Home / Berita

Senin, 25 Maret 2024 - 01:58 WIB

Diduga Korsleting Listrik, 4 Ruko di Masohi Terbakar

MASOHI-GlobalMaluku.ID- Kebakaran terjadi pada Minggu Malam. (24/3/2024) sekira pukul 01.30 WIT.menimpa 4 buah Rumah Toko (Ruko) di jalan Abdullah Soulissa.

Pantauan _Global Maluku_ di lapangan, berdasarkan informasi yang terdengar, diduga ada hubungan arus pendek yang menyebabkan korsleting pada bangunan yang ada di jalan utama Kota Masohi itu.

“Sepertinya ada Konsleting,” ujar warga saat membantu menarik selang air pemadam kebakaran untuk memadamkan api dari arah samping bangunan.

Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan 2 miliar rupiah. Pemilik Ruko, Amir (55) mengatakan kerugian mencapai 2 miliar rupiah.

Amir mengungkapkan saat kejadian, ia dengan keluarganya sedang tertidur di rumahnya yang berjejeran dengan rumahnya itu. “Tiba-tiba ada bau asap. Dan setelah bangun dan lihat sudah ada api yang berkobar dari arah lantai bawa restoran Ara,’ ungkapnya.

Setelah itu ia langsung bergegas keluar berupaya mencari bantuan di sekitar dengan mengambil air dan menghubungi Pemadam Kebakaran. “Kami sudah berupaya untuk memadamkan api,” ujarnya.

Baca Juga  Jelang HUT Kemerdekaan RI dan Provinsi Maluku ke-77,Gubernur Maluku Ikuti Jalan Santai Bersama Ribuan Peserta

Diungkapkannya lagi, tidak ada korban jiwa, namun kerugian yang dialaminya mencapai miliaran rupiah,”Kita kerugian sekitar 2 milyar rupiah,” tandasnya.

Sementara Mail yang merupakan pengusaha restoran Ara dan percetakan Mandiri di Masohi mengungkapkan kerugian yang ia alami mencapai ratusan juta rupiah.

Diungkapkannya, di dalam bangun disamping yang ada di samping restoran ada sebuah sepeda motor baru yaitu Yamaha XSR dan mesin percetakan. “Kerugian mencapai ratusan juta rupiah,” ungkapnya dengan nada melemas.

Sementara itu ditempat yang sama Komandan Damkar Malteng, Samsul Lewenussa mengatakan informasi kebakaran diterima mereka, berdasarkan rekap data telepon Responden time Damkar Malteng mereka menerima telepon pada pukul 01.40 WIT. dan tiba di lokasi kebakaran pada pukul 01.51 WIT.

“Saat terima laporan, langsung kami bergerak menuju lokasi untuk pemadaman api,” ungkapnya.

Dalam menjalankan tugasnya, pihak Damkar yang diterjunkan melakukan pemadam sebanyak 13 orang. Mereka mengalami kendala pada saat pemadaman. Pihak damkar dibantu juga oleh mobil dari tangki siram taman Dinas Lingkungan Hidup Malteng.

Baca Juga  Tim Redam Kembali Datangi Sejumlah Mesjid Di SBB Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Terbatasnya armada yang hanya 1 buah mobil pemadam yang telah berusia tua. Juga Masalah klasik yang dialami yaitu pada Alkon penarik air. Pihak Damkar mengisi air untuk pemadam di kali yang berada di samping Masjid Raya Ibnu Abdullah.

“2 jam kami berusaha memadamkan api. Alkon penarik air sering bermasalah. Kami 3 kali bolak-balik isi air ke tangki di kali Uda,” ungkapnya.

Dilihat dari posisi titik api, ia menduga api berasal dari hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Karena terlihat sumber api dari titik tertentu dari dalam Restoran Ara. “Ini korsleting listrik. Karena posisi titik api yang besar terlihat di tempat tertentu,” imbuhnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan kondisi rumah masing-masing. Agar tidak terjadi kebakaran susulan di tempat lain. “Kalau ada kebakaran seperti ini, itu biasanya jaga sudah,” tandasnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Anak Muda Ambon Unjuk Nyali! Nusa Apono Road Race 2026 Gebrak HUT ke-451

Berita

HUT ke-451, 17 Program Prioritas Dipaparkan: Ekonomi Tumbuh 6,09%, Tapi Pengangguran Ambon Masih 11,37%

Berita

Jelang HUT ke-451, Wali Kota Ambon Serukan Persatuan, Terbuka Kritik dan ASN Jadi Solusi

Berita

DPRD Expo 2026 Ditutup, Transaksi Tembus Rp320 Juta, Tamaela Gagas Baileo Rakyat

Berita

Adventure Race of Amboina “Soya for Ambon” Resmi Dibuka, Wali Kota Ajak Generasi Muda Jaga Alam

Berita

DPRD-Pemda Malteng Sepakat Naikkan Penghasilan PPPK Paruh Waktu Jadi Rp2,5 Juta

Berita

HPN 2027 Belum Diputuskan, Dewan Pers Buka Ruang untuk Semua Konstituen

Berita

Jelang HUT Ambon ke-451, DPRD Expo Jadi Panggung Ekonomi Rakyat