Maluku! Pemprov Desak Lapangan Kerja dan Kesejahteraan Rakyat Jadi Prioritas

Berita

Gubernur Maluku Dukung Seram Opportunity, 400 Kluster Sawit Dibidik dan 20 Ribu Tenaga Kerja Ditargetkan