Home / Berita

Kamis, 5 November 2026 - 20:07 WIB

PA’KOP BACARITA, Inovasi Digital Pemkot Ambon untuk Deteksi Dini Risiko dan Benahi Tata Kelola Koperasi

AMBON,GlobalMaluku.ID|Pemerintah Kota Ambon mulai memperkuat sistem pembinaan dan pengawasan koperasi melalui transformasi digital. Melalui inovasi PA’KOP BACARITA (Penilaian Kesehatan Koperasi, Basis Data, Capaian, dan Informasi Terintegrasi), Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menghadirkan sistem pemantauan kesehatan koperasi berbasis data terintegrasi untuk mendeteksi risiko sekaligus menentukan pola pembinaan yang lebih tepat sasaran.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon, Siegers Vebyana, S.E., M.Si., kepada wartawan di Ambon, Kamis (5/11/2026), menjelaskan bahwa PA’KOP BACARITA merupakan proyek perubahan yang dikembangkan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026.

Menurut Siegers, inovasi tersebut dirancang untuk menjawab persoalan belum optimalnya pemanfaatan data hasil penilaian kesehatan koperasi sebagai dasar pelaksanaan pembinaan dan pengawasan berbasis risiko.

Melalui sistem ini, Pemkot Ambon menghadirkan dashboard digital terintegrasi yang memungkinkan data kesehatan koperasi dikelola, dianalisis, dan disajikan secara lebih sistematis, akurat, serta mudah diakses sesuai kewenangan pengguna.

“Melalui PA’KOP BACARITA, Pemkot Ambon menghadirkan dashboard digital terintegrasi, yang memungkinkan data kesehatan koperasi dikelola, dianalisis, dan disajikan secara lebih sistematis, akurat, serta mudah diakses sesuai kewenangan pengguna,” jelas Siegers.

Dashboard tersebut memuat berbagai informasi strategis, mulai dari hasil penilaian kesehatan koperasi, pemetaan profil risiko, rekomendasi pembinaan, hingga pemantauan kondisi masing-masing koperasi.

Dengan sistem tersebut, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi kondisi koperasi secara lebih terukur dan menentukan bentuk pembinaan berdasarkan persoalan serta kebutuhan yang dihadapi.

Siegers mengungkapkan, selama ini data hasil penilaian kesehatan koperasi masih tersebar sehingga pemanfaatannya dalam proses pembinaan dan pengawasan belum berjalan optimal. Kondisi tersebut membuat pemerintah membutuhkan sistem yang mampu mengintegrasikan berbagai informasi dalam satu platform.

Karena itu, PA’KOP BACARITA dikembangkan tidak sekadar sebagai tempat penyimpanan data, tetapi juga dilengkapi early warning system berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung analisis dan penyediaan rekomendasi pembinaan.

Baca Juga  Mahasiswa Seram Utara-Selatan Desak Pemerintah Tinjau Ulang Tapal Batas Hutan, Ancam Gelar Aksi Lanjutan

Dengan dukungan teknologi tersebut, aparatur pembina dan pengawas koperasi diharapkan dapat memperoleh informasi lebih cepat dan akurat, sehingga potensi permasalahan dapat diidentifikasi lebih dini dan langkah penanganan dapat dilakukan berdasarkan kondisi yang terdeteksi.

Pengembangan inovasi ini dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pembentukan Tim Efektif, identifikasi proses bisnis dan inventarisasi data, standardisasi serta validasi data, pengembangan prototipe dashboard, hingga penyusunan standar operasional prosedur dan panduan penggunaan.

Tidak hanya mengandalkan teknologi digital, penguatan tata kelola koperasi juga didukung penyusunan Peraturan Wali Kota Ambon tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Koperasi. Regulasi tersebut diarahkan untuk memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan koperasi agar semakin transparan, tertib administrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selanjutnya, dilakukan uji coba dashboard, sosialisasi, serta bimbingan teknis kepada aparatur dan pengurus koperasi untuk memastikan sistem dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Masukan dari pengguna juga menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan fitur dan kualitas penyajian informasi.

