AMBON – Kebanggaan kembali menyelimuti Universitas Pattimura (Unpatti). Tim Paduan Suara Mahasiswa Hotumese Choir Pattimura University resmi dilepas untuk mewakili Indonesia pada ajang World Choir Games 2026 di Helsingborg, Swedia, yang akan berlangsung pada 11–16 Agustus 2026.
Keikutsertaan Hotumese Choir menjadi catatan istimewa karena tim kebanggaan Universitas Pattimura tersebut merupakan satu-satunya perwakilan Indonesia pada kompetisi paduan suara terbesar di dunia itu. Momentum ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi Universitas Pattimura, Provinsi Maluku, dan Indonesia untuk menunjukkan kualitas seni, budaya, serta talenta generasi muda di panggung internasional.
Pelepasan kontingen dilaksanakan oleh Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, di Aula Rektorat Universitas Pattimura, Rabu (5/8/2026).
Dalam sambutannya, Rektor mengajak seluruh anggota tim untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan yang diberikan sehingga dapat tampil pada ajang paduan suara paling bergengsi di dunia.
Ia mengungkapkan, perjalanan menuju World Choir Games bukanlah sesuatu yang mudah. Selama masa persiapan, para mahasiswa menunjukkan dedikasi luar biasa melalui latihan rutin yang berlangsung setiap hari hingga malam sebagai bentuk keseriusan menghadapi kompetisi internasional.
“Kesempatan tampil di tingkat dunia adalah anugerah sekaligus tanggung jawab besar. Saudara-saudara tidak hanya membawa nama Universitas Pattimura, tetapi juga nama Maluku dan Indonesia. Karena itu tampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi disiplin, kebersamaan, dan kerendahan hati,” pesan Rektor.
Prof. Leiwakabessy menegaskan bahwa setiap talenta yang dimiliki mahasiswa merupakan karunia Tuhan yang harus dimanfaatkan untuk memberikan manfaat bagi sesama sekaligus memuliakan nama Tuhan.
Menurutnya, keberhasilan tidak hanya diukur dari raihan medali ataupun penghargaan, tetapi juga dari bagaimana para peserta mampu menunjukkan karakter, integritas, dan semangat persaudaraan selama mengikuti kompetisi.
Selain kesiapan teknis, Rektor juga mengingatkan seluruh anggota tim untuk terus membangun kehidupan spiritual melalui doa serta menjaga kekompakan selama berada di Swedia. Ia meyakini solidaritas antaranggota menjadi salah satu kunci utama dalam meraih prestasi terbaik.
Di akhir sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi kepada para pembina, pelatih, official, pendamping, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan tim hingga siap berlaga di panggung internasional.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Universitas Pattimura, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa keikutsertaan Hotumese Choir pada World Choir Games 2026 merupakan partisipasi keempat Universitas Pattimura dalam kompetisi paduan suara internasional tersebut.
Ia mengungkapkan, proses seleksi dimulai sejak Januari 2026 melalui audisi yang diikuti mahasiswa berbakat. Setelah terbentuk, seluruh anggota menjalani latihan intensif selama kurang lebih tujuh bulan untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan dengan paduan suara terbaik dari berbagai negara.
“Latihan dilakukan setiap hari, mulai pagi hingga malam. Tidak hanya latihan vokal, tetapi juga bersama para pemusik di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pattimura guna menyempurnakan kualitas musikal, teknik vokal, dan kekompakan tim,” jelasnya.
Menurut Dr. Kubangun, selama World Choir Games para peserta akan mengikuti berbagai tahapan, mulai dari registrasi, latihan resmi, uji panggung hingga kompetisi.
Hotumese Choir akan bertanding pada dua kategori bergengsi, yakni Gospel dan Pop, dengan membawakan masing-masing tiga lagu sesuai ketentuan panitia.
Tidak hanya berkompetisi, Hotumese Choir juga mendapat kehormatan tampil dalam sejumlah agenda internasional, di antaranya Friendship Concert serta Closing Ceremony World Choir Games 2026 bersama paduan suara dari berbagai negara.
Prestasi Hotumese Choir sendiri telah diakui dunia. Saat ini tim paduan suara Universitas Pattimura tersebut menempati peringkat ke-42 dunia dari sekitar seribu paduan suara internasional.
Capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh anggota tim untuk terus meningkatkan prestasi sekaligus mengharumkan nama Universitas Pattimura, Provinsi Maluku, dan Indonesia di panggung dunia.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh keluarga besar Universitas Pattimura dan masyarakat Maluku agar Hotumese diberikan kelancaran selama mengikuti World Choir Games 2026 serta mampu meraih hasil terbaik, bahkan meningkatkan peringkat dunia yang telah dicapai saat ini,” ujar Dr. Kubangun.
Rombongan Universitas Pattimura dijadwalkan bertolak menuju Eropa pada 10 Agustus 2026 melalui Denmark sebelum melanjutkan perjalanan ke Helsingborg, Swedia, untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan World Choir Games 2026.
Pelepasan kontingen ditandai dengan penyerahan bendera kepada Ketua Kontingen, Dr. Nur Aida Kubangun, M.Pd, serta penyematan atribut kepada Ketua UKM Hotumese, Marchello Ferneyanan, sebagai simbol resmi keberangkatan tim menuju kompetisi internasional.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para Wakil Rektor, Kepala Biro, Koordinator dan Subkoordinator Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Universitas Pattimura, para pembina, official, rohaniawan, serta keluarga besar Universitas Pattimura yang memberikan doa dan dukungan bagi kontingen Hotumese Choir.
Seluruh harapan kini tertuju kepada putra-putri terbaik Maluku tersebut agar mampu mempersembahkan harmoni terbaik di panggung dunia, membawa pulang prestasi, sekaligus mengibarkan Merah Putih di antara paduan suara terbaik dari berbagai negara.





































