GlobalMaluku,ID,Ambon-Pemerintah Provinsi Maluku dalam hal ini Gubernur Maluku, Murad Ismail tetap memberikan arahan pada Dinas Pertanian Provinsi Maluku untuk tetap siap, dalam mencermati situasi perubahan iklim maupun kelangkaan terutama produksi, dimana terjadi krisis pangan baik global, nasional maupun lokal sebagai dampak dari El Nino.
Adapun dari arahan Gubernur Maluku itu,sebagai tindak lanjutnya,maka Distan Maluku telah mengambil langkah-langkah berupa, berkoordinasi dengan kabupaten/kota termasuk meminta dukungan dari Pempus,” kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dr. Ilham Tauda, SP. M.Si di Ambon, pada sejumlah awak media, Jumat (10/11/2023).
Menurutnya,dari hasil koordinasi dengan Pempus maka melalui Kementerian Pertanian RI telah membantu Pemprov Maluku berupa 250 Ton Pupuk MGO (Magnesium Oksida) yang baru saja tiba di Maluku tanggal 6 November 2023,Ujar Tauda.
Untuk di ketahui, 250 Ton Pupuk MGO itu dapat dirinci sebagai berikut: Untuk Kabupaten Maluku Tengah 165,5 Ton, Buru 75 Ton, Seram Bagian Timur (SBT) 7,5 Ton dan Kota Ambon 1 Ton.
Kata Tauda“bantuan Pupuk yang kita terima itu kalau dikonversi maka nilainya kurang lebih Rp.2,250 Miliar,” tuturnya.
Sedangkan, melalui APBD Maluku Distan Maluku tetap mendorong untuk memenuhi Pupuk NPK bagi petani di Maluku kurang lebih 30 Ton.
Tambahnya, Jumlah ini dapat dirinci; Untuk Kabupaten Maluku Tengah 18 Ton, Seram Bagian Timur (SBT) 7 Ton dan Seram Bagian Barat (SBB) 5 Ton.
Ia juga menginformasikan bahwa, Pupuk bersubsidi di Provinsi Maluku tahun 2023 hanya dua jenis yaitu Pupuk Urea dan NPK, sementara dulu tujuh jenis.
Jumlah Pupuk Urea 17.173 Ton dan NPK 6.436 Ton dan Distan Maluku telah mendistribusinya melalui program subsidi yang ditetapkan dengan Rencana Detail Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang ditetapkan melalui SK Bupati dan kemudian ditetapkan dengan SK Gubernur.
Dr. Ilham Taudajuga menjelaskan“Jadi kalau orang bertanya-tanya kenapa terjadi kelangkaan pupu kata Dr. Tauda, pupuk itu sudah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat khususnya untuk pupuk subsidi, kecuali pupuk yang sifatnya komersil yang di beli secara bebas,” ulasnya.
Tauda mengatakan, sesuai prosedur semua petani yang ingin mendapatkan subsidi harus mendaftarkan kelompoknya di Simluktan.
Sehingga Kementan melalui Dirjen Tanaman Pangan yang bekerja sama dengan BRI akan mengeluarkan Kartu Tani, sebagai legalitas petani untuk mendapatkan pupuk subsidi dan itu manfaat dari Kartu Tani.
Ia juga menyampaikan, dukungan Pupuk MGO dari Kementan RI dan Pupuk NPK dari Pemprov Maluku tersebut, dalam rangka meningkatkan produksi dan produktifitas pertanian baik tanaman pangan maupun hortikultura.
“Memang ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena di saat stok pupuk subsidi mulai kurang, kita mendapatkan tambahan bantuan dari Pempus berupa 250 Ton Pupuk MGO, yang sudah di distribusi ke beberapa kabupaten di Maluku,” pintanya.
Diketahui, untuk kabupaten/kota lain yang tidak mendapat bantuan pupuk, kata mantan Kabid Ekonomi Bappeda Maluku itu, karena disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah yang mengajukan permintaan pupuk.
Ia berharap kepada para petani yang telah menerima pupuk untuk dapat memanfaatkannya secara baik, serta tetap optimis untuk meningkatkan produksi, karena salah satu cara untuk meningkatkan produksi adalah dengan teknologi benih dan termasuk dukungan pupuk. Kita bersyukur karena di saat stok pupuk kita menipis, kita mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat,” terangnya.


