Siegers menilai, penerapan PA’KOP BACARITA akan membawa perubahan terhadap pola pembinaan koperasi di Kota Ambon. Jika sebelumnya pengelolaan data masih dilakukan secara manual dan pembinaan cenderung bersifat umum, kini diarahkan menuju sistem digital terintegrasi dengan pendekatan berbasis profil risiko.

Dengan demikian, pengambilan keputusan tidak lagi hanya bersifat reaktif, tetapi didasarkan pada data dan bukti atau evidence-based decision making. Pemerintah dapat menentukan prioritas pembinaan berdasarkan kondisi riil masing-masing koperasi.

Dari sisi pemerintah, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu dan biaya administrasi, mempercepat pengolahan serta penyajian laporan, sekaligus mengoptimalkan penggunaan sumber daya pembinaan dan pengawasan.

Baca Juga  Jelang Lebaran, DPRD Maluku Minta Antisipasi Lonjakan Transportasi

Sementara bagi koperasi, hasil penilaian kesehatan dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kelemahan dalam pengelolaan organisasi, memperbaiki tata kelola keuangan, meningkatkan transparansi, serta memperkuat kepercayaan anggota terhadap pengurus.

Apabila diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan, perbaikan tata kelola tersebut diharapkan berdampak terhadap peningkatan kinerja usaha koperasi sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

Siegers menegaskan, keberhasilan PA’KOP BACARITA membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Pemerintah Kota Ambon, Tim Efektif, aparatur pembina dan pengawas koperasi, pengurus koperasi, hingga mitra pendukung teknologi.

Dukungan Wali Kota Ambon dan Wakil Wali Kota Ambon selaku Mentor Proyek Perubahan juga menjadi bagian penting dalam mendorong penguatan dan keberlanjutan inovasi tersebut.

Ke depan, PA’KOP BACARITA diarahkan menjadi bagian dari sistem kerja Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon melalui pemutakhiran data secara berkala, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan analisis tren kesehatan koperasi, serta integrasi dengan sistem informasi terkait.

Bahkan, inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi model pengelolaan data perkoperasian yang berkelanjutan dan berpotensi diterapkan oleh daerah lain.

“Melalui PA’KOP BACARITA, kita ingin memastikan bahwa data kesehatan koperasi tidak hanya menjadi dokumen administrasi, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan dan pembinaan yang tepat sasaran demi mewujudkan koperasi yang sehat, mandiri, dan berdaya saing,” tegas Siegers.

Melalui proyek perubahan ini, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon berkomitmen membangun sistem pembinaan dan pengawasan koperasi yang lebih modern, responsif, serta berorientasi pada data dan hasil.

Kehadiran PA’KOP BACARITA diharapkan menjadi langkah strategis Pemkot Ambon dalam mempercepat transformasi digital pemerintahan, memperkuat ekosistem perkoperasian, serta memastikan koperasi tumbuh secara sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat.

Share :

Baca Juga

Berita

Wali Kota Bodewin Dukung Inovasi BAKU DAPA dan SIRIP IKAN, TPI Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Nelayan

Berita

Perkuat Jejaring Akademik Global, Magister Hukum Unpatti Gandeng Universitas Debrecen Hungaria

Berita

Soroti Kasus Perbankan, Alhidayat Wajo Minta OJK dan BI Perketat Pengawasan di Maluku

Berita

Saiful Chaniago Dukung Kapolri Berantas Pinjol Ilegal dan Judol: Sikat Bandar hingga Backing!

Berita

Brigjen TNI Nainggolan Tegaskan TMMD Harus Berdampak Nyata, Enam Poin Jadi Penekanan Evaluasi di Ambon

Berita

Lindungi Masa Depan PPPK, Pemkab SBB Gandeng Taspen: Iuran Pensiun Bisa Disesuaikan Kemampuan

Berita

Soroti Pembangunan di Kali Waitomu, Komisi III DPRD Maluku Segera Panggil BWS: Perizinan Harus Jelas!

Berita

Benhur Watubun Sebut Kehadiran Jusuf Kalla di Wisuda Unpatti Jadi Momentum Istimewa, Pesan Ciptakan Lapangan Kerja Jadi Sorotan