Home / Berita

Jumat, 29 September 2023 - 22:16 WIB

ASEAN Sepakati Pedoman Anti Hoaks Usulan Indonesia

GlobalMaluku.ID,Da Nang Vietnam-Sebanyak tujuh capaian disepakati pada pertemuan tingkat Menteri negara-negara ASEAN yang bertanggung jawab di bidang informasi atau ASEAN Ministers Responsible for Information (AMRI) Meeting di Da Nang Vietnam, Jumat (22/9/2023).

Demikian dikatakan Kepala Pusat Kerjasama Internasional (Puski) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Ichwan Makmur Nasution, di tengah rangkaian pertemuan pejabat senior di bidang informasi negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN Senior Officials Meeting Responsible for Information (SOMRI) dan ASEAN Ministers Responsible for Information (AMRI) yang berlangsung 19 – 23 September 2023.

Salah satu dari ketujuh capaian tersebut adalah panduan atau pedoman bagi pemerintah untuk melawan serta memberantas berita-berita palsu dan disinformasi atau hoaks, khususnya yang menyebar di media.

Dalam pedoman yang berisi delapan kunci prioritas bagi pemerintah untuk memerangi hoaks, salah satunya adalah deteksi dan diikuti langkah respon balik.

Pedoman juga memuat penjelasan tentang cara membangun pesan yang akurat dan kredibel serta aturan pendukung yang diperlukan baik regulasi umum maupun untuk digital platform.

“Panduan ini juga dilengkapi dengan blueprint, rekomendasi, serta rencana tindak lanjut dokumen,” ujar Ichwan.

Indonesia yang diwakili Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) pada pertemuan SOMRI, berhasil mengajak negara-negara ASEAN menyepakati Guideline on Management of Government Information in Combating Fake News and Disinformation in the Media.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Dusun Amaholu Losi Desa Luhu Turut Bergotong Royong Dalam Pembangunan Jembatan Secara Swadaya

Pedoman tersebut sebelumnya digagas oleh Kementerian Kominfo RI dalam hal ini Pusat Kerjasama Internasional (Puski) bersama Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP).

Pedoman ini menjadi salah satu prioritas deliverable Keketuaan Indonesia di ASEAN pada 2023 di bawah pilar Sosial Budaya ASEAN sektor informasi.

“Hampir dua tahun, mulai dari pengajuan proposal, hingga mendapat pendanaan dari ASEAN Cultural Fund, dan akhirnya disepakati hari ini,” ujar Ichwan.

Selain Guideline on Management of Government Information in Combating Fake News and Disinformation in the Media, terdapat enam capaian lain yang disepakati untuk dijalankan bersama, pertama adalah Vision Statement by AMRI – ASEAN 2035: A Transformative, Responsive and Resilient Information and Media Sector.

Kedua adalah deklarasi Da Nang atau Da Nang Declaration on “Media: From Information to Knowledge for a Resilient and Responsive ASEAN”.
Ketiga adalah Plan of Action of the ASEAN Task Force on Fake News (PoA of TFFN), dimana akan ada gugus tugas yang beranggotakan negara-negara di Kawasan untuk memerangi berita palsu. ”Dimana Indonesia juga terlibat secara aktif di sana,” kata Ichwan.

Keempat adalah perpanjangan dari rencana kerja negara-negara ASEAN dan Chine atau Extension of the Work Plan on Enhancing ASEAN-China Cooperation through Information and Media 2018-2024.

Baca Juga  Bunda PAUD Kota Ambon Apresiasi Anak-anak PAUD yang Tampil di Lomba Fashion Show

Kelima adalah Extension of the Work Plan on Enhancing ASEAN Plus Three Cooperation through Information and Media 2018-2023.

“Jadi setelah dengan China, ASEAN juga ada kerja sama dengan dua negara lain yaitu Korea Selatan dan Jepang. Ini juga akan diperpanjang kerja samanya,” tambah Ichwan.

Terakhir adalah kesepakatan bersama atau Joint Media Statement of the 16th AMRI and Related Meetings.
Indonesia melalui Kementerian Kominfo dikatakan Ichwan akan segera mengimplementasikan panduan penanganan hoaks di media tersebut dalam kebijakan nasional untuk kemudian dapat diimplementasikan di level domestik.

“Pedoman ini dapat membantu manajemen pengelolaan informasi pemerintah baik pusat maupun daerah dalam mendeteksi dan merespons berita palsu dan disinformasi sebagai upaya meningkatkan dan mewujudkan pengelolaan informasi yang kredibel, adaptif, akuntabel dan transparan,” ujar Ichwan.

Dalam rangkaian pertemuan AMRI-SOMRI, juga diselenggarakan dua workshop berbagi pengalaman terbaik seluruh negara ASEAN terkait transformasi digital media (ASEAN Workshop on Best Practices on Digital Transformation in Mass Media) dan penanganan disinformasi (ASEAN Forum on Tackling Disinformation).

Workshop tersebut bertujuan untuk mendapat gambaran transformasi digital pada media massa dan rekomendasi untuk mempromosikan industri ini di tingkat regional, serta meminimalisir dampak buruk dan mendorong literasi digital di negara-negara ASEAN.

Share :

Baca Juga

Berita

Fauzan Rahawarin: Aspirasi Masyarakat Malra Jadi Prioritas

Berita

Banjir di Maluku Tengah: Anggota DPRD Promal Minta Solusi Konkrit

Berita

DPRD Promal Gelar Rapat Penting Bahas Status Tanah dan P3K Paruh Waktu

Berita

Wakil Wali Kota Ambon Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Negeri Ema

Berita

Pemkot Siapkan Strategi Atasi Inflasi 2025

Berita

Dua Perda Strategis, Perlindungan Perempuan dan Anak Serta Kawasan Tanpa Merokok Oleh Pemkot dan DPRD Kota Ambon

Berita

Bupati Maluku Tengah Lakukan Groundbreaking Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat

Berita

Bupati Zulkarnain Bersama OPD dan Petani Melakukan Panen Raya Jagung